<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755</id><updated>2012-02-02T21:39:31.600-08:00</updated><category term='liburan'/><title type='text'>AD MAIOREM DEI GLORIAM</title><subtitle type='html'>"Demi Kemuliaan Allah yang lebih besar";  

"Jadilah Pemenang, bila kita ingin melakukan hal-hal besar."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>81</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-575327006449305965</id><published>2012-01-15T22:19:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T22:19:06.362-08:00</updated><title type='text'>Menemukan Anugerah-Nya</title><content type='html'>Setiap hari adalah anugerah. Setiap detik, menit, jam, hari, dan tahun semua adalah anugerah-Nya. Di tahun yang baru ini, kita perlu menemukan kembali anugerah-anugerah Allah yang  telah terjadi dalam hidup kita.Mungkin kita mengalami kesulitan, karena kita terjebak pada pemikiran atau rasio kita yang selalu menegaskan kepada kita bahwa "apa yang kita capai atau peroleh semata-mata karena kehebatan kita."Kita cenderung mengabaikan "jamahan tangan-Nya" yang membimbing dan mengajari kita untuk mencapai atau memeroleh kesuksesan. Kita juga cenderung melupakan "bisikan hati-Nya" setiap saat kita memulai dan mengakhiri pekerjaan kita. Kita juga cenderung melupakan "sentuhan sabda-Nya" yang menguatkan dan meringankan langkah kaki kita untuk terus melangkah menuju cita-cita kita. Untuk itu, di tahun yang indah ini, mari kita menemukan lebih banyak lagi "keterlibatan-keterlibatan-Nya" dalam seluruh hidup kita. Sebab dengan menemukan keterlibatan-Nya, kita akan semakin menyadari bahwa hidup kita hanyalah "pena-Nya" yang digunakan untuk mewarnai dunia agar menjadi semakin baik, indah, dan menyenangkan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-575327006449305965?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/575327006449305965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=575327006449305965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/575327006449305965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/575327006449305965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2012/01/menemukan-anugerah-nya.html' title='Menemukan Anugerah-Nya'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-1015033029645995050</id><published>2011-12-22T19:28:00.000-08:00</published><updated>2011-12-22T19:28:58.850-08:00</updated><title type='text'>"Lahir Kembali"</title><content type='html'>Ada sebuah kisah yang cukup menarik untuk kita renungkan berkaitan dengan "perubahan-pengosongan" diri yang gelap agar "cahaya" kehidupan dapat "menembus" kedalaman hati kita yang penuh dengan "kegelapan." Hati yang gelap ibarat sebuah ruangan yang tidak memiliki jendela, tidak memiliki lampu, dan juga tidak memiliki ventilasi udara. Ia menjadi semacam tempat yang tidak akan ada  seorang manusia pun yang ingin menempatinya. Bukan hanya itu, mungkin serangga-serangga yang lain juga tidak tahan tinggal di dalamnya. Di suatu negeri Antaberantah, hiduplah seorang petani yang sangat sederhana. Kesehariannya ia hanya pergi ke sawah, membersihkan ladangnya atau memanen hasil ladangnya. Ia belum mengenal adanya listrik atau apalah namanya yang sudah dipakai oleh orang-orang di kota. Pikirannya lugu dan lurus, tanpa mengenal adanya perumpamaan atau bahasa kiasan. Pada suatu ketika, ia kedatangan seorang tamu dari kota. "Slamat siang, Pak" sapa Jo."Siang, nak!" jawab Pak tani."Boleh kita ngobrol-ngobrol sebentar", pinta Jo."Boleh...", jawab Pak Tani."Pak, kalau kita ingin meningkatkan kualitas hidup, kita perlu melakukan perubahan-perubahan dalam hidup kita", tutur Jo."Apa itu, nak?", tanya pak tani."Bapak harus lahir kembali, supaya menjadi manusia baru....", jawab singkat Jo."Lo, kamu ini gila apa? Bagaimana saya bisa lahir kembali! Saya sudah setua ini kamu suruh masuk lagi ke rahim perempuan, ya?", sanggah pak tani.  "oh... maaf Pak. Bukan itu maksud saya. Tetapi, lahir kembali maksudnya kita perlu merubah cara-cara hidup kita yang lama kepada cara-cara hidup yang baru. misalnya, selama ini bapak hanya memakai lampu semprong untuk penerangan rumah, sekarang perlahan-lahan mulai memakai listrik. Atau biasanya bapak hanya menukar hasil kebun bapak dengan beras atau barang-barang lainnya, sekarang perlahan-lahan bapak bisa menjualnya dan menerima uang. Seperti itu Pak", tutur Jo."Oh...ho..ho...  Nak, Jo, berarti kalau kita ingin hidup lebih baik, berarti kita harus mengubah pikiran kita, cara hidup kita, dan berani menerima perubahan-perubahan hidup", jawab Pak Tani. "Betul, pak. Kebaranian untuk &lt;b&gt;mengubah&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;menerima&lt;/b&gt; perubahan hidup akan semakin memampukan kita menjalani hidup secara lebih baik. Seperti Gembala yang dengan gembira menerima Kabar Gembira kelahiran Sang Mesias, dan bergegas datang kepada-Nya. Kita perlu memiliki dua sikap ini, yaitu &lt;b&gt;menerima&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Kabar Gembira Keselamatan dan &lt;b&gt;mau datang &lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;kepada Kabar Gembira itu. Dengan itu, Sang gembala menerima kesukaan dan kemuliaan besar", tutur Jo. "Oh...ho.. Terima nak Jo", ungkap Pak Tani."Sama-sama Pak. Mari kita mengubah sikap kita dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;berani menerima sesuatu yang baik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;berani datang atau melakukan yang baik itu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, maka kita akan menerima kebahagiaan dan kemuliaan yang besar....", pesan Jo.Untuk menjadi manusia baru, kita perlu membuka diri terhadap yang baru ,  yang baik dan membahagiakan, serta berani untuk melakukannya dalam hidup kita.Selamat Natal 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-1015033029645995050?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/1015033029645995050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=1015033029645995050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1015033029645995050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1015033029645995050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/12/lahir-kembali.html' title='&quot;Lahir Kembali&quot;'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8770448949537146366</id><published>2011-11-19T19:07:00.001-08:00</published><updated>2011-11-19T19:27:58.604-08:00</updated><title type='text'>Hening</title><content type='html'>Meditasi identik dengan keheningan. Rekoleksi atau retret juga identik dengan keheningan. Bahkan dalam Retret lebih hening lagi, yaitu silentium magnum (berdiam diri seratus persen). Tidak ada suara sedekit pun. Apa tujuannya? untuk menemukan diri yang otentik, tanpa dipengaruhi atau ditopengi oleh hal-hal yang ada diluar diri. Diri yang otentik adalah diri yang sebagaimana adanya. Bukan yang bagimana diadakan. Penemuan diri yang otentik memberikan kekuatan dan keberanian kepada individu untuk juga menemukan panggilan hidupnya yang otentik pula. karena dalam keotentikan itu, diri yang sesungguhnya berinteraksi secara real dengan diri yang bergerak, bekerja, dan berpikir. Disinilah penting kita hening, hening, dan hening. Keheningan diri menuntun diri kita pada ide-ide yang luhur, cemerlang, dan luar biasa. Bukan hanya itu, keheningan juga memampukan kita untuk menemukan kekuatan guna melaksanakan dan merealisasikan ide-ide yang besar itu. Hening, hening, dan heningkanlah hidup kita, agar kita tercerahkan menuju kebesaran...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8770448949537146366?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8770448949537146366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8770448949537146366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8770448949537146366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8770448949537146366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/11/hening.html' title='Hening'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8861855704651970990</id><published>2011-11-14T17:59:00.001-08:00</published><updated>2011-11-14T18:13:41.538-08:00</updated><title type='text'>“Membentuk” Karakter Siswa</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;Kita semua (mungkin) sependapat bahwa perubahan zaman yang sangat cepat dan spektakuler telah “menciptakan” dunia sebagai sebuah “panggung pertunjukkan kolosal” yang melibatkan semakin banyak orang sebagai pemain. Namun sayang, sang pemain seringkali tidak mengenal dirinya lagi. Sang pemain menyembunyikan dirinya di balik topeng, pakain-busana, dan perannya (jabatan, kekuasan), sehingga ia menjadi orang asing bagi dirinya sendiri, ibarat seorang kerasukan (trance). Akibatnya, sang pemain melakukan apa saja yang “diperintahkan”, dilihatnya, didengarnya, dibacanya, atau ditontonnya tanpa kontrol diri. Korupsi, bom bunuh diri, seks bebas, perkelahian antarpelajar, perampokan, narkoba, pemerkosaan merupakan contoh-contoh aktual masalah ini.  Kita juga (mungkin) sependapat seperti Marshall McLuhan bahwa kemajuan di bidang komunikasi dan internet telah menjadikan dunia sebagai sebuah “a global village” karena semua orang dari berbagai macam bangsa dan Negara dapat saling berhubungan dan berkomunikasi seperti bertatapan muka (face to face). Ibarat tidak ada lagi sekat-sekat yang menghalangi “perjumpaan” itu bahkan sampai pada hal-hal privat.  “Keterbukaan” dunia ini tentu membawa berbagai macam pengaruh, baik yang positif maupun yang negatif. Positif karena ia memberikan berbagai macam kemudahan dan kenyamanan bagi hidup manusia (mulai dari fasilitas di tempat tidur sampai pada fasilitas di luar rumah). Negatif karena keterbukaan itu “membius” manusia-manusia muda pada sikap dan perilaku menyimpang, seperti narkoba, kumpul kebo, premanisme, perkelahian antarpelajar, seks bebas, dsj. dan  perlu segera mendapatkan penanganan. Di sinilah pentingnya pendidikan (sekolah).  Pendidikan (sekolah) yang masih dipercaya sebagai salah satu institusi yang paling efektif dalam membina, membentuk, membimbing, dan mengembangkan anak didik ke arah kedewasaan-kematangan perlu mengambil sikap dan tindakan untuk meminimalisir masalah tersebut. Salah satu tindakan yang perlu dilakukan adalah membangun karakter siswa. Pilihan ini tentu merupakan pilihan yang sulit karena melibatkan masyarakat (orang tua siswa, masyarakat umum) dan seluruh stakeholders sekolah. Untuk itu, tulisan ini akan membicarakan dua hal itu, yaitu pendidikan karakter dan keterlibatan aktif masyarakat (orang tua siswa) dalam membangun karakter anak. &lt;b&gt;Pendidikan Karakter&lt;/b&gt; Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat (Suyanto, 2010). Individu sadar, memahami, dan mengerti untuk apa ia melakukan atau membuat suatu tindakan atau keputusan.     Untuk tujuan inilah kita membutuhkan pendidikan karakter.  Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut (Kemendiknas, 2010). Pendidikan karakter “membentuk” anak didik agar memiliki (1) keteraturan interior, sehingga anak didik mampu mengukur tindakannya berdasar hierarki nilai. Artinya nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakannya; (2) koherensi. Koherensi merupakan dasar yang membangun rasa percaya satu sama lain. Dengan memiliki koherensi anak didik menjadi berani, teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi baru atau takut risiko; (3) otonomi. Anak didik menginternalisasikan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadi. Ini dapat dilihat lewat penilaian atas keputusan pribadi tanpa terpengaruh atau desakan pihak lain: (4) keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi  penghormatan atas komitmen yang dipilih (bdk. Doni Koesuma A. Kompas Cyber Media). Dengan demikian, pendidikan karakter bermuara pada: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik  (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development)(Kemendiknas, 2010). Artinya pendidikan karakter melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif (Suyanto, 2010). Oleh karena itu, pendidikan karakter perlu dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur dengan “melibatkan semua komponen (pemangku pendidikan), termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan” (Kemendiknas, 2010).   Dalam dinamika itu, pendidikan karakter menjadi suatu kemendesakan untuk dilaksanakan di sekolah. Sekolah perlu mendesain sedemikian rupa aktivitas-aktivitasnya (proses pembelajaran, ekstra kurikuler) agar mengarah pada pembentukan, pembinaan, dan pematangan karakter anak didik. Karakter mempengaruhi sukses dan tidaknya seseorang. Seperti yang ditegaskan oleh cendekiawan China Lu Kun (1536-1618) pada Dinasti Ming, Saigo Takamori (1827-1877), serta Kazuo Inamori, pendeta, pebisnis, dan salah satu guru manajemen terkemuka dunia pada saat ini  bahwa “kunci keberhasilan hidup yang sesungguhnya ternyata terletak pada attitude, karakter atau watak. Setelah watak, baru keberanian (courage), lalu kemampuan (ability). Bukan semata-mata pada kepintaran, inteligensia, maupun kerja keras” (TM. Luthfi Yazid, Gatra, 27/XVII 27 Mei 2011).  Dengan demikian, karakter seseorang perlu terus menerus dibina, dibentuk, dikembangkan, dan “dilatih” agar menjadi kebiasaan yang terbatinkan, terinternalisasikan dalam diri anak didik. Tentu saja usaha ke arah itu dapat dicapai bila para orang tua (masyarakat), para pendidik dan lembaga pendidikan mengondisikan  karakter baik dalam seluruh aktivitasnya. Bukankah sumbangan terbesar dari apa yang terjadi berasal dari hasil meniru dan belajar, baik di lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, lingkungan sekolah, dan lingkungan tempat tinggalnya?  Di sinilah pentingnya partisipasi aktif masyarakat. &lt;b&gt;Partisipasi Masyarakat (&lt;i&gt;Parental involvement&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Parental involvement, in almost any form, produces measurable gains in student achievement"&lt;/i&gt; (Dixon, 1992, p. 16). Membentuk, menanamkan, membiasakan, dan memelihara karakter baik pada anak (siswa) membutuhkan kerjasama yang baik antara sekolah dan masyarakat (terutama orang tua siswa). Masyarakat membutuhkan sekolah; dan sekolah membutuhkan masyarakat. Masyarakat dan sekolah tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masing-masing saling memengaruhi dan sekaligus menghidupkan. Antarkeduanya ada interrelasi dan interkorelasi.  Kesalingtergantungan ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan dan kehidupan sekolah  menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi proses pencapaian prestasi anak didik di sekolah.  The main benefit of parental involvement is the improved achievement of the student (LaBahn, J. 1995). Juga terpelihara atau terbina keseimbangan dalam membentuk karakter anak. Misalnya aturan sekolah mengharuskan anak untuk hidup disiplin. Aturan ini dapat berjalan dengan baik jika masyarakat turut menjaga putra-putrinya agar bersikap dan berperilaku disiplin. Mulai dari bangun pagi, berangkat ke sekolah, belajar di rumah, dan istirahat malam. Tanpa peran serta masyarakat, aturan ini sulit untuk ditegakkan. Akibatnya, di sekolah anak-anak mengalami kesulitan untuk disiplin. Maka ketika di sekolah anak-anak dipaksa untuk disiplin, mereka memberontak. Membolos. Sering tidak masuk sekolah. Oleh karena itu, masyarakat (orang tua) perlu menjalin kerjasama dengan sekolah agar proses pembinaan dapat berlangsung kontinu dan sejalan. Masyarakat juga perlu menyadari bahwa keberhasilan putra-putrinya dalam menempuh pendidikan tidak dapat dilimpahkan sepenuhnya kepada sekolah. Masyarakat perlu memberi  pendampingan, bimbingan, dan berpartisipasi aktif dalam “kehidupan” sekolah putra-putrinya. Maka menjadi ironis ketika masyarakat cuek atau bahkan acuh tak acuh terhadap kehidupan sekolah; ketika masyarakat “membiarkan” putra-putrinya bersikap dan berperilaku di luar batas-batas norma masyarakat; atau ketika masyarakat cuek terhadap undangan sekolah guna membantu putra-putrinya memecahkan masalah yang dialaminya. Partisipasi aktif orang tua dalam kehidupan sekolah menunjukkan bahwa mereka memiliki komitmen dalam mendidik dan membimbing putra-putrinya untuk mencapai prestasi yang gemilang. Loucks (1992: 19) menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dalam kehidupan sekolah menghasilkan peningkatan pencapaian prestasi anak. “... parent involvement in the school results in improved student achievement."  Untuk itu, Campbell (1992: 2-3) memberikan 10 karakteristik yang dapat menjadi acuan (blueprint) bagi para orang tua dalam usaha membantu putra-putrinya memeroleh hasil yang  lebih maksimal di sekolah. Kesepuluh karakteristik itu adalah: &lt;i&gt;1. A feeling of control over their lives. 2. Frequent communication of high expectations to children.3. A family dream of success for the future.4. Hard work as a key to success.5. An active, not a sedentary, lifestyle.6. Twenty-five to 35 home-centered learning hours per week.7. The family viewed as a mutual support system and problem-solving unit.8. Clearly understood household rules, consistently enforced.9. Frequent contact with teachers.10. Emphasis on spiritual growth. &lt;/i&gt; Dalam konteks ini, peran serta masyarakat dalam kehidupan putra-putrinya di sekolah sangat penting dan terus menerus harus ditingkatkan dan disegarkan. Partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan sekolah telah diyakini dan dibuktikan dapat meningkatkan prestasi anak dan meningkatkan sikap dan perilaku baik anak. Dengan partisipasi aktif itu, sekolah dan masyarakat memiliki kesetaraan dalam kepedulian, solidaritas, dan cinta (love, care and solidarity). Sekolah dan masyarakat menjadi team kerja yang baik dan solid. &lt;i&gt;“When parents, students, and the school work together, it is possible to accomplish great things at the secondary level.  Everyone reaps the benefits! "When both parents and teachers work together, communicate and build a family and school partnership, parents, teachers and children benefit from the outcome" (Gelfer, 1991: 167). “The more the parent becomes involved and learns about the school, the more the parent can help the student. The parents are able to "increase their understanding of child development in areas of physical, social, emotional and cognitive development"&lt;/i&gt; (Ibid, 164).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8861855704651970990?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8861855704651970990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8861855704651970990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8861855704651970990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8861855704651970990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/11/membentuk-karakter-siswa.html' title='“Membentuk” Karakter Siswa'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6740262260151622554</id><published>2011-09-09T08:00:00.000-07:00</published><updated>2011-09-09T08:01:43.958-07:00</updated><title type='text'>KEBAHAGIAAN</title><content type='html'>Alex, Nico, Rena, dan Cheryl, empat sekawan yang saling memerhatikan dan membantu dalam suka dan duka. Mereka rata-rata berasal dari keluarga yang sangat sederhana, namun taat dan patuh pada Tuhan. Orang tua Patrick bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu. Orang tua Nico bekerja sebagai buruh bangunan. Orang tua Rena bekerja sebagai guru di pelosok kampung yang jauh dari keramaian. Sementara, orang tua Cheryl bekerja sebagai buruh pabrik. &lt;br /&gt;Dalam kesederhaan itu, empat sekawan ini saling membantu dan mengasihi satu sama lain, seperti orang tua mereka yang juga saling mengasihi dan menyanyangi satu sama lain. Bahkan ketika mereka tidak cukup makan tiga kali sehari, mereka tetap bahagia. Bagi mereka kebahagiaan bukan karena memiliki banyak harta, tetapi memiliki kehidupan dan kasih sayang. &lt;br /&gt;“Kebahagiaan berasal dari dalam diri kita, bukan dari luar diri kita”, tegas Patrick. “Bila kita ingin bahagia, kita harus merasa cukup dengan diri kita”, sambung Nico. “Kita harus menjadi pribadi yang penuh syukur, bebas dari berkeinginan yang berada diluar kemampuan kita”, tutur Rena. “Kita bahagia dengan apa yang kita miliki, bukan dengan apa yang ingin kita miliki”, tegas Cheryl. &lt;br /&gt;Mereka hidup luar biasa. Fokus kehidupannya bukan pada apa yang ingin mereka miliki, tetapi pada apa yang mereka miliki. Menakjubkan. Luar biasa. Dimana pun mereka berada, mereka menikmati hidupnya dengan apa yang dimilikinya. &lt;br /&gt;Melihat kenyataan itu, banyak teman-temannya yang iri. Misalnya, ketika mereka di sebuah taman sambil bersenda gurau dengan tertawa-tertawa kecil bahagia, tiba-tiba datanglah seorang teman sekolahnya. “Eh..orang-orang miskin, ngapain lo di sini?”, ejeknya. “Kami sedang bersenda gurau. Mau ikutan?”, jawab mereka. “Tidak. Malu-maluin main sama orang-orang miskin, seperti kalian! Puek!”, ejeknya. “Ya… terserahlah. Kami hanya menawarkan saja. Memang kami miskin harta, tetapi kami kaya kasih sayang dan cinta”, ujar mereka. “Puek! Puek! Puek!”, ejeknya sambil pergi meninggalkan mereka. &lt;br /&gt;“Kasihan teman kita itu, ia kaya tapi hatinya tidak bahagia. Jahat”, tutur Patrick. “Karena itu, kebahagiaan bukan ditentukan oleh harta benda yang kita miliki, tetapi oleh cinta dan kasih sayang yang kita berikan kepada sesama”, sambung Nico dan Rena. “Iya betul, betul sekali. Kebahagiaan hidup hanya dapat kita raih dan rasakan ketika kita merasa cukup dan bahagia dengan apa yang kita miliki”, lanjut Cheryl. “Seperti kita ini, miskin harta, tapi kaya cinta dan kasih sayang”, puji Patrick. “Inilah yang ditegaskan Yesus dalam khotbah-Nya di bukit (Mat 5: 3-12): ‘Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.’", tambah Nico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kebahagiaan hidup dapat diraih dalam cinta dan kasih sayang yang kita bagikan kepada orang lain. Kita bahagia ketika kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki. Untuk itu, jadilah pribadi yang penuh syukur, penuh kasih, dan penuh dalam keberadaan kita, maka kita akan bahagia.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6740262260151622554?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6740262260151622554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=6740262260151622554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6740262260151622554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6740262260151622554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/09/kebahagiaan.html' title='KEBAHAGIAAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-9036939873254111595</id><published>2011-09-09T07:55:00.000-07:00</published><updated>2011-09-09T07:57:49.106-07:00</updated><title type='text'>BERDOA</title><content type='html'>Menjelang istirahat malam, Lukas memanggil kedua orang tuanya dan seorang kakaknya. “Pak, Bu, Kakak cepat ke sini”, teriak Lukas. Mereka kaget. “Jangan-jangan…”, pikir Ibunya. “Ah… ngelantur”, seru Bapaknya. Dengan perasaan agak cemas, mereka perlahan-lahan mendekati kamar Lukas. “Pelan-pelan…”, bisik sang Bapak. &lt;br /&gt;Sesampai di pintu kamar Lukas, mereka diam dan dengan sangat hati-hati melongok ke dalam kamar. “Ada apa, Pak?”, tanya Ibunya. “Gak ada apa-apa. Lukas sedang membaca Kitab Suci. SSSttt…”, seru Bapaknya. &lt;br /&gt;Melihat kejadian itu, mereka diam dan memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya masing-masing. “Ayo kita tidur lagi. Biarkan Lukas membaca Kitab Sucinya. Besok baru kita tanya-tanya dia”, ajak sang Bapak. “Ayooo…”, jawab sang ibu dan kakak.&lt;br /&gt;Namun sebelum sampai di kamarnya masing-masing, Lukas berteriak lagi dengan suara lebih keras. “Pak, Bu, Kak….. cepat ke sini!!! Kalian ngapain sih koq gak sampai-sampai di kamarku? Cepetannnnnnnnnnn!!”, teriak Lukas. “Ya, ya, ya, Nak”, jawab ibunya. &lt;br /&gt;Mereka segera bergegas menuju kamar Lukas. “Ada apa, Nak? Malam-malam koq teriak-teriak”, tanya ibunya. “Bapak, Ibu, sama Kakak cepet masuk ke kamarku!”, teriak Lukas.&lt;br /&gt;Mereka segera masuk ke kamar Lukas. Lalu duduk dan siap mendengarkan apa yang mau disampaikan Lukas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak : “Ada apa Nak. Ceritalah pada kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu : “Ia, Nak. Malu kita mendengar teriakan malam-malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak : “Ia, ngapain sih teriak-teriak begitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas : “Bapak selalu bilang kalau kita berdoa jangan pendek-pendek. Sementara Yesus memberitahu para murid-Nya, berdoa itu jangan panjang-panjang. Ibu juga selalu bilang jangan lupa berdoa dimanapun kita berada. Sementara Yesus memberitahu para murid-Nya kalau berdoa masuk ke dalam kamar dan kuncilah kamar itu. Kakak juga selalu bilang sama aku, kalau berdoa jangan doa Bapa Kami terus, padahal Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya kalau berdoa, berdoa Bapa Kami. Bagaimana itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak : “Ya. Bapak tahu. Tapi, Yesus juga tidak melarang kita berdoa lebih panjang dari doa Bapa Kami, kan? Yesus ingin kalau kita berdoa, berdoa dengan tulus dan rendah hati. Jangan dibuat-buat seperti orang munafik. Seperti orang-orang Farisi. Kalau dilihat orang rajin berdoa. Tetapi kalau tidak ada orang tidak pernah berdoa. Yesus juga menghendaki agar di saat kita berdoa, kita berdoa dengan penuh syukur, memuliakan Allah, dan mengakui bahwa kita adalah orang berdosa. Karena itu, kita perlu berdoa dengan penuh syukur, iman, dan penuh harapan untuk menerima pengampunan atas segala perilaku kita yang tidak baik.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas : “Tapi, Pak, Yesus juga sering berdoa sendirian. Kenapa Bapak selalu nyuruh aku berdoa bersama?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak : “Ya, semuanya baik. Doa pribadi baik. Doa bersama juga baik. Dalam doa pribadi kita berdialog dengan Tuhan secara pribadi dan lebih intensif. Dalam doa bersama kita membangun persekutuan dengan Tuhan dan sesama. Bersama dengan sesama kita memuji dan memuliakan Tuhan. Yesus juga melakukan hal sama, kan? Kadang Ia berdoa sendirian dan lain waktu Ia berdoa bersama para murid-Nya. Jadi semuanya baik.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas : “Oh… berarti kalau kita berdoa, kita tidak boleh marah, ya Pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak : “Marah sama siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas : “Sama teman atau siapa saja yang menjadi musuh kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak : “Saat kita mau berdoa, hati kita mesti rela untuk mengampuni. Maka Tuhan memerintahkan kita untuk berdamai terlebih dahulu dengan sesama sebelum kita bersekutu dengan-Nya. Kalau tidak, kita menjadi orang munafik. Seperti yang ditegaskan oleh Yesus: barangsiapa mengaku mengasihi Allah, tetapi membenci sesamanya yang kelihatan, ia munafik.” Jadi dalam berdoa hati kita harus tertuju kepada Allah, penuh syukur, penuh pengampunan untuk memuliakan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas : “Ya, ya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dalam berdoa kita patut bersyukur, memuliakan Allah, dan menyampaikan dengan rendah hati pengharapan kita. Doa yang baik perlu diawali dengan hati yang tulus, rela mengampuni, dan menerima sesama sebagai saudara.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-9036939873254111595?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/9036939873254111595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=9036939873254111595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/9036939873254111595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/9036939873254111595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/09/berdoa.html' title='BERDOA'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-701744210832102110</id><published>2011-09-09T07:52:00.000-07:00</published><updated>2011-09-09T07:54:07.737-07:00</updated><title type='text'>Pencobaan</title><content type='html'>Pak Jusuf, seorang tukang kayu yang hidupnya jujur dan baik. Sehari-sehari pekerjaannya adalah membuat kusen jendela dan kusen pintu. Ia juga menerima pesanan untuk memerbaiki lantai atau dinding rumah yang rusak. Juga ia sering dipanggil tetangga-tetangganya untuk mengecat rumahnya. Baginya apa pun pekerjaan, akan ia lakukan selagi ia bisa mengerjakannya. Ia menekuni pekerjaannya sejak ia menamatkan sekolah di STM. &lt;br /&gt;Suatu hari, ketika ia sedang mengecat dinding rumah Pak Johan, ada seorang kaya memerhatikannya dengan seksama. Orang kaya itu berhenti dan turun dari mobilnya hanya untuk memerhatikan cara Pak Jusuf mengecat rumah. Orang kaya itu mengamatinya selama beberapa hari dan pada suatu hari ia akhirnya memerkenalkan diri kepada Pak Jusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Pak. Kenalkan saya Pak Marthen”, sapa Pak Marthen.&lt;br /&gt;“Saya Jusuf, Pak”, sahut pak Jusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perkenalan itu, mereka ngobrol serius tentang pekerjaan, honor yang diterima Pak Jusuf, bila mengerjakan pekerjaan seperti itu (mengecat rumah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Marthen : “Pak Jusuf sudah berapa lama menekuni pekerjaan ini?”&lt;br /&gt;Pak Jusuf : “Sudah hampir 26 tahun, Pak. Sejak saya tamat STM”&lt;br /&gt;Pak Marthen : “Lho, kenapa Bapak tidak lanjut kuliah?”&lt;br /&gt;Pak Jusuf : “Orang tua saya tidak memiliki biaya untuk kami sekolah. Kami semua tamat STM, Pak”&lt;br /&gt;Pak Marthen : “Ya, ya, ya. Tapi kalau Bapak bekerja seperti ini, Bapak dibayar harian atau borongan?”&lt;br /&gt;Pak Jusuf : “Tergantung Pak. Ada yang harian, ada yang borongan”&lt;br /&gt;Pak Marthen : “Kalau harian, Bapak dibayar berapa? Kalau borongan, satu rumah begini berapa?”&lt;br /&gt;Pak Jusuf : “Harian: perhari 75.000; Borongan: 4.000.000;”&lt;br /&gt;Pak Marthen : “Oh… murah sekali… (sambil mengangguk-anggukkan kepalanya). Bagaimana kalau Bapak mengerjakan rumah saya? Untuk harian saya bayar Bapak 150.000 dan Borongan saya bayar 6.000.000. Bagaimana?”&lt;br /&gt;Pak Jusuf : “Maaf, Pak. Saya belum bisa. Saya harus menyelesaikan pekerjaan ini.”&lt;br /&gt;Pak Marthen : “Bagaimana kalau hariannya 200.000; dan borongan 6.500.000?”&lt;br /&gt;Pak Jusuf : “Maaf, Pak. Saya belum bisa. Saya harus menyelesaikan pekerjaan ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Pak Jusuf sudah memberikan jawaban tidak, namun Pak Marthen tetap mengejarnya dan mengejarnya agar Pak Jusuf mau meninggalkan pekerjaannya dan segera mengerjakan rumahnya. Pak Marthen memberikan honor yang fantastik untuk menarik Pak Jusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Marthen : “Ayolah Pak. Bapak minta berapa? 250.000/ hari? Silahkan. Yang penting rumah saya segera selesai. Soalnya tukang-tukang lain, pekerjaannya kurang bagus.”&lt;br /&gt;Pak Jusuf : “Maaf, Pak. Untuk ketiga kalinya saya harus mengatakan tidak. Saya harus menyelesaikan pekerjaan ini. Saya bertanggung jawab atas apa yang saya setujui dengan Pak Johan. Perjanjian harus ditepati kan, Pak? Meskipun upahnya lebih rendah, tapi tanggung jawab harus dilaksanakan dengan baik. &lt;br /&gt;Pak Marthen, dalam hidup saya juga selalu ingat sabda Guru Agung saya: ‘Kita hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.’ &lt;br /&gt;Meskipun Bapak membayar saya mahal, tetapi saya tidak bisa membohongi kesepakatan saya. Saya ingat apa yang dialami oleh Guru Agung saya waktu Ia ditawari berbagai macam kemegahan, kekuasaan, dan harta, Ia tetap setia pada pilihan-Nya. Bahkan Ia dengan keras menegur pembujuk-Nya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbhakti!’ Jadi, Pak Marthen, saya mohon maaf, dan mudah-mudahan saya bisa belajar setia dengan hidup saya, seperti Guru Agung saya itu.”&lt;br /&gt;Pak Marthen : ?????????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kesetian pada pilihan/panggilan hidup dan dibarengi oleh kekuatan iman akan memampukan kita mengatasi berbagai macam cobaan hidup yang hadir menyapa kita. Dalam kesetian dan kekuatan iman kita dapat menemukan indahnya kehidupan karena Allah memampukannya.   &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-701744210832102110?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/701744210832102110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=701744210832102110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/701744210832102110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/701744210832102110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/09/pencobaan.html' title='Pencobaan'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-2635038308974638721</id><published>2011-08-22T17:55:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T17:59:56.854-07:00</updated><title type='text'>PENYESALAN</title><content type='html'>Penyesalan selalu datang kemudian. Karena penyesalan pada hakikatnya merupakan akumulasi sikap dan tindakan kita yang jauh dari harapan Allah. Dan celakanya, penyesalan yang kemudian itu menjadi semacam “duri dalam daging” yang menusuk-nusuk dan melemahkan kita. Atau bahkan penyesalan kadang menjadikan kita linglung, stress berkepanjangan, atau bahkan mematikan kekuatan kita. Diri kita kehilangan nilai-nilai luhurnya. Lemah. Lumpuh. Gelap.&lt;br /&gt;	Pengalaman seperti ini lama saya geluti. Saya mencoba untuk melupakannya, tetapi sungguh sulit. Bahkan semakin saya berusaha untuk melupakannya, semakin intens pula dia menghampiri saya. Ibarat udara, semakin banyak saya buang saat bernafas, semakin banyak pula saya hirup kembali. Sungguh ia menjadi bagian dari proses hidup kita yang selalu hadir, hadir, dan hadir lagi. &lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu, dalam satu episode kehidupan saya, ketika saya merasa diri lebih pandai dan lebih sempurna dari adik saya yang bisu, saya selalu merendahkannya. Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan sikap dan tindakan saya yang kasar kepadanya. Sungguh menyedihkan. Sampai Ibu saya sering marah kepada saya. “Jangan kamu sombong. Adikmu kan tidak tahu. Jangan dimarahi. Kasihan dia.” &lt;br /&gt;	Namun, celakanya, saya tidak menghiraukan sapaan Allah yang “mengalir” dari mulut Ibu saya. Saya tetap saja menjalankan aksi-aksi kasar sampai dua hari sebelum adik saya diambil dan dipeluk mesra oleh Allah (meninggal). Adik saya, entah kenapa bisa lepas dari pengawasan Ibu, meninggal karena tenggelam di kolam di samping rumah. Mungkin waktu itu ia ingin mencoba menyeberangi kolam tersebut. Karena kami (saya dan kakak) diperhatikan sering menyeberangi kolam itu untuk memberi makan malam pada ternak kami: sapi dan kerbau. Itu menjadi tugas saya dengan kakak.  &lt;br /&gt;	Sayang, entah bagaimana proses kejadiannya, ia ditemukan Ibu di kolam sudah tidak tertolong lagi. Saat itu, Ibu menangis sejadi-jadinya. Sementara saya tenang-tenang saja. Bahkan dalam hati ada perasaan senang: “hilang sudah penggangguku.” Oh..Tuhan. Sungguh jahat dan kejamnya saya. Saya sungguh menyesal. Namun, penyesalan selalu tinggal penyesalan. &lt;br /&gt;	Penyesalan akan sikap dan tindakan saya itu menghiasi dan mewarnai keseharian hidup saya. Kadang saya berhenti dari segala aktivitas saya dan diam seribu bahasa. Hati sedih dan menangis, tetapi yang ditangisi telah berlalu. Saya mencoba untuk menenangkan diri dengan mengambil beberapa retret pribadi. Saya ingin membuka dan membuang jauh-jauh sejauh yang saya bisa pengalaman itu serta memohon bantuan Allah agar saya dikuatkan untuk mampu menerima pengalaman itu sebagai bagian dari pembelajaran. &lt;br /&gt;             Saya memulai usaha dengan berdoa mohon agar Roh Kudus berkenan hadir, masuk, diam, dan membimbing  saya kepada yang Dia kehendaki. Setelah itu, saya membaca sabda Tuhan dan merenungkannya. Saya diam, diam, dan diam sambil menikmati heningnya malam dengan angin sepoi-sepoi sampai pada suatu titik, saya merinding. Tubuh saya gemetar. Bulu-bulu berdiri semua. Detak jantung  semakin kencang. Sekujur tubuh saya seperti bintik-bintik. &lt;br /&gt;            Walaupun saya mengalami pengalaman itu, saya tetap diam, diam, dan diam. Tetapi, secara perlahan-lahan saya mulai menikmati makna sebuah penyesalan. Ia menghadirkan makna indah bagi saya. Ia membuka kekelaman hati saya untuk menerima dan memelajari apa pun yang terjadi dalam hidup ini: entah baik atau pun buruk. Karena semuanya membantu kita menjadi seperti sekarang ini. Nilai-nilai yang dihadirkan dan ditempakan dalam diri kita beranekaragam. Yang semuanya menjadi bagian pembentuk dan pendewasa diri kita sekarang. Kita menjadi lebih peduli dan cinta terhadap sesama yang berkekurangan. Kita menjadi lebih ramah dan bersahabat dengan orang lain apa pun itu kondisinya.  &lt;br /&gt;           Penyesalan mendekatkan saya dengan Allah secara lebih pribadi. Ia menyinari mata hati kita sehingga kita dapat memandang setiap “yang lain” (the others) sebagai bagian dari hidup kita. Penyesalan menembus tembok hati kita sehingga kita dapat “menguyah” sabda Yesus: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Mat 7:1-2). Sabda Yesus ini semakin menegaskan kepada saya  maksud Allah menjemput adik saya itu, yakni Allah tidak tega melihat anak yang dikasihi disakiti terus menerus. Allah menyelamatkan adik saya dari siksaan duniawi yang dilakukan oleh saudaranya sendiri. Allah lebih memilih mengambil anak-Nya yang kudus dari cengkeraman kekerasan dunia. Allah segera menyelamatkan anak-Nya sebelum jatuh dalam genggaman dunia yang angkuh dan sombong. &lt;br /&gt;            Sungguh luar biasa. Allah menggendong dan memayungi adik saya dengan kepakan sayap-Nya yang kudus dan mulia. Dan kini, saya bahagia karena Allah memuliakan adik saya di surga.  Juga saya bahagia, karena Allah mencegah saya untuk terus-menerus berbuat dosa. Sungguh Allah kita adalah Allah yang hebat. Ia begitu dekat dan peduli dengan kita. Bahkan Ia rela mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba dan menjadi manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Bapa,&lt;br /&gt;Engkau begitu baik dan peduli dengan hidupku,&lt;br /&gt;Engkau begitu mengasihi dan mencintaiku, &lt;br /&gt;Engkau juga begitu setia menjaga dan melindungiku,&lt;br /&gt;Bapa,&lt;br /&gt;Aku mohon, tariklah dan tegurlah hamba-Mu ini,&lt;br /&gt;Bila hamba-Mu ini berpaling dari jalan-Mu,&lt;br /&gt;Bila hamba-Mu melanggar perintah-Mu,&lt;br /&gt;Bila hamba-Mu ini ingin menang sendiri,&lt;br /&gt;Bila hamba-Mu ini merendahkan orang lain,&lt;br /&gt;Bapa,&lt;br /&gt;Jadikanlah hamba-Mu ini, &lt;br /&gt;jalan bagi kemuliaan-Mu,&lt;br /&gt;saluran bagi cinta-Mu yang tulus dan suci,&lt;br /&gt;bejana bagi kabaikan-Mu,&lt;br /&gt;sehingga dengan demikan,  &lt;br /&gt;hamba-Mu ini dapat terus memuji dan memuliakan nama-Mu,&lt;br /&gt;dalam seluruh aktivitas hidup sehari-hari, &lt;br /&gt;bersama dengan Putra-Mu dalam persekutuan dengan Roh Kudus,&lt;br /&gt;kini dan sepanjang masa.&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit rahmat, 11 Agustus 2011&lt;br /&gt;Pukul 0.00 -02.30 wita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-2635038308974638721?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/2635038308974638721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=2635038308974638721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2635038308974638721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2635038308974638721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/08/penyesalan.html' title='PENYESALAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3406922124358319343</id><published>2011-08-22T17:47:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T17:51:19.313-07:00</updated><title type='text'>Kejadianku yang Dahsyat dan Ajaib</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya”  (Mzm 139:14)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pertama menenangkan diri di rumah retret “Bukit Rahmat”, Samarinda, menghadirkan berbagai pengalaman hidup tentang dikasihi dan dicintai dengan tulus murni oleh orang tua, seperti “sang surya menyinari dunia.” Sungguh luar biasa. Sungguh mulia dan suci cinta dan kasihnya hanya demi kebahagiaan kita, anak-anaknya. &lt;br /&gt;Air mata perlahan tapi pasti mengalir jatuh membasahi pipi bagaikan air terjun. Kesedihan hati meluap dalam isak tangis sesal. Pertahan dan tembok-tembok kesombongan dan keangkuhan mulai terkuak dan tertelanjangi di hadapan orang tua yang begitu baik dan sayang kepada kita. Kebohongan dan kebebalan kita terbongkar di hadapan ketulusan dan keluhuran cinta kasih mereka. Mereka menjaga dan merawat kita selama Sembilan bulan dalam kandungan. Mereka kerja membanting tulang, menahan rasa kantuk saat kita rewel atau sakit, menahan diri untuk membeli kebutuhannya demi makanan dan susu kita, rela berjalan dan mengantri berjam-jam di dokter demi kesehatan kita, bahkan rela tidak makan dan minum demi memenuhi kebutuhan harian kita. &lt;br /&gt;Cinta dan kasihnya dicurahkan untuk kita tanpa “mengharap kembali.” Mereka bahagia bila kita bahagia. Mereka tersenyum dan bangga bila kita sehat dan pandai. Mereka bangga dan bahagia sekali bila kita dipuji oleh orang lain: “oh… anaknya Bapak-Ibu luar biasa baik dan pintarnya.” Mereka girang ketika kita menghargai apa yang mereka berikan kepada kita. Sungguh luhur dan agung kasihnya untuk kita, anak-anaknya.  Mereka tidak pernah “mengharap kembali” apa yang telah mereka curahkan kepada kita dengan cucuran keringat dan air mata. Itu semata-mata hanya demi “hidup” kita. &lt;br /&gt;Namun, pernahkah kita berterima kasih kepada mereka? Pernahkah kita berpikir untuk menghargai mereka? Atau apakah kita sudah melaksanakan apa yang mereka dambakan atau harapkan? Apakah kita sudah tersenyum kepada mereka? &lt;br /&gt;Kalau kita jujur dan tulus mengakuinya, kita justru lebih banyak menyakiti mereka. Bahkan yang lebih menyakitkan hatinya, kita menghina dan meremehkan mereka. Mereka kita “lawan, fitnah, bohongi, atau bahkan permalukan di depan banyak orang” dengan sikap dan perilaku kita yang tercela dan melanggar norma-norma kesopanan. Kita “menikam” mereka dengan tindakan kita yang bodoh seperti mengonsumsi narkoba, seks bebas, malas belajar, berkelahi, tawuran, dan ugal-ugalan di jalan. Oh… sangat memalukan.  Bahkan kita “menghancurkan” mereka dengan keangkuhan dan kesombongan kita. Sungguh kita bagaikan si “Malin Kundang” dan si “anak sulung” yang menghambur-hamburkan harta mereka demi memenuhi hawa nafsu kita…. &lt;br /&gt;Kita menutup mata hati kita terhadap pengorbanan mereka. Bahkan terhadap pengorbanan dirinya. Mereka telah rela berkorban seperti Yesus sendiri “mengorbankan nyawa-Nya demi kebahagiaan dan keselamatan kita.” Dalam dan melalui mereka, Allah menjadikan kita dahsyat dan ajaib; Allah merawat,  mencintai, dan mewariskan cinta kasih-Nya yang tulus murni, tanpa syarat kepada kita. Allah mengajarkan kepada kita betapa agung dan luhurnya pengorbanan demi kebahagiaan dan keselamatan sesama.  Allah mengaktualisasikan keluhuran dan kemisterian-Nya melalui perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Bahkan Allah berkenan merendahkan diri dan menjadi pelayan bagi kita. Seperti yang Ia tegaskan “… sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mat 20:28; Mrk 10: 45).  &lt;br /&gt;Untuk itu, dalam kesunyian dan keheningan malam, kita perlu merendahkan dan membuka diri  agar Allah Roh Kudus memasuki dan membongkar tembok-tembok keangkuhan, kesombongan, dan egoisme diri kita yang menjauhkan kita dari ketulusan, keluhuran, dan kesucian kasih Allah yang telah mengorbankan diri-Nya demi kebahagian dan keselamatan kita. Kita menyediakan diri diubah, disucikan, dan dibentuk oleh Allah, seperti yang Ia ingini. Kita “menjemput” dan “merangkul” orang tua kita dan memohon ampunan darinya. Sehingga kita dapat bersamanya menghidupi, mewartakan, dan melaksanakan cinta kasih Allah yang tulus dan mulia dalam sikap dan perilaku hidup kita sehari-hari. Seperti St. Paulus, kita pun dapat berujar:  “… Allah menjadi semua di dalam semua” (I Kor 15: 28). “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (2 Kor 12:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit rahmat, 10 Agustus 2011&lt;br /&gt;Pukul 23.00-01.18 Wita&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3406922124358319343?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3406922124358319343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3406922124358319343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3406922124358319343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3406922124358319343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/08/kejadianku-yang-dahsyat-dan-ajaib.html' title='Kejadianku yang Dahsyat dan Ajaib'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-5639588947014105223</id><published>2011-08-22T17:34:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T17:43:49.880-07:00</updated><title type='text'>Membuat Keputusan</title><content type='html'>Orang-orang sibuk, kerapkali mengalami kesulitan dalam membuat sebuah keputusan. Mereka bahkan sedapat mungkin menghindari membuat keputusan. Namun, orang-orang penting justru harus membuat keputusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi sulit, kita (mungkin) sepakat bahwa membuat keputusan adalah sesuatu yang sangat sulit. Sulit karena hati dan pikiran kita berada dalam ketegangan dan emosional yang tinggi. Sehingga kita tidak mampu melihat maksud dan tujuan baik dari sebuah keputusan yang harus kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun kesulitan itu dapat diatasi dengan "keheningan",&lt;br /&gt;menenangkan pikiran dan hati agar keputusan kita tidak dipengaruhi oleh emosi atau perasaan kita.... tapi ditentukan oleh maksud dan tujuan kita membuat keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anjurannya: tenanglah dalam memutuskan sesuatu. Karena dalam ketenangan kita dapat memutuskan sesuatu dengan jernih...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-5639588947014105223?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/5639588947014105223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=5639588947014105223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/5639588947014105223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/5639588947014105223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/08/membuat-keputusan.html' title='Membuat Keputusan'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-7356935897348532520</id><published>2011-07-26T22:09:00.000-07:00</published><updated>2011-11-19T18:49:36.628-08:00</updated><title type='text'>Sekolah Kehidupan</title><content type='html'>Sekolah kehidupan merupakan sebuah medium yang memroses hidup kita menuju pada diri kita yang sekarang. Dari hidup, kita belajar memaknai hidup kita yang senantiasa berproses menuju kehidupan yang lebih baik. Namun, sayang, kita sering lupa bahwa sekolah yang paling efektif membentuk hidup kita adalah pengalaman keseharian hidup kita. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa terbentuknya hidup kita seperti sekarang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang bersinggungan dengan kehidupan harian kita. Jadi, rawatlah hidup anda maka anda akan merayakan hidup anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-7356935897348532520?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/7356935897348532520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=7356935897348532520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7356935897348532520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7356935897348532520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/07/sekolah-kehidupan.html' title='Sekolah Kehidupan'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3083157970651297974</id><published>2011-07-10T07:42:00.000-07:00</published><updated>2011-07-10T08:22:33.130-07:00</updated><title type='text'>KEBAHAGIAAN</title><content type='html'>Alkisah, ada seorang murid yang hendak menemukan kebahagiaan. Ia menyusun suatu rencana indah dalam hidupnya dan menuliskannya dalam buku agendanya. "Ada satu hal yang harus aku temui dalam hidupku, yaitu kebahagiaan. Sebelum aku menemukannya, hidupku tidak ada nilainya." Setelah dia menuliskan niatnya itu, ia kemudian memersiapkan segala keperluan yang ia butuhkan dalam perjalanan menuju kebahagiaan. Pakaian, beras, air, senter, dan sepatu. Semua keperluannya dimasukan dalam satu koper besar. "Ah... semua sudah beres. Besok pagi-pagi aku harus berangkat. Sekarang aku istirahat dulu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 04.00 ia sudah bangun dari tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi. Jam 04.30, ia sudah siap untuk berangkat. Koper yang sudah disiapkan semalam sudah ditempatkan di depan pintu, sambil menunggu mobil menjemputnya. Jam 05.00, mobil yang menjemputnya belum datang. Ia mulai gelisah. Keluar-masuk kamar sambil sesekali melongok ke luar. Jam 05.10, tamu yang tak diundang menghampirinya. "Selamat pagi anak muda", tegur pak tua. "Pagi Pak. Ada apa pagi-pagi begini sudah ke sini!!!" sahutnya dengan nada suara yang tinggi. "Maaf, anak muda. Seandainya saya mengganggu ketenangan anak muda, saya akan segera pulang. Tetapi seandainya tidak, saya ingin menemani anak muda di sini sampai bus datang menjemputmu", pinta pak tua. "Oh.. Tidak. Pak tua tidak mengganggu saya. Tapi saya terganggu karena bus belum juga menjemput saya. Padahal saya sudah pesan pagi-pagi.", jelasnya. "Baiklah kalau begitu. Mungkin kita bisa berbagi cerita atau apa sajalah sambil menunggu jemputan anda", pinta pak tua. "Baiklah... mari Bapak silahkan masuk...", sahut anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu bus yang menjemput anak muda itu, mereka bercakap-cakap di ruang tamu.&lt;br /&gt;Pak Tua: "Maaf, anak muda mau kemana? Pagi-pagi begini sudah rapi?" &lt;br /&gt;Anak muda: "Saya mau mencari dan menemukan kebahagiaan yang sudah lama saya impi-impikan."&lt;br /&gt;Pak Tua: "Dimana anak muda akan mencari dan menemukan kebahagiaan itu?"&lt;br /&gt;Anak muda: "Di seberang laut itu. Menurut cerita di sana ada nenek tua yang akan memberikan itu (kebahagiaan)."&lt;br /&gt;Pak Tua: "Apakah anak muda percaya dengan semua itu?"&lt;br /&gt;Anak muda: "Percaya Pak. Makanya saya sudah memersiapkan semuanya untuk menuju ke tempat itu. Konon di kalu kita sudah sampai di tempat itu, kita akan memeroleh kebahagiaan."&lt;br /&gt;Pak Tua: "Anak muda... maafkan saya. Kalau boleh saya sarankan, sebaiknya anak muda tidak usah berangkat ke sana. Sebab kebahagiaan itu bukan untuk dicari atau ditemui, tetapi untuk dilahirkan dan dirasakan dari dalam diri kita sendiri. Kebahagiaan itu sudah ada dalam diri anda, tetapi anda harus melahirkan dan merasakannya melalui sikap dan perilaku anda yang terpuji. Itulah kebahagiaan."&lt;br /&gt;Anak muda: "????"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi bahagia, bukan karena berapa banyak harta yang kita miliki, tetapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;seberapa tulus kita merasakan bahwa kita sudah bahagia. Sebab kebahagiaan bukan pertama-tama karena kita kaya, banyak harta benda, tetapi masalah perasaan kita (bahwa kita bahagia atau menderita). &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebahagiaan adalah pancaran jiwa yang tulus untuk menghargai hidup dan apa yang kita miliki sebagai anugerah/karunia istimewa dari Allah. Oleh karena itu, seperti anak muda di atas, kalau kita ingin bahagia, pulihkanlah perasaan kita pada kebahagiaan. Jauhkan perasaan kita dari kesengsaraan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3083157970651297974?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3083157970651297974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3083157970651297974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3083157970651297974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3083157970651297974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/07/kebahagiaan.html' title='KEBAHAGIAAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3875312188856601562</id><published>2011-06-26T07:09:00.000-07:00</published><updated>2011-06-26T07:20:47.179-07:00</updated><title type='text'>SEJUK</title><content type='html'>Sejuk menawarkan ketenangan, kesegaran, dan kedamaian. Ketika rumah kita sejuk, kita menjadi betah di rumah karena jiwa kita tenang, bahagia, dan segar. Atau ketika udara di sekitar kita sejuk, kita ingin berlama-lama menikmatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejukan memang meruangkan hati untuk mengenali dirinya dan memancarkan cahaya cinta ke luar dirinya. Hati yang sejuk, damai, akan memancarkan kedamaian, kebaikan yang menyejukan orang lain. Dalam kesejukan akan mengalir aliran-aliran air damai yang mencerahkan dan menyuburkan kehidupan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bangunlah kesejukan di dalam dan melalui diri kita, maka kita akan menikmati indahnya kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3875312188856601562?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3875312188856601562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3875312188856601562' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3875312188856601562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3875312188856601562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/06/sejuk.html' title='SEJUK'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8743888058824140099</id><published>2011-06-16T17:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-16T22:51:36.436-07:00</updated><title type='text'>Kejujuran yang Tertendang</title><content type='html'>Kisah buram negeri ini semakin hari semakin mengerikan. Para pemimpin kita merancang kehidupan bangsa ini dengan paradigma dan moralitas rendahan. Mereka mengabaikan prinsip-prinsip moral dan keadilan yang berke-Tuhan-an yang maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa belajar dari kasus di surabaya (orang tua yang jujur diusir) atau kasus pengemplangan pajak. Betapa kejujuran diremehkan dan bahkan ditendang. Memang inilah wajah buram negeri yang didesain oleh pemimpin yang berwajah buram. Keburaman wajahnya dengan mudah mengabaikan kejujuran, meniadakan keadilan, dan bahkan mensosialisasikan sikap dan perilaku yang melawan moral hidup masyarakat. Seperti korupsi, penggelaman uang rakyat, penindasan rakyat atas nama kerakusan, memecahbelah persatuan indonesia atas nama kepentingan. Sungguh ironis nasib negeri ini. Negeri yang berlimpah "susu dan madunya" dihancurkan oleh pemimpin yang rakus akan uang, rakus akan kekuasaan, rakus akan harta benda. Sungguh mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, apakah kita hanya harus mengeluh, mengeluh, dan mengeluh terus? &lt;br /&gt;Sikap ini juga kurang bijak. Kalau kita hanya mengeluh, hasilnya adalah keputusasaan. Keputusaan menghasilkan teror dan brutalitas. Teror dan brutalitas menghasilkan penderitaan dan kesengsaraan. Penderitaan dan kesengsaraan menghasilkan kematian yang prematur, yaitu kematian yang belum pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita mesti menghasilkan sesuatu yang mampu meredam dan meminimalisir keadaan itu. Kita mesti, seperti Sang Guru Kebijaksaan yaitu mulai menghargai dan mencintai kejujuran. Kita mesti menghormati dan mencintai sesama seperti kita hendak diperlakukan. Kita mesti mulai bersikap dan berperilaku adil terhadap diri kita sendiri, lalu kepada sesama, dan kemudian kita persembahkan kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Marilah kita mencintai kejujuran, keadilan, dan ketulusan. Ketiga keutamaan ini akan melahirkan kasih yang tulus, iman yang kokoh, dan harapan akan kebaikan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Keutamaan ini dapat kita temui dalam keheningan diri, dengan menelanjangi diri, dan dengan penghormatan akan keberadaan yang lain. Hening, diam, hening, diam, dan berbuatlah yang baik seperti yang anda inginkan orang lain berbuat itu untuk diri anda.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8743888058824140099?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8743888058824140099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8743888058824140099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8743888058824140099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8743888058824140099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/06/kejujuran-yang-tertendang.html' title='Kejujuran yang Tertendang'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8631382090117831962</id><published>2011-06-15T23:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T23:31:49.301-07:00</updated><title type='text'>Menemukan yang Hilang</title><content type='html'>Masih ingat lagu Mutiara yang hilang? Kira-kira syairnya begini: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lama sudah aku mencari; kesenangan di dalam hati; ... kala kusendiri. Mutiara yang hilang...dst.&lt;/span&gt;  Syair lagu ini mengingatkan kita akan suatu masa yang hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan apa pun itu, kerapkali membuat kita bingung bahkan sampai stress. Dan itu tidak dapat dimungkiri. Namun kita juga mesti memahami bahwa sejarah (peziarahan) kehidupan tidak berjalan semulus yang kita bayangkan. Banyak duri dan kerikil-kerikil tajam yang menyertainya. Itulah hidup. Hidup tanpa tantangan adalah hidup yang kurang indah. Sebab hidup yang indah dibentuk dan dihiasi oleh perbagai macam pengalaman suka-duka. Dan masing-masing pengalaman itu membentuk dan mewarnai keberadaan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, hidup harus ditemui. Hidup harus digali dan disegarkan dengan berbagai macam warna-warni kehidupan dunia. Penemuan diri atas kehidupan berarti kita menemukan kekuatan untuk mengubah hidup kita. Sebab hidup hanya dapat diubah dengan kekuatan diri kita. Dan dengan kekuatan diri, kita dapat menemukan kembali diri kita yang hilang di telan zaman atau hawa nafsu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jadikan hidup kita &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;inspirer&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;    bagi perubahan dan perbaikan hidup kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8631382090117831962?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8631382090117831962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8631382090117831962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8631382090117831962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8631382090117831962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/06/menemukan-yang-hilang.html' title='Menemukan yang Hilang'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8108473736338721222</id><published>2011-06-07T18:39:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T19:24:17.948-07:00</updated><title type='text'>Hati yang Memilih</title><content type='html'>Yoalinda adalah seorang gadis manis yang menawan. Sikap dan perilakunya anggun. Senyumnya manis dan memikat. Luar biasa. Orang-orang yang mengenalnya memberi julukan putri kayangan, bidadari dari kayangan. Karenanya, ia menjadi idola dan dambaan setiap orang di desanya. "Setiap orang ingin bertemu dengannya setiap hari", ujar seorang sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Sipa. Wanita yang sok cantik, sok pinter. Sikap dan perilaku seenak gua. Senyumnya menjjijikan karena tidak tulus. Orang-orang yang mengenalnya memberi julukan "gadis neraka yang menyeramkan." Karena itu, ia sangat dihindari orang. Orang-orang takut berjumpa dengannya. "Kita takut dan malas bertemu dengan orang itu. mengerikan. Sok pintar. Ingin menang sendiri", tutur tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan perilaku dua gadis di atas sangat bertolak belakang. Kita semua mungkin juga setuju dengan apa yang diungkapkan oleh teman kedua gadis itu; bahwa sikap dan perilaku baik selalu dirindukan, sementara sikap dan perilaku egoisme, seenaknya sendiri, meremehkan orang lain, dsj. selalu dihindari. Kita sadar bahwa hidup yang bergairah adalah hidup yang dijalani dengan penuh cinta dan kasih sayang. Penuh keramahan dan akrab dengan orang lain. Menghargai orang lain seperti dia menghargai dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya kita menjalani hidup yang demikian? &lt;br /&gt;Bagi saya sangat sederhana, yaitu menentukan pilihan hati pada yang baik. Hati yang memilih Kebaikan mampu mengendalikan ego dan sekaligus mendorong kita untuk berada pada jalur kebaikan. Hati yang memilih kebaikan menghindari kita dari sikap individualistis yang eksklusif karena hati akan "menarik" kita untuk ke jalur kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, hidup yang bahagia, penuh kasih, penuh cinta, dapat kita jalani dan kita hidupi jika kita memilih untuk melakukannya. Jika kita memilih untuk mewujudkannya. Jika kita memilih untuk berada di dalamnya. Jika kita memilih untuk bersahabat dan bercinta dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pilihlah cinta, kebaikan, kasih, ketulusan jika hidup kita ingin bahagia. Lakukan ini, maka kita akan tahu manfaatnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ingat, pilihan melakukan yang baik, niscaya akan menghasilkan kebaikan. Pilihan melakukan hidup kebahagiaan, niscaya akan menghasilkan kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat untuk memilih menjadi bahagia....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8108473736338721222?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8108473736338721222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8108473736338721222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8108473736338721222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8108473736338721222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/06/hati-yang-memilih.html' title='Hati yang Memilih'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-4880064959337970640</id><published>2011-05-31T22:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T22:38:10.735-07:00</updated><title type='text'>Hening Diri</title><content type='html'>Perubahan zaman melahirkan perubahan-perubahan yang lain, yang menyertai zaman itu. Seperti sikap, perilaku, atau pola pikir. Perubahan itu tentu memang diharapkan, karena manusia senantiasa berubah: dari saat ke saat. Tidak ada seorang pun yang ingin hidup dan diam dalam zaman yang begitu-begitu saja. Misalnya miskin, penuh percekcokan, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling dahsyat adalah perubahan dalam pola pikir, sikap, dan perilaku manusia dalam menghadapi atan merespon suatu kejadian. Perkelahian, tawuran, pembakaran, pembunuhan, dsj, merupakan contoh-contoh tindakan yang terjadi akibat perubahan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal itu terjadi begitu marak di negeri kita?&lt;br /&gt;Salah satu sebabnya adalah kita kurang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mengheningkan diri.&lt;/span&gt; Kita sibuk dengan urusan-urusan kita untuk memenuhi tuntutan "hawa nafsu", yang tidak pernah dapat dipuaskan. Dari kekayaan sampai kekuasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, marilah kita mengheningkan diri sejenak. Dalam keheningan itu, kita akan menemukan diri kita yang sesungguhnya. Kita akan menemukan serpihan-serpihan kebaikan yang terkoyak oleh hawa nafsu kita, dan kita "merangkainya" kembali menjadi kebajikan. Kita akan menemukan diri yang kotor oleh sikap dan perilaku kita yang congkak, sombong, bebal, dsj, dan kita memutihkannya menjadi kebijakan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heningkan diri untuk meraih kebajikan dan kebijakan hidup. Sebab dalam keheningan itu, kita berjumpa dengan diri kita yang sesungguhnya dan DIRINYA YANG ABADI. Heningkan diri, maka kita akan terpesona oleh keindahan Tuhan. Kita akan memeroleh kekuatan yang mengubah diri kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-4880064959337970640?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/4880064959337970640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=4880064959337970640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4880064959337970640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4880064959337970640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/05/hening-diri.html' title='Hening Diri'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-4928650329736421019</id><published>2011-05-31T21:48:00.002-07:00</published><updated>2011-05-31T22:05:45.326-07:00</updated><title type='text'>Meraih Kepastian</title><content type='html'>Kepastian bernegasi dengan kebimbangan. Orang yang bimbang merencanakan hidup dengan penuh kebimbangan. Ia tidak berani memutuskan sesuatu yang harus diputuskan. Ia selalu berada dalam kegelisahan yang tidak pernah berakhir. Karena, ia tidak berani membuat atau memutuskan tentang hidupnya mau dibawa atau dibuat apa. Kebimbangan menjadi salah satu penghambat perkembangan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan orang yang berani memastikan atau membuat keputusan tentang hidupnya. Kepastian membuat seseorang berani melangkah atau menolak sesuatu yang berkaitan dengan hidupnya atau hidup keluarganya. Ia berani melakukan eksperimen, eksplorasi, atau cara-cara lain yang dapat membantunya mencapai "sesuatu", yang telah ia pastikan sebelumnya. Kepastian membawa atau membimbing orang pada kepercayaan diri untuk mencapainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? &lt;br /&gt;Caranya adalah dengan memastikan diri mampu meraih kepastian itu. Sebab kepastian hanya dapat diraih bila kita memastikan diri untuk kepastian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pastikanlah diri anda untuk menjadi pasti dalam mencapai kepastian. Kepastian diraih dengan memastikan diri untuk kepastian itu. Jauhkan diri dari kebimbangan, karena kebimbangan hanya akan menjatuhkan anda dalam kebimbangan itu. Kebimbangan tidak pernah menghasilkan kepastian. Kebimbangan hanya menghasilkan kebimbangan yang berujung pada kebimbangan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-4928650329736421019?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/4928650329736421019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=4928650329736421019' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4928650329736421019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4928650329736421019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/05/meraih-kepastian.html' title='Meraih Kepastian'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-7797284562821768929</id><published>2011-05-30T22:18:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T22:22:29.355-07:00</updated><title type='text'>Percaya tanpa Melihat</title><content type='html'>Dalam Yoh 12: 44-50, ada dua kata penting: “Percaya” dan “Melihat”  Untuk mendalami dua kata ini baik kita melihat dan mencermati kisah berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Koran kompas hari ini menurunkan berita: Surga atau kehidupan kekal itu Cuma dongeng (Stephen Hawking).&lt;br /&gt;    • Kematian terjadi setelah otak berhenti bekerja dan komponennya rusak. Tidak ada kehidupan setelah itu.&lt;br /&gt;    •"Kita harus menemukan nilai tertinggi dari tindakan kita,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Konon di suatu zaman ada seorang genius yang terus mengembara, tanpa mengenal lelah, untuk mencari Tuhan. Ia punya keyakinan Tuhan itu ada di tempat X.  Ia terus berjalan dan berjalan. Dalam pengembaraannya itu, ia berjumpa dgn beberapa orang tua dan berkata kepadanya: “untuk apa kamu mencari Tuhan, jika kamu tidak percaya?” &lt;br /&gt;sang genius menjawab: “saya mencari Tuhan karena saya ingin melihat-Nya. Saya ingin memastikan bahwa Tuhan memang ada.” Ia kemudian meneruskan perjalanannya. Menjelang tengah hari, ia merasa lelah, kakinya bergetar. Ia kemudian beristirahat di bawah pohon yang rindang. Ia membaringkan dirinya hendak tidur. Namun tidak lama kemudian, ada seorang tua menjumpainya dan berkata: “kalau kamu mencari Tuhan, kamu tidak akan menemukan-Nya. Karena Tuhan tidak ingin menemui anda. Tetapi, kalau kamu percaya kepada-Nya, Ia telah menemui kamu. Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya.” Setelah berkata demikian, orang tua itu langsung hilang dari pandangannya.  &lt;br /&gt;Si genius itu, lalu diam, diam, dan diam selama beberapa hari. Sampai akhirnya ia sadar bahwa: Tuhan yang dicarinya, sebenarnya sudah ia temukan dalam hidupnya. Hanya ia tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Injil hari ini menegaskan: percaya kepada Yesus = percaya kepada Bapa = melihat Bapa = memeroleh hidup kekal. &lt;br /&gt;Namun, barangsiapa menolak Yesus = tidak melihat Bapa = menerima hakimnya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-7797284562821768929?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/7797284562821768929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=7797284562821768929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7797284562821768929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7797284562821768929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/05/percaya-tanpa-melihat.html' title='Percaya tanpa Melihat'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-1652781231794491756</id><published>2011-05-30T22:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T22:18:01.383-07:00</updated><title type='text'>Kasih Yang Tetap Tinggal</title><content type='html'>Dalam Yoh 15: 9-11, ada dua kata penting yang patut kita renungkan: “Tinggal” dan “Kasih”  Untuk merenungkan kedua kata itu, saya akan awali dengan sebuah kisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Anak Kecil, si Malaikat”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon ada sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dgn satu anak yg baru berumur 6 tahun. Pada suatu hari, sang ibu mengeluh kesakitan. Ia kemudian memeriksa diri ke dokter. Dokter mendiagnosa ibu ini menderita sakit berat, yg berakibat pada kelumpuhan. Dan memang akhirnya ibu ini lumpuh. &lt;br /&gt;Menyadari dirinya sudah tidak mampu lagi berbuat sesuatu untuk suami dan anaknya, ibu meminta kepada suami dan anaknya untuk meninggalkannya sendirian agar ia cepat mati tanpa harus menyiksa suami dan anaknya. &lt;br /&gt;“Ayah pergilah. Bawa serta anak kita. Biarlah anak kita bahagia dengan teman barunya. Aku kasihan melihatnya” pinta sang ibu. “Kenapa?” Tanya sang suami. “Ia, ayah dan anak kita boleh menikmati hidup yg bahagia, tanpa harus mengurus orang lumpuh. Biarlah mama sendirian, toh Tuhan sudah mendampingi mama”, jawab sang istri. &lt;br /&gt;Mendengar alasan itu, sang suami terdiam sejenak dan akhirnya menuruti permintaan istrinya. Ia pergi mencari kerjaan di kota. Sementara sang anak tidak mau meninggalkan ibunya. Ketika dibujuk oleh ayahnya, ia berkata: “Aku mau tinggal sama ibu. Ayah pergi saja. Aku mau ibu melihat aku besar” pinta sang anak. Sang Ibu, juga merayu si anak, agar ia pergi ke kota bersama ayahnya. Namun, si anak menjawab: “ibu, aku mau tinggal sama ibu. Meskipun ibu sakit, aku akan merawat dgn kasih, sama seperti ibu telah merawat saya.” Sang ibu menangis dan memeluk putrinya. “Trima kasih anakku” puji ibunya. “Ya, bu. Aku juga berterima kasih bu. Karena ibu mengijinkan aku untuk tinggal bersama ibu dan merasakan apa yang ibu rasakan.”&lt;br /&gt;Ketika sang ayah sudah pergi ke kota dan tidak pernah kembali lagi, sang anak dengan tekun merawat ibunya. Ia memasakkan ibunya sebisanya. Setiap hari ia pergi ke hutan mencari tanaman yg kiranya bisa makan. Sampai pada suatu siang yang panas, ia merasa capek dan lelah. Ia duduk disamping keranjangnya. Tiba-tiba datang gadis cantik menghampirinya. “Kenapa anak manis?” “saya capek habis ngambil bahan masakan ini (sambil nunjuk keranjangnya)” “kenapa kamu sendirian?” “Ia. Ayah saya pergi ke kota dan tidak pernah kembali. Ibu saya sakit lumpuh. Saya harus merawatnya.” “Bolehkah saya membantumu?” “Boleh. Saya senang sekali. Apalagi kalo kakak mau tinggal di gubuk kami.”&lt;br /&gt;Mereka lalu pulang. Sesampai di rumah, sang anak menghampiri ibunya. “Ibu, aku punya kakak. Ia membantu aku tadi.” Gadis cantik itu menghampiri sang ibu dan berbisik: “terima kasih sudah menerima saya di rumah yg indah ini. Mari kita duduk.” Sang ibu menjawab: “maaf nona, saya tidak bisa duduk. Saya lumpuh.” “ia saya tahu, tapi sekarang ibu boleh duduk” &lt;br /&gt;Sang ibu sembuh. Sang anak lari memeluk ibunya sambil berkata: “terima kasih, ibu sudah mengijinkan saya dan kakak ini tinggal dan melayani ibu”&lt;br /&gt;“Terima kasih untuk semua… terima kasih sudah mau tinggal dan mengasihi ibu yang tidak berguna ini. Kalianlah malaikat Ibu.”&lt;br /&gt;Setelah itu, gadis cantik itu pamit pergi… dan menghilang dari pandangan mereka. Ternyata gadis cantik itu adalah Malaikat Penolong utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak/ibu dari kisah ini, kita dapat memahami apa maksud Yesus mengucapkan kata tinggal dan kasih berulang kali kepada kita. Yesus mau menegaskan kepada kita bahwa: &lt;br /&gt;a.) Kita mesti terlibat aktif meruangkan hati untuk mengenal, merasakan, mengalami, menghidupi hidup Yesus dan kasih-Nya dalam sikap dan perilaku kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.) Kita mesti menyelaraskan, meneladani hidup-Nya dan menimba kasih-Nya, yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.) Kita mesti melayani-Nya dalam pelayanan kepada sesama dalam kasih yg total seperti paulus dan Bernabas, anak kecil. Sehingga kita dapat mengabarkan keselamatan dan perbuatan-perbuatan ajaib Allah dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dikuatkan Allah untuk melakukan itu semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-1652781231794491756?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/1652781231794491756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=1652781231794491756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1652781231794491756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1652781231794491756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/05/kasih-yang-tetap-tinggal.html' title='Kasih Yang Tetap Tinggal'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6193037287476420113</id><published>2011-04-10T21:49:00.000-07:00</published><updated>2011-04-10T22:06:10.034-07:00</updated><title type='text'>Semut</title><content type='html'>Di sekitar kita mungkin ada banyak semut yang berjalan beriringan bahkan saling berciuman satu sama lain. Ketika mengamati peristiwa alamiah itu, hati saya terusik oleh serangkaian peristiwa memalukan yang dilakukan oleh sebagian dari kita, manusia. Seperti pembunuhan, pengrusakan rumah ibadah, teror bom, dsj. Kita mesti malu pada semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup semut mungkin bukan hidup yang mewah. Tetapi hidup yang penuh sahaja (bersahaja). Mereka berjalan, bekerja, dan berjuang secara bersama-sama dengan penuh tanggung jawab masing-masing. Tidak ada yang saling menjatuhkan, menghina, atau merusak tempat tinggal sesamanya. Sungguh luar biasa. Indah. Menakjubkan. Hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenungkan peristiwa alami yang indah itu, saya teringat akan sabda seorang rasul Yesus: "Bersukacilah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis." Pesan sabda ini jelas bahwa kita sebagai manusia harus hidup saling menolong, membahagiakan, dan memperhatikan satu sama lain. Sikap cuek, egoisme, otoriter, munafik, dsj, harus dibuang jauh-jauh dari hidup kita. Seperti semut yang selalu rukun dengan kaumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mengutamakan &lt;br /&gt;kebajikan daripada ketamakan&lt;br /&gt;Kebersahajaan daripada keegoisan&lt;br /&gt;kemuliaan daripada kemunafikan&lt;br /&gt;Kesucian daripada kebobrokan moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hiduplah dengan hati yang bersyukur"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6193037287476420113?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6193037287476420113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=6193037287476420113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6193037287476420113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6193037287476420113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/04/semut.html' title='Semut'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8690481089986289368</id><published>2011-04-10T20:26:00.000-07:00</published><updated>2011-04-10T20:36:11.462-07:00</updated><title type='text'>Hening</title><content type='html'>Tinggal di tepi sebuah sungai dengan suara air gemericik, membuka cakrawala batin akan pentingnya keheningan supaya kita dapat mendengar dan merasakan suara-suara "Tuhan" melalui suara-suara ciptaan-Nya yang ada di sekitar kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening memberikan kepada kita ruang yang luas untuk "menerima" keindahan Allah yang telah hadir di sekitar kita. Hanya saja, kita kurang meruangkan hati kita untuk "menerima" kesemuanya: baik-buruk, besar-kecil, tinggi-rendah, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kita butuh mengheningkan 5 hal dalam hidup kita:&lt;br /&gt;1. keheningan mata&lt;br /&gt;2. keheningan pikiran&lt;br /&gt;3. keheningan budi&lt;br /&gt;4. keheningan lidah&lt;br /&gt;5. keheningan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keheningan itu, kita meruangkan dan memberikan tempat kepada keindahan untuk masuk dan tinggal di dalam hati kita..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Pribadi yang hening... untuk menhasilkan keheningan-keindahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8690481089986289368?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8690481089986289368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8690481089986289368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8690481089986289368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8690481089986289368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/04/hening.html' title='Hening'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-4691823406097485918</id><published>2011-03-30T23:13:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T23:23:51.744-07:00</updated><title type='text'>Susah</title><content type='html'>Dalam kehidupan di dunia yang serba cepat, keras, dan kompetitif menorehkan pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup saya, yaitu susah berjumpa dengan seseorang yang merasa diri penting. Beberapa kali saya mencoba untuk bertemu dengan seseorang pimpinan, selalu tidak ada. "Maaf, Pak, pimpinan saya sedang keluar.", jawab anak buahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah salah satu bentuk kekerasan hidup dalam zaman yang serba keras ini. Banyak orang yang merasa diri penting dan mementingkan diri. Dia lupa tanggungjawabnya bahwa seorang pemimpin adalah seorang pelayan. Dia sok penuh kuasa dan tidak peduli dengan bawahan. Padahal dia bisa menjadi pemimpin karena ada bawahan. Inilah dalam bahasa bijak biasa disebut "telur lupa kulitnya" atau "kacang lupa kulitnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku yang demikian membuat orang lain dan bawahan menjadi susah. Susah urusan, komunikasi, dll.&lt;br /&gt;Apakah anda orang susah???? &lt;br /&gt;semoga anda cepat bertobat, seperti Paulus.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-4691823406097485918?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/4691823406097485918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=4691823406097485918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4691823406097485918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4691823406097485918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/03/susah.html' title='Susah'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3238924929953413345</id><published>2011-03-30T22:56:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T22:57:55.341-07:00</updated><title type='text'>SMP YPPSB: Sekolah Adiwiyata  dan SSN</title><content type='html'>Sekolah dan lingkungan hidup disekitarnya merupakan suatu jalinan ketergantungan yang saling memengaruhi satu sama lain. Sekolah dapat berjalan dengan baik ketika lingkungan di sekitarnya dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap kehidupan sekolah. Demikian juga sebaliknya, lingkungan sekitarnya akan menjadi lebih beradab bila sekolah berhasil membekali peserta didik dengan serangkain nilai hidup, kompetensi, dan etika (moral) dalam hidup bersama. Ada interkorelasi nilai dan budaya. &lt;br /&gt; Dalam konteks itu, sekolah berkomitmen untuk terus menerus menjaga, merawat, melestarikan, dan mengembangkan lingkungan di sekitarnya, terutama lingkungan sekolah. Sebab lingkungan yang sehat, rindang, sejuk, nyaman, dan indah akan mendukung terjadinya proses pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan berdaya guna (useful learning). Di dalam lingkungan yang indah diharapkan tercipta pribadi-pribadi dengan sikap dan perilaku indah juga.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, SMP YPPSB dengan penuh komitmen mewujudkan diri sebagai sekolah Adiwiyata yang berstandar nasional (SSN). Pencapaian ini tentu menjadi perjuangan terus-menerus untuk mencapai hasil yang lebih baik. Dalam perjuangan ini, tentu dibutuhkan tanggung jawab dari semua stakeholders sekolah, tanpa kecuali, mulai dari tukang kebun sampai top management.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3238924929953413345?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3238924929953413345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3238924929953413345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3238924929953413345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3238924929953413345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/03/smp-yppsb-sekolah-adiwiyata-dan-ssn.html' title='SMP YPPSB: Sekolah Adiwiyata  dan SSN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3365975918770080346</id><published>2011-03-30T22:31:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T22:53:07.475-07:00</updated><title type='text'>Berbagi dengan Setulus Hati</title><content type='html'>Pengalaman berbagi merupakan sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan dan membahagiakan. Dalam kisah Zakheus, si pemungut cukai, kita dapat belajar betapa pengalaman berbagi dengan sesama menjadi jalan menuju keselamatan kekal. Zakheus, orang pendek dan kecil itu, sebelum berjumpa dengan Yesus, dia berusaha dan berjuang lari mendahului semua orang yang berbondong-bondong melihat Yesus. Zakheus lari dan memanjat pohon supaya dapat melihat Yesus. usahanya yang luar biasa itu akhirnya disambut oleh Yesus dengan penuh kasih. "Zakheus turunlah, malam ini juga Aku akan menginap di rumahmu."&lt;br /&gt;sambutan Yesus ini menunjukkan betapa Allah begitu penuh kasih kepada semua orang, yang dengan susah payah mau datang kepada-Nya. Kasih Allah ini kemudian meneguhkan dan menguatkan Zakheus bahwa apa yang dia miliki tidak ada artinya jika Allah mau tinggal bersamanya. karena itu, Zakheus berjanji: "...kalau ada yang aku peras dari siapapun akan aku kembalikan empat kali lipat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sharing di lingkungan, tampak betapa pengalaman berbagi diinspirasikan oleh Kasih Allah, iman, hati, dan juga rasa simpati agar mereka yang dibantu dapat memperbaiki hidupnya. Berbagi adalah indah. Dalam keindahan, kita menemukan persekutuan dengan Allah yang penuh kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berbagi dengan penuh kasih......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3365975918770080346?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3365975918770080346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3365975918770080346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3365975918770080346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3365975918770080346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2011/03/berbagi-dengan-setulus-hati.html' title='Berbagi dengan Setulus Hati'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8679787213295794486</id><published>2010-11-09T21:43:00.000-08:00</published><updated>2010-11-09T22:17:08.129-08:00</updated><title type='text'>SIBUK</title><content type='html'>Dalam sebuah meeting, seorang teman datang terlambat kira-kira 30 menit. Ia tampak tergopoh-gopoh menuju tempat dimana kami para peserta rapat sudah berkumpul dan berbincang lebih dahulu. Sesampai di tempat ia langsung berujar: "Aduh maaf, saya terlambat. Tadi sibuk sekali di rumah. Ada tamu datang, belu lagi harus masak untuk anak-anak, nyiapin kopi untuk Bapaknya..."&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, manusia memang tidak pernah lepas dari kesibukan. Sibuk ini, sibuk itu, dan masih banyak lagi sibuk-sibuk yang lain. Namun, kesibukan sebaiknya tidak memenjarakan kebebasan kita untuk berjumpa dan berdialog dengan Allah. Bukankah Allah dapat dijumpai dalam segala situasi dan kondisi hidup kita. &lt;br /&gt;Jadikanlah kesibukan sebagai jalan-jalan terang menuju pencerahan batin. Biarlah hati kita dibentuk oleh pengalamanan-pengalaman kesibukan kita. Libatkan Allah dalam segala aktivitasmu. Jangan membiarkan kesibukan menjadikan kita jauh Allah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8679787213295794486?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8679787213295794486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8679787213295794486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8679787213295794486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8679787213295794486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2010/11/sibuk.html' title='SIBUK'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-1975959771066546983</id><published>2010-11-09T20:27:00.000-08:00</published><updated>2010-11-09T21:39:54.843-08:00</updated><title type='text'>HUJAN</title><content type='html'>Banyak cerita tentang hujan. Apalagi akhir-akhir ini di Yogyakarta terjadi hujan abu vulkanik, di Bandung hujan salju, di Australi hujan ikan, di India hujan ikan, dan masih banyak lagi hujan-hujan lain. &lt;br /&gt;Hujan memang identik dengan air: tercurahnya air dari langit ke bumi. Namun, kita juga perlu menyadari bahwa hujan juga dapat berbentuk lain, tergantung seperti apa yang dikehendaki oleh Allah. Mungkin dengan adanya hujan jenis lain (selain hujan air), Allah memeringatkan kepada kita akan ketidakharmonisan hubungan manusia dengan alam semesta, dengan sesamanya, dan juga dengan Tuhannya. Manusia cenderung angkuh terhadap alam: hutan dibabat habis, gunung-gunung di ratakan untuk menimbun laut, dst. Inilah ironisitas.&lt;br /&gt;Kita, manusia, cenderung gagal membaca tanda-tanda zaman yang telah diperlihatkan oleh-Nya dengan serentetan peristiwa-peristiwa aneh di sekitar kita. Kita gagal karena kita selalu menempatkan kepentingan diri sebagai pusat dari seluruh gerakan indahnya alam. Adanya monopoli air, minyak, beras, dll merupakan contoh konkret betapa egoisme dan keangkuhan diri menempati derajat tertinggi dalam hidup kita. &lt;br /&gt;Akibatnya, kita menjadi kurang tanggap terhadap bencana yang mengancam di depan mata kita. Kita kurang peduli dan kurang hormat terhadap sesama kita yang beranekaragam latar belakang kehidupan. Munculnya sikap penolakkan terhadap sesama yang beraliran lain merupakan bukti konkret betapa pembenaran kelompok mengalahkan keharmonisan hidup yang telah dirancang oleh Allah sejak semula. &lt;br /&gt;Allah sejak semula telah merancang dan mememlanning alam semesta dengan demikian indahnya. Adanya yang putih, hitam, kuning, merah, jingga, hijau, dstnya. Keberagaman menghasilkan keindahan dan keharmonisan.&lt;br /&gt;Mau hidup indah dan harmonis? kuncinya hanya satu: HORMATI DAN HARGAILAH KEBERAGAMAN HIDUP DI ALAM SEMESTA INI. Selamat melaksanakan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-1975959771066546983?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/1975959771066546983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=1975959771066546983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1975959771066546983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1975959771066546983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2010/11/hujan.html' title='HUJAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6735180845872930080</id><published>2010-09-30T22:08:00.000-07:00</published><updated>2010-09-30T22:10:32.366-07:00</updated><title type='text'>MERAYAKAN KOMITMEN BERSAMA</title><content type='html'>Semua hubungan mempunyai masa sulitnya. Dibutuhkan keberanian untuk bertahan dalam jalurnya. Seorang bijak berkata: “”Kehidupan pernikahan layaknya suatu lari maraton. Tidak cukup hanya membuat start yang bagus ke suatu pernikahan jangka panjang. Engkau memerlukan Kekuatan Kuasa”. Menurut Thurber, ”Cinta adalah apa yang telah engkau lewati dengan seseorang.” (http://discover.seiman.org, 5/2/10). Pernikahan bukanlah “saat” kita untuk menjadi tidak setia, tetapi “saat” kita untuk menjadi bagian hidup dari pasangan kita. Bahwa dua hati telah menjadi satu.”  Bahwa “dua pribadi menjadi satu daging.”&lt;br /&gt; “Kesatuan ini, penggabungan ini, adalah suatu kebergantungan satu dengan yang lain yang mengikat satu hati ke yang lainnya dalam ”ikatan emas kasih yang kekal.”  Dalam konteks ekslusivitas (dan hanya dalam konteks itu saja), suatu pasangan bertumbuh dalam kepercayaan, pengontrolan diri, dan penghargaan. Dalam atmosfir ini setiap anggota akan menjadi dirinya sendiri yang terbaik dan mengisi tujuan Sang Pencipta untuk perkawinan mereka. Percintaan Seksual merayakan dan memperkuat komitmen ekslusive itu. Tanpa komitmen ini terhadap satu sama lainnya, tindakan seksual adalah cinta diri sendiri, dan terutama adalah menghancurkan diri sendiri dan pasangannya.” (http://discover.seiman.org, 5/2/10). &lt;br /&gt; Komitmen pada hidup perkawinan membutuhkan tanggung jawab dan pengorbanan yang besar karena kita harus menempatkan seluruh diri kita pada kehidupan perkawinan kita. Ketegasan, kejujuran, keadilan, dan keterbukaan menjadi pengikat yang kuat untuk tetap bertahan pada jalur kesatuan hati dengan pasangan. Karena itu, setiap pasangan harus rela dan dengan senang hati mengesampingkan kepentingan dirinya sendiri demi tercapainya tujuan atau kepentingan bersama, yaitu kebahagiaan bersama.&lt;br /&gt; Merayakan komitmen bersama dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan kebutuhan dan kebahagiaan pasangan kita.  Perayaan komitmen harus semakin mempersatukan pasangan dalam persekutuan kasih. Juga pasangan saling menyegarkan kembali ikatan kasih yang dibangun bersama. Suami mengakui bahwa "engkau isteriku, seluruh dirimu kugantikan dengan diriku. Demikian juga isteri bersedia "engkau suamiku, seluruh dirimu kugantikan dengan diriku". Maka dengan pertukaran itu, suami dapat memandang dan memperlakukan isterinya, sebagai "dirinya sendiri" , sebaliknya begitu. Dengan kata lain, suami isteri saling mengarahkan jerih payahnya untuk hidup pasangannya, bukan hidup dirinya sendiri. Itulah "mengasihi sesama seperti dirinya sendiri" dalam keluarga. Kasih antar sesama itu dapat menjadi "tanda kasih yang hidup dari kesetiaan kasih Allah kepada manusia” (http://komkatkpwt.blogspot.com, 5/2/10).&lt;br /&gt; Oleh karena itu, rayakanlah komitmen perkawinan dengan cara-cara yang membuat anda semakin diper-SATU-kan sebagai pasangan. Misalnya: &lt;br /&gt;Berlibur ke suatu tempat yang romantis&lt;br /&gt;Saling memberikan pujian&lt;br /&gt;Berdoa bersama&lt;br /&gt;Mengundang saudara atau teman dalam HUT perkawinan&lt;br /&gt;Mengadakan Misa syukur di rumah, dst. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen tentu tidak hanya dirayakan, tetapi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab sebagai pasangan. Karena itu, kita perlu merefleksikan sikap dan perilaku kita setiap saat: apa saya sudah berada pada jalur yang benar? Apakah saya sudah mengesampingkan kepentingan diri demi kebahagiaan bersama? Apakah saya sudah bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarga? dst.  &lt;br /&gt; Untuk itu, (1) bangunlah komunikasi yang baik, terutama bentuk komunikasi yang tepat. Komunikasi bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana, pilihlah sebuah penyampaian pesan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.  Terpenting saat kita menyampaikan pesan, pahami kondisi keluarga, terutama kondisi pasangan. Apapun masalah yang kita hadapi, hadapi dengan keterbukaan. Ciptakan sebuah solusi ampuh agar siap menghadapi berbagai masalah. Komunikasi terbuka, penting dalam sebuah pernikahan. Hindari sikap saling tutup mata terhadap permasalahan yang mungkin terjadi. (2) Sadarilah bahwa cinta bukan segalanya, tetapi segalanya membutuhkan cinta supaya dapat berjalan dalam cinta. Saling menghormati, menghargai, kesetiaan dan sebuah kejujuran adalah hal penting yang perlu dibina untuk membangun pernikahan yang ideal dan langgeng. (3) Bangunlah tanggung jawab. Pernikahan adalah sebuah rasa tanggungjawab penuh atas komitmen yang telah dibuat. Kita tidak hanya bertanggungjawab pada diri sendiri, tapi kita juga bertanggungjawab kepada keluarga dan juga kepada Tuhan. (4) Pahamilah bahwa pernikahan tidak mematikan kepribadian seseorang. Sebuah ikatan bernama pernikahan bukan berarti memenjarakan atau terbelenggunya hak individu. Idealnya, pernikahan akan memperkaya kepribadian seseorang karena mereka dapat melengkapi satu sama lain dan saling belajar untuk menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tak hanya itu, dengan pernikahan diharapkan kedua pasangan dapat mengembangkan diri secara optimal karena adanya sikap saling mendukung satu sama lain.&lt;br /&gt;“Rayakanlah komitmen dengan penuh cinta dan kebahagian, maka kita akan bahagia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan! (Mazmur 40:4-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu! &lt;br /&gt;(Mazmur 106:3)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat    Allah. (Matius 5:8)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6735180845872930080?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6735180845872930080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=6735180845872930080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6735180845872930080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6735180845872930080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2010/09/merayakan-komitmen-bersama.html' title='MERAYAKAN KOMITMEN BERSAMA'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6079194883281230793</id><published>2009-11-27T04:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T04:44:06.031-08:00</updated><title type='text'>Luk 21: 20-28</title><content type='html'>Kaum Bonapasogit yang terkasih. Injil hari ini mengingatkan kita akan dua hal: pertama, ketidakbaikan yang terjadi dalam hidup kita, seperti bencana alam, penyakit, kecelakaan, dsj merupakan cara Allah untuk menarik kita kembali kepada diri-Nya. Peristiwa-peristiwa itu merupakan tanda-tanda atau peringatan-peringatan Allah bahwa sikap, tindakan, perilaku kita bertentangan dengan diri-Nya. Allah mendidik kita bahwa kita bukanlah apa-apa dihadapan-Nya. “Segala kekuatan, kekuasaan, ataupun kekayaan yang kita miliki tidak ada artinya dihadapan Allah bila tidak dilaksanakan sesuai dengan kehendak-Nya.”  Karena itu, “apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” Jadi, hidup selaras dan intim dengan-Nya merupakan suatu keharusan.&lt;br /&gt;Kedua, Allah membebaskan kita dari berbagai macam ketidakbaikan bila kita hidup selaras dan intim dengan-Nya. Allah akan melindungi dan menjauhkan kita dari berbagai macam bahaya, seperti Daniel yang dibebaskan dari sergapan singa-singa yang kelaparan.  Allah menyelamatkan setiap orang yang percaya, menyerahkan diri, dan menggantungkan hidupnya hanya kepada Allah.  &lt;br /&gt;Kaum Bonapasogit yang terkasih. Marilah kita bangkit dan mengangkat muka kita kepada Allah. Sebab Allahlah yang menyelamatkan kita. Allahlah yang mampu memberikan kita kehidupan yang kekal. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6079194883281230793?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6079194883281230793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=6079194883281230793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6079194883281230793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6079194883281230793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/11/luk-21-20-28.html' title='Luk 21: 20-28'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3021345644669697013</id><published>2009-11-19T21:43:00.000-08:00</published><updated>2011-06-07T19:25:32.777-07:00</updated><title type='text'>Meniti Hidup</title><content type='html'>Ketika kita lahir, perlahan-lahan tapi pasti &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3021345644669697013?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3021345644669697013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3021345644669697013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3021345644669697013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3021345644669697013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/11/meniti-hidup.html' title='Meniti Hidup'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-2696121612715199670</id><published>2009-11-19T21:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T21:36:01.039-08:00</updated><title type='text'>RAJA KEBENARAN</title><content type='html'>“Untuk itulah Aku lahir, dan untuk itulah Aku datang ke dunia ini, yakni untuk memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”&lt;br /&gt;Kristus raja semesta alam. Sebagai raja, Yesus hidup jauh dari gaya hidup seorang raja pada umumnya. Yesus hidup sederhana, berkelana mewartakan Kebenaran Allah kepada manusia. Ia menjauhkan diri dari kenikmatan-kenikmatan duniawi, seperti harta, kekuasaan, dan penghormatan. Ia bahkan memerintahkan kepada para pengikut-Nya untuk “meninggalkan segala-galanya jika ingin menjadi murid-Nya.” &lt;br /&gt;Bagi Yesus, apa pun alasannya, para murid harus menjauhkan diri dari keinginan akan uang, kekayaan, kekuasaan, dan gila hormat. Para murid harus memfokuskan seluruh dirinya untuk mewartakan kebenaran-kebenaran Allah, yakni kabar gembira keselamatan kepada seluruh umat manusia, tanpa kecuali. &lt;br /&gt;Lebih dari itu, para murid harus menjadi pelayan dari segala pelayan (servus servorum). Tidak memihak yang kuat dan  melecehkan yang lemah. Tidak bersekongkol dengan penguasa untuk membenarkan tindakan yang salah. Tidak memamerkan atau menyombongkan diri, melainkan harus rendah hati. Tulus. Berani mengemukakan kebenaran. &lt;br /&gt;Dalam wawancara-Nya dengan Pilatus, tampak bahwa Yesus menghadirkan diri sebagai pribadi yang rendah hati dan sekaligus tegas pada kebenaran. Ia dengan tegas menolak kerajaan politis dengan menegaskan Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini. Kerajaan-Ku adalah kerajaan Rohani-Surgawi, bukan kerajaan politis-duniawi.&lt;br /&gt;Jawaban Yesus ini menegaskan bahwa Kerajaan Kebenaran tidak membutuhkan persekongkolan politis, seperti yang diingini oleh Pilatus dan para imam kepala. Juga tidak membutuhkan pengakuan penguasa yang lalim dan jahat. Juga tidak cari keuntungan diri (bisa selamat: tetap berkuasa). Kerajaan Kebenaran hanya membutuhkan keberanian, ketulusan, dan kejujuran untuk melakukan dalam seluruh prilaku hidup setiap hari.  &lt;br /&gt;Keberanian untuk mengatakan-menegakkan kebenaran. Kebenaran adalah kehidupan. Kebenaran adalah jalan menuju kebersatuan dengan Allah. Kebenaran membebaskan kita dari maut. “Demi kebenaran Allah, aku rela menderita, dicacimaki, dicemooh, atau bahkan dibunuh.” &lt;br /&gt;Ketulusan untuk tetap dan terus melakukan dan mewartakan kebenaran. Bahwa kebenaran Allah harus mewarnai dan menggarami dunia yang buram dan tawar. Meskipun dihadapkan pada berbagai macam tantangan, seperti kekayaan, kekuasaan, atau kenikmatan. “Demi kebenaran Allah, aku rela menjadi pelayan bagi setiap orang. Aku rela menjadi servus servorum.”&lt;br /&gt;Kejujuran untuk memperjuangkan kebenaran Allah. Bahwa apa yang kita lakukan, semuanya demi tegaknya kebenaran Allah di tengah-tengah dunia ini. Kebenaran Allah adalah kebenaran kekal. “Demi kebenaran Allah, aku merelakan diri untuk menentang kemunafikan, kebohongan, atau cara-cara yang tidak fair.”&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan Negara kita? &lt;br /&gt;Kebenaran Allah tampaknya jauh dari hidup kita, hidup Negara kita. Kita tidak jarang menerapkan kebenaran fiktif untuk memeroleh keuntungan-keuntungan pribadi (uang, kekuasaan, kedudukan, atau kehormatan). Para penegak hukum tidak jarang menegakkan kebenaran material, yaitu kebenaran diukur dengan sejumlah materi (uang). “Siapa yang memberi banyak, dia yang benar.” Atau mereka baru bekerja kalau ada uang, sehingga terjadi suap-menyuap, korupsi, jual-beli perkara, dan sejenisnya. Ironis. Inilah “hidup untuk uang. Bukan uang untuk hidup.”&lt;br /&gt;Keadaan yang demikian menyebabkan kehidupan menjadi tidak bahagia. Hidup menjadi pelarian, yaitu lari dari Allah dan mengikuti daya pikat kenikmatan duniawi. Lari dari kebahagiaan ilahi-surgawi dan mengutamakan “kebahagiaan materia-duniawi.” &lt;br /&gt;Bagaimana cara mengatasi hal ini?&lt;br /&gt;Sabda Tuhan hari ini memberikan jawabannya. Pertama, kita perlu hidup rendah hati, seperti Yesus meskipun Dia adalah raja semesta alam, namun Ia tetap sederhana. Tidak menampilkan diri sebagai raja. Ia membiarkan orang lain yang mengatakan bahwa “Ia adalah raja segala raja.” &lt;br /&gt;Kedua, orientasi hidup harus diarahkan pada kerajaan ilahi-surgawi, bukan materia-duniawi. Kita hidup untuk kerajaan rohani, kerajaan kebenaran Allah. &lt;br /&gt;Ketiga, menanamkan dan mewartakan kebenaran Allah dalam seluruh perilaku hidup harian kita. Kita telah ditebus dengan darah-Nya dan telah ditetapkan menjadi imam-imam-Nya bagi Bapa. Sehingga dengan demikian kita dapat berucap tegas bersama Yesus: “Untuk itulah Aku lahir, dan untuk itulah Aku datang ke dunia ini, yakni untuk memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”&lt;br /&gt;Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk melakukan yang baik dan berkenan kepada Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-2696121612715199670?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/2696121612715199670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=2696121612715199670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2696121612715199670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2696121612715199670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/11/raja-kebenaran.html' title='RAJA KEBENARAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-4908313740591604978</id><published>2009-11-14T18:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T19:02:18.939-08:00</updated><title type='text'>"Memilih untuk Tidak Memilih"</title><content type='html'>Manusia adalah makhluk sosial dan sekaligus makhluk individu. Manusia gemar melakukan sosialisasi dengan berbagai macam jenis kehidupan lainnya selain manusia itu sendiri. Sosialisasi yang kita jalankan, sebagai manusia, seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan yang mengharuskan kita untuk memilih. Tetapi memilih yang baik dan benar, perlu perjuangan yang tiada akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah satu yang tidak memakai hak pilih. Saya memilih untuk tidak memilih. Mengapa? Karena bagi saya hidup, pertama-tama bukanlah pilihan, tetapi keindahan. Adanya keberagaman hidup menandakan bahwa indahnya hidup ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang indah ditandai dengan adanya yang membuat indah. Seperti warna-warni dedaunan. Seperti tinggi rendahnya jurang... dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, buatlah hidup kita bukan untuk memilih, tetapi memilih untuk tidak memilih...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-4908313740591604978?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/4908313740591604978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=4908313740591604978' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4908313740591604978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4908313740591604978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/11/memilih-untuk-tidak-memilih.html' title='&quot;Memilih untuk Tidak Memilih&quot;'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3380230959181564298</id><published>2009-11-14T18:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T18:48:18.882-08:00</updated><title type='text'>"Menata Hati"</title><content type='html'>Akhir-akhir bangsa kita sedang dilanda penyakit menyalahkan orang lain. "Lempar batu sembunyi tangan" kata orang-orang bijak. Bagaimana tidak. Institusi Kepolisian dan Kejaksaan disinyalir membangun kompromi untuk menghancurkan institusi KPK, yang sudah lumayan keras dalam memerangi penyakit suap-menyuap dan korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang kita saksikan sekarang adalah bangsa kita sedang dikuasai oleh kekuatan kegelapan. Sementara kekuatan terang sedang dihalang-halangi atau kalau perlu dihancurkan. Ngeri. Kita semua tahu bahwa kekuatan kegelapan adalah kekuatan yang membahayakan kelangsungan hidup manusia Indonesia, bahkan kelangsungan hidup negara Indonesia. Tetapi sayang, hawa nafsu akan uang (materi) membutakan mata para penegak hukum kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi uang, negara dipertaruhkan. Demi uang, jatidiri diperjualbelikan. Demi uang, kesucian diri digadaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita butuh menata hati kita agar ia mengarahkan kita pada kebenaran dan kebaikan. Hati kita perlu ditata sedemikian rupa agar memancarkan terang bagi tindakan dan perilaku kita setiap hari. Hati yang terang akan menerangi apa yang akan kita kerjakan. Benar atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan hati anda penuh berkah. Tatalah hati anda agar menghasilkan kebaikan. Siramilah hati anda dengan kasih dan pengorbanan, perjuangan dan pengabdian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3380230959181564298?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3380230959181564298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3380230959181564298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3380230959181564298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3380230959181564298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/11/menata-hati.html' title='&quot;Menata Hati&quot;'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-7757248958595044407</id><published>2009-11-05T18:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T18:55:23.273-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Indah</title><content type='html'>Kita semua setuju bahwa keindahan membuahkan kesegaran di dalam hati kita. Adanya keindahan, membuat hati kita menampilkan diri sebagai penikmat keindahan. Dengan menjadikan diri indah, kita akan menjadi pribadi-pribadi yang mampu membangun diri dan dunia dengan penuh ketulusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan mengalir dari ketulusan kita untuk menjadikan sesuatu di luar diri kita sebagai yang indah. Dengan menjadikan yang lain indah berarti yang lain akan menjadikan kita indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah diri kita indah dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang mendatangkan keindahan, seperti tulus, jujur, sabar, baik hati, senang melayani, dsj. Terutama dalam hidup berkeluarga, hormatilah satu sama lain sebagaimana diri kita mau dihormati dan dihargai oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahkan diri dengan mengindahkan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-7757248958595044407?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/7757248958595044407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=7757248958595044407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7757248958595044407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7757248958595044407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/11/menjadi-indah.html' title='Menjadi Indah'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3738858266286897508</id><published>2009-10-23T04:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T05:15:22.935-07:00</updated><title type='text'>"SATU UNTUK SATU"</title><content type='html'>Dalam kursus perkawinan, saya selalu memberikan satu pertanyaan kepada para peserta untuk direnungkan dan sekaligus dimengerti secara rasional. "Untuk apa anda menikah?" Ada berbagai macam jawaban yang muncul. Seperti ingin punya anak, ingin tinggal bersama, ingin berbagi, .... namun tidak pernah ada jawaban "ingin menjadi satu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya lagi, ketika menikah mereka dapat dipastikan memilih teks "apa yang sudah dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia." Sungguh mengkawatirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya membentak mereka. Tetapi saya tidak tega mengungkapkannya. Memang persiapan perkawinan seringkali tidak dipahami oleh banyak calon mempelai. Mereka lebih memfokuskan diri pada keadaan diri dan keadaan calon pasangannnya. Namun mereka tidak belajar untuk memahami, mengerti, dan menerima pasangan bila kelak tidak seperti yang tampil saat mereka menikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan yang dihadapi saat menikah adalah pasangan yang berbeda dengan pasangan yang akan dihadapi 2 tahun dan seterusnya..... Perpindahan dari pacaran....menikah...punya anak... sungguh merupakan sebuah keputusan yang harus dipenuhi dengan berbagai macam prediksi dan kemampuan untuk menerima pasangan apa adanya. Gemuk, cerewet, atau apa pun dia adanya kelak. Menerima berarti mengakui dia sebagai pribadi yang selalu siap menerima kita apa adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bentuklah diri kita sebagai pribadi yang penuh dengan keinginan untuk menerima apa adanya. Bermainlah dengan hati yang penuh ampun dan penuh senyummmm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3738858266286897508?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3738858266286897508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3738858266286897508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3738858266286897508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3738858266286897508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/10/satu-untuk-satu.html' title='&quot;SATU UNTUK SATU&quot;'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-1202348126009405052</id><published>2009-10-11T18:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T19:25:32.794-07:00</updated><title type='text'>"Ketika Hati Tak Tenang"</title><content type='html'>Hati bersama jantung menjadi pusat (setrum) kehidupan. Ketika hati terganggu, aktivitas kehidupan menjadi letih, lesu, dan bahkan jauh dari gairah. Hati yang terluka oleh pengalaman dan interaksi dengan orang lain menjadikan hidup tidak berjalan pada rel KEHIdUPAN, tetapi cendrung berjalan "rel uncontrol". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak berkata: "hati yang terluka adalah hati yang uncontrol. hati yang tidak memiliki gairah hidup seperti yang diinginkan" &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-1202348126009405052?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/1202348126009405052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=1202348126009405052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1202348126009405052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1202348126009405052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/10/ketika-hati-tak-tenang.html' title='&quot;Ketika Hati Tak Tenang&quot;'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-9121552418117141668</id><published>2009-10-11T18:51:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T18:54:22.468-07:00</updated><title type='text'>"Memasuki Kehidupan Kekal" (Mrk 9: 33-37)</title><content type='html'>"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya" (Mrk 9:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara/I yg terkasih &lt;br /&gt;Kita sering berlaku seperti para murid. Ngerumpi tentang perebutan jabatan atau posisi yang sedang lowong. “Siapa yang akan menjadi yang terbesar di antara kita?” Dalam benak para murid untuk menjadi yang terbesar berarti mereka harus menjadi pemimpin atau pejabat dalam kelompoknya. Dalam diri mereka tidak terbersit niat bahwa untuk menjadi yang terbesar berarti menjadi seorang pelayan. Maka ketika mereka ditanya oleh Yesus, mereka terdiam. Mungkin ada rasa malu karena motivasinya untuk menjadi yg terbesar begitu dangkal: Jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara/I yg terkasih. &lt;br /&gt;Sabda Yesus hari ini mengingatkan kita akan dua hal: pertama, pikiran kita bukanlah pikiran-Nya. Keinginan kita bukanlah keinginan-Nya. Kehendak kita bukanlah kehendak-Nya. Seperti yang diungkapkan Nabi Yesaya ”Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku” (Yes 55:8). Karena itu, kita harus menyatukan pikiran, keinginan, dan kehendak kita dengan pikiran, keinginan, dan kehendak Allah.&lt;br /&gt;Kedua, untuk menjadi yg terbesar dalam Kerajaan Allah tidak diperoleh melalui jabatan duniawi, tetapi melalui pengosongan diri dan pelayanan kepada Allah melalui pelayanan kepada sesama.  ”Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-9121552418117141668?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/9121552418117141668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=9121552418117141668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/9121552418117141668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/9121552418117141668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/10/memasuki-kehidupan-kekal-mrk-9-33-37.html' title='&quot;Memasuki Kehidupan Kekal&quot; (Mrk 9: 33-37)'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-1230500593634629057</id><published>2009-10-01T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T20:19:47.645-07:00</updated><title type='text'>"Hidup Yang Diberkati"</title><content type='html'>Ketika saya melayani di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, yaitu di pelosok hutan Kalimantan, terlintas dalam hati untuk tidak meneruskan perjalanan yang masih kurang lebih 5 km lagi. Pikiran saya menentang perjalanan itu. "Untuk apa kamu meneruskan perjalanan ini? Di sana juga umatnya sedikit. Tidak imbang antara perjalanan dan umat yang hendak dikunjungi." &lt;br /&gt;Desakan pikiran itu sedikit memalingkan tujuan pelayanan saya. Saya menjadi sedikit bingung. &lt;br /&gt;Dalam kebingungan itu, saya berhenti sejenak di tengah jalan sambil mengamati-ngamati hutan dan lumpur yang mewarnai mobil. Dalam pengamatan itu, hati saya mendesak saya untuk meneruskan perjalanan ini. "Teruskan. Kamu ke sini untuk melayani Yesus, bukan untuk bertemu orang sedikit atau banyak. Ingat Yesus pernah bersabda: 'Dimana dua atau tiga orang berkumpul atas nama-Ku, disitu Aku hadir.'" &lt;br /&gt;Desakan hati ini memotivasi saya untuk menyelesaikan perjalanan ini. "Saya harus mengikuti perjalanan Yesus yang penuh darah dan duri. Bahkan sampai di salib dengan bengisnya."&lt;br /&gt;Sejam kemudian saya sampai di tempat tujuan. Wahhhh, luar biasa. Saya disambut dengan begitu riang dan gembira. Membahagiakan. Menentramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang diberkati bukanlah hidup yang lemah, cengeng, merengek-rengek atau mengikuti keinginan diri. Hidup yang diberkati adalah hidup yang kuat, terarah pada kebaikan, dan mengandalkan Tuhan dalam setiap situasi kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah berkat bagi orang lain, maka anda akan menerima berkat. Taburlah kasih kepada orang lain, maka anda akan menuai kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum kita mengatakan sebuah kata yang tidak baik - Pikirkan tentang seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum kita mengeluh tentang rasa makanan - Pikirkan tentang seseorang yang tidak memiliki apa-apa untuk dimakan. &lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tentang suami atau istri kita - Pikirkan tentang seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk memiliki seorang teman. &lt;br /&gt;Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup - Pikirkan tentang seseorang yang pergi terlalu dini ke surga. &lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita - Pikirkan tentang seseorang yang menginginkan anak tapi mereka mandul. Sebelum kita berdebat tentang rumah yang kotor, seseorang yang tidak bersih atau jorok - Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan. Sebelum mengeluh tentang jarak kita mengemudi - Pikirkan tentang seseorang yang berjalan kaki dengan jarak yang sama. Dan ketika kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan kita - Pikirkan tentang pengangguran, orang cacat dan mereka yang berharap mereka mempunyai pekerjaan. Tapi sebelum kita memikirkan untuk mengacungkan jari atau mengutuk lain - Ingatlah bahwa tidak ada salah satu dari kita yang tanpa salah. Dan ketika pikiran sedih membuat kita lesu - Letakkan sebuah senyum di wajah Anda dan bersyukurlah bahwa kita masih hidup dan masih ada. &lt;br /&gt;Hidup adalah anugerah, hidup haus dihidupi, nikmatilah, rayakan, dan gapailah kepenuhannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-1230500593634629057?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/1230500593634629057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=1230500593634629057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1230500593634629057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1230500593634629057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/10/hidup-yang-diberkati.html' title='&quot;Hidup Yang Diberkati&quot;'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-2055889314792673785</id><published>2009-10-01T18:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T22:15:21.935-07:00</updated><title type='text'>Spiritual Reflections - Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.henlia.com/"&gt;Spiritual Reflections - Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita&lt;/a&gt;: "post@henlia.com"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-2055889314792673785?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.henlia.com/' title='Spiritual Reflections - Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/2055889314792673785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=2055889314792673785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2055889314792673785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2055889314792673785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/10/spiritual-reflections-kita-tidak.html' title='Spiritual Reflections - Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3273740995186503708</id><published>2009-09-29T19:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T19:16:16.866-07:00</updated><title type='text'>“Menjadi Murid Kristus yang Sejati”  (Bil 11: 26-29; Yak 5: 1-6; Mrk 9: 38-43.45.47.48)</title><content type='html'>Permenungan kita akan sabda Allah yang baru saja kita dengarkan, menggugah kesadaran kita akan dua hal: pertama, pentingnya menghargai kemampuan atau iman orang lain; kedua, pentingnya penertiban diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghargai kemampuan –iman orang lain&lt;br /&gt;Dalam bacaan I, Musa yang dipenuhi Roh Kudus tidak menolak ketika Eldad dan Medad dipenuhi Roh Kudus seperti nabi dan bernubuat di luar kemah perjanjian. Musa menyadari bahwa Allah tidak hanya memberikan Roh-Nya hanya kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada orang lain, yang Dia kehendaki (Eldad dan Medad). Musa bahkan berharap semoga semua orang menerima Roh Tuhan dan mulai bernubuat seperti nabi. Karena itu, ketika Yosua bin Nun meminta Musa untuk mencegah Eldad dan Medad, ia berkata: ...sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi, karena Tuhan memberikan Roh-Nya kepada mereka.&lt;br /&gt;Dalam bacaan II, Yakobus dengan nada cukup keras menegur orang-orang kaya yang tidak menghargai buruhnya. Di sini, Yakobus bertindak seperti nabi yang mengecam mereka yang memeras tenaga orang lain demi memerkaya diri supaya bisa berfoya-foya dan memuaskan hatinya. Sementara mengabaikan hari penyembelihan-penghakiman, dimana Allah akan menyelamatkan orang-orang benar dan menerakan orang-orang tidak benar. Bagi Yakobus, pengabaian hak orang lain (buruh tani) berarti melawan Tuhan semesta alam. Sebab kekayaan tidak akan bernilai di hari penghakiman. Kekayaan akan memakan dagingmu seperti api.&lt;br /&gt;Dalam Injil, Yesus menegaskan kembali bahwa penghargaan terhadap kemampuan-iman seseorang  merupakan suatu keharusan bagi seorang murid-Nya. Seorang murid harus terbuka terhadap kebaikan yang ada di luar kelompoknya, bahwa orang di luar juga diberkati oleh Allah. Janganlah kamu cegah dia! Sebab tak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat dalam nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.&lt;br /&gt;Terhadap orang lain seorang murid harus bermurah hati. Ia tidak boleh menghalangi-merintangi pekerjaan orang lain yang menjadikan hidup seseorang diberkati dan dibebaskan dari kuasa kejahatan. Sebab barangsiapa diilhami oleh Roh Allah, ia adalah murid Kristus. Barangsiapa berbuat baik karena kasih, ia adalah milik Kristus. Tetapi barangsiapa berbuat jahat kepada sesama, ia berbuat jahat kepada Kristus dan bukan merupakan murid-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penertiban diri&lt;br /&gt;Kemampuan kita untuk menghargai kemampuan-iman seseorang  menuntut kita untuk menertibkan diri kita, yang seringkali sombong, congkak, atau ingin menang sendiri. Kita harus menertibkan tangan kita, supaya tangan kita tidak usil: colek kanan, colek kiri, ambil kanan-ambil belakang. Jika tanganmu menyesatkan engaku, penggallah... &lt;br /&gt;Kita menertibkan kaki kita, supaya kaki kita tidak melangkah sembarangan: rumah tetangga, kamar tetangga.. Jika kakimu menyesatkan engkau penggallah... &lt;br /&gt;Kita menertibkan mata kita, supaya mata kita melihat dan mengarahkan kita pada kebaikan. Bukan kepada kejahatan. Jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah... &lt;br /&gt;Penertiban diri memungkinkan kita untuk menghargai kemampuan-kebaikan yang ada di luar diri kita. Kita menjadi terbuka (toleransi) bahwa kebaikan itu bukan hanya milik kita, tetapi milik semua orang. Roh Kudus dicurahkan dan berkarya dalam diri setiap orang. &lt;br /&gt;Penertiban diri mengharuskan kita, sebagai seorang murid Kristus, bersikap tegas terhadap diri dan kebaikan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulan  &lt;br /&gt;Pertama, menjadi seorang murid Kristus berarti kita harus menghilangkan-menghapuskan sikap-perilaku eksklusivitas, merasa benar sendiri, menindas orang lain, melarang seseorang berbuat baik atau mencurigai orang lain. &lt;br /&gt;Kedua, seorang murid Kristus harus mengedepan kasih, penghargaan, penghormatan, dan keterbukaan kepada setiap orang yang bertindak dan berbuat atas dasar kasih Kristus. &lt;br /&gt;Ketiga, seorang murid Kristus harus menaruh hormat dan mendukung  karya Roh Kudus yang terjadi di luar diri kita.  &lt;br /&gt;Keempat, Murid Kristus yang sejati ditandai oleh ketekunan dan ketegasan untuk menyingkirkan apa saja yang mengarah kepada dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati&lt;br /&gt;25/9/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3273740995186503708?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3273740995186503708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3273740995186503708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3273740995186503708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3273740995186503708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/09/menjadi-murid-kristus-yang-sejati-bil.html' title='“Menjadi Murid Kristus yang Sejati”  (Bil 11: 26-29; Yak 5: 1-6; Mrk 9: 38-43.45.47.48)'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-9084288670148475107</id><published>2009-09-23T17:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:25:33.017-07:00</updated><title type='text'>Menemukan Cinta Sejati</title><content type='html'>Pergumulan Yakub dengan Laban, pamannya, membuka kesadaran kita bahwa hidup bersama orang lain membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang tiada henti. Perjuangan dan pengorbanan Yakub bermuara pada penemuan CINTA SEJATINYA PADA RAHEL, gadis cantik, putri pamannya. &lt;br /&gt;Untuk mendapatkan cinta sejati itu, Yakub harus melewati beberapa ujian atau tantangan yang ditawarkan oleh pamannya. - mirip sayembara kerajaan -. Pertama: Yakub harus bekerja tujuh tahun lamanya untuk Laban. Kedua: Yakub harus mengorbankan perasaannya karena ia dihadiahi Lea, kakak Rahel. Ketiga: Yakub harus bekerja tujuh tahun lagi. &lt;br /&gt;Perjuangan dan perngorbanan untuk menemukan cinta sejati memang bukanlah perkara mudah. Banyak rintangan yang siap menghadang. Mungkin itulah cara Tuhan untuk menguatkan dan menguji kekuatan dan kesejatian sebuah cinta. &lt;br /&gt;Menghadapi tantangan itu,- yang oleh Yakub dianggap tidak fair - tidak membuat Yakub putus asa. Ia malah teringat akan apa yang telah ia lakukan bersama dengan Ibunya, yaitu menipu Iskhak, ayahnya, dan mengambil hak kesulungan dari Esau. (Ibaratnya sang penipu kena tipu). Yakub tetap menyelesaikan tantangan itu.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apa yang dapat kita pelajari dari Yakub untuk hidup beriman kita?&lt;br /&gt;Pertama, kesetiaan. Menjadi pribadi yang setia terhadap pasangan, keluarga, dan juga terhadap tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita membutuhkan semangat kerendah-hati-an. Kita hendaknya menjadi diri yang menyerahkan cinta kita hanya kepada yang pilihan yang terbaik (perbuatan baik, sikap baik, tutur kata yang baik, dll). Kesetiaan adalah taruhan hidup yang tidak ternilai harganya. Jadi, JADILAH PRIBADI YANG SETIA SAMPAI AKHIR PADA PILIHAN KITA (pasangan, iman, kebaikan).&lt;br /&gt;Kedua, pengorbanan. Kesetiaan yang kita perjuangkan membutuhkan pengorbanan dan sekaligus pengendalian diri yang tinggi. Kita berani berkorban bukan karena kita senang dikorbankan, tetapi karena kita ingin meraih yang terbaik seperti Yakub. Kita belajar borkorban untuk sesuatu yang baik dalam hidup kita.&lt;br /&gt;Ketiga, menepati janji. Perjanjian yang kita adakan dengan Tuhan dan sesama hendaknya kita tepati. Sebagai orang beriman kita mesti menjadi pribadi yang anggun dengan Tuhan dan sesama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesetiaan, pengorbanan, dan tepat janji akan menghantar kita pada penemuan cinta yang sejati, seperti yang dialami oleh Yakub. Rencana dan berkat Allah akan mengalir terus melalui berbagai macam cara. Sebab Allah mendengarkan, melihat, dan memerhatikan apa yang kita kerjakan..... semoga apa yang kita kerjakan semakin memuliakan nama Tuhan, kita Yesus Kristus..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-9084288670148475107?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/9084288670148475107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=9084288670148475107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/9084288670148475107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/9084288670148475107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/09/menemukan-cinta-sejati.html' title='Menemukan Cinta Sejati'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-2800287490496325842</id><published>2009-09-04T21:48:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T21:59:16.627-07:00</updated><title type='text'>"Mendengar"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SqHwBB2jMXI/AAAAAAAAADk/DDlnJuitMpo/s1600-h/DSC02361.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SqHwBB2jMXI/AAAAAAAAADk/DDlnJuitMpo/s320/DSC02361.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377843330524852594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa membayangkan, betapa menderitanya seseorang yang alat pendengarannya tidak dapat berfungsi dengan baik. Apalagi kalau kita berjumpa di jalan dengan seseorang yang belum pernah mengenal kita, lalu misalnya ia bertanya... "dimana jalan Yesus?" Kita tidak bisa memberikan jawaban apa pun. &lt;br /&gt;Orang tersebut pasti marah... "Budek, bisu, dll" Mendengar adalah sebuah anugerah Allh yang tidak ternilai harganya. Allah menganugerahkan pendengaran yang baik kepada kita agar kita dapat mewartakan yang baik di tengah-tengah dunia. Namun, sayang, kita kerapkali lebih senang mendengar yang tidak baik, lalu mewartakan yang tidak baik itu. Berapa banyak orang yang menjadi korban hanya karena kita mendengar yang tidak baik lalu kita sebarkan....&lt;br /&gt;Padahal, Allah menganugerahkan itu kepada kita pertama-tama supaya kita mendengarkan Firman-Nya, menanamkan di dalam hati, dan mewartakan-Nya melalui sikap dan perbuatan kita setiap hari. Mendengar yang baik berarti mewartakan yang baik..... Sebab Firman Allah mendorong dan membebaskan lidah kita untuk mewartakan yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-2800287490496325842?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/2800287490496325842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=2800287490496325842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2800287490496325842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2800287490496325842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/09/mendengar.html' title='&quot;Mendengar&quot;'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SqHwBB2jMXI/AAAAAAAAADk/DDlnJuitMpo/s72-c/DSC02361.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-7194675154410716854</id><published>2009-09-04T21:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T21:46:57.903-07:00</updated><title type='text'>"Ia Menjadikan Segala-galanya Baik.." (Mrk 7:31-37)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SqHtMHqSLVI/AAAAAAAAADc/G2axr63lFg0/s1600-h/DSC02380.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SqHtMHqSLVI/AAAAAAAAADc/G2axr63lFg0/s320/DSC02380.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377840222527696210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabda Tuhan hari ini mengisahkan salah satu karya Yesus yang sangat luar biasa, yaitu menjadikan orang tuli mendengar dan orang bisu berbicara. Namun sekaligus menjadi peringatan bagi kita: yang seringkali bisu dan tuli terhadap sapaan dan panggilan Allah. Kita seringkali menutup diri terhadap Tuhan dan tidak mampu memuji Dia. &lt;br /&gt;Meskipun demikian, mari kita cermati Injil hari ini. Dalam perjalanan-Nya ke Sidon, Galilea, daerah Dekapolis, Yesus bersama para murid-Nya kedatangan tamu ”istimewa”, yaitu seorang tuli dan yang gagap dan mohon untuk disembuhkan. Apa yang dilakukan Yesus? &lt;br /&gt;Pertama,  Ia memisahkan orang tersebut dari keramaian. Ia ingin berbicara, mengenal, dan memahami orang tersebut secara lebih pribadi. Ia ingin supaya orang tersebut hanya mendengar suara-Nya, bukan suara kerumunan orang. Ini berarti Yesus menerima dan merangkul setiap orang yang mau datang dan memercayakan dirinya kepada Yesus. Siapa pun orang tersebut. Hati Yesus selalu terbuka bagi setiap orang yang mau datang kepada-Nya. Sebab bagi Yesus tidak ada masalah yang sulit. Semua masalah menjadi mudah.&lt;br /&gt;Kedua, Yesus memasukan jari-Nya ke telinga orang itu, meludah dan meraba lidah orang itu, kemudian menengadah ke langit dan berkata ”efata”. Seketika itu juga orang tersebut sembuh: bisa mendengar dan berkata-kata dgn baik. Luar biasa. Menakjubkan. &lt;br /&gt;Menyaksikan apa yang dilakukan Yesus, membuat orang-orang yang ada di situ takjub dan tercengang sambil berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.". Karena itu, mereka tidak bisa menahan diri untuk memberitakan Yesus dan karya-Nya. Kabar gembira harus segera diwartakan.&lt;br /&gt;Apa yang dapat kita pelajari dari bacaan kita pada hari ini? Pertama, kita belajar untuk dapat menerima setiap orang sebagaimana ia adanya. Tuli, bisu, buta, atau apa saja keadaannya. Menerima berarti kita menghargai seseorang sebagai pribadi yang diciptakan secitra dengan Allah. Pribadi yang berjuang untuk memperoleh keselamatan (kesembuhan). Pribadi yang dikasihi dan dicintai Kristus.&lt;br /&gt;Kedua, kita belajar untuk memercayakan dan menyerahkan diri kita kepada Yesus. Kita membawa diri kita dengan perbagai masalahnya kepada Yesus, supaya Yesus memberikan ”kesembuhan.” Biarlah Yesus merangkul dan membelai kita. Yesus adalah yang terbaik. Ia menjadikan segala-galanya baik. Keselamatan hanya ada di dalam dan melalui Dia. Bersama Yesus semua masalah dapat diatasi dengan penuh berkat.&lt;br /&gt;Ketiga, kita belajar bahwa kehadiran Yesus di dalam dan di tengah dunia telah menghadirkan zaman Mesias. Zaman yang penuh dengan rahmat, seperti yang dilukiskan nabi Yesaya (Yes 35: 4-7a): yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang bisu berbicara, yang lumpuh berjalan, dst.&lt;br /&gt;Keempat, kita belajar membuka hati, telinga untuk mendengar firman Allah, supaya lidah kita dibebaskan untuk memuji dan bersaksi tentang-Nya. Sebab jika hanya kita mendengar firman Allah, kita memiliki sesuatu untuk kita wartakan dan bagikan kepada orang lain.&lt;br /&gt;Kelima, kita belajar mewartakan Yesus dan Karya-Nya. Kita yang telah ditebus oleh darah-Nya di kayu salib, harus tiada henti-hentinya mewartakan Yesus dalam kehidupan kita. Kita mesti menjadi seperti orang-orang yang tidak dapat menahan diri memberitakan Yesus. &lt;br /&gt;Sanggup??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga berkat Allah memampukan kita menjadi murid-murid Yesus yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-7194675154410716854?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/7194675154410716854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=7194675154410716854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7194675154410716854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7194675154410716854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/09/ia-menjadikan-segala-galanya-baik-mrk.html' title='&quot;Ia Menjadikan Segala-galanya Baik..&quot; (Mrk 7:31-37)'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SqHtMHqSLVI/AAAAAAAAADc/G2axr63lFg0/s72-c/DSC02380.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-1573927289329153980</id><published>2009-08-29T06:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T06:49:28.014-07:00</updated><title type='text'>"Menjadi Indah"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Spkx2oZVoWI/AAAAAAAAADU/WI6NAgY7ER4/s1600-h/DSC02354.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Spkx2oZVoWI/AAAAAAAAADU/WI6NAgY7ER4/s320/DSC02354.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375382444869788002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjadi indah bukanlah menjadi mewah, tetapi menjadi pribadi yang penuh dengan hati yang bersyukur dan penuh cinta. Keindahan diri terletak pada keberanian kita untuk menjadikan diri sebagai pribadi yang rendah hati, jujur, empati, dan solider terhadap sesama yang kurang beruntung.&lt;br /&gt;Diri yang indah mencerminkan pribadi yang indah, yang mengalirkan berbagai cahaya keindahan yang membuat orang yang memandangnya menjadi gembira dan bersyukur. Jadilah indah laksana mawar yang indah dan harum semerbak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-1573927289329153980?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/1573927289329153980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=1573927289329153980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1573927289329153980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1573927289329153980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/08/menjadi-indah.html' title='&quot;Menjadi Indah&quot;'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Spkx2oZVoWI/AAAAAAAAADU/WI6NAgY7ER4/s72-c/DSC02354.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-4125681103327309844</id><published>2009-08-29T06:34:00.001-07:00</published><updated>2009-08-29T06:37:25.135-07:00</updated><title type='text'>Renang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SpkuwWSTSgI/AAAAAAAAADM/bWX5vmK03Gw/s1600-h/DSC02370.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SpkuwWSTSgI/AAAAAAAAADM/bWX5vmK03Gw/s320/DSC02370.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375379038394337794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berenang mungkin kata lain untuk mengartikan mandi bebas. Ketika orang berenang ia pasti mandi secara bebas. Seperti Rena yang asyik mandi ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-4125681103327309844?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/4125681103327309844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=4125681103327309844' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4125681103327309844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4125681103327309844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/08/renang.html' title='Renang'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SpkuwWSTSgI/AAAAAAAAADM/bWX5vmK03Gw/s72-c/DSC02370.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6206433892036128699</id><published>2009-08-29T06:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T06:31:29.968-07:00</updated><title type='text'>Bergaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Spks5ksFktI/AAAAAAAAADE/k4KQmJhpLDE/s1600-h/DSC02378.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Spks5ksFktI/AAAAAAAAADE/k4KQmJhpLDE/s320/DSC02378.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375376997856154322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergaya adalah ciri khas manusiawi. Dengan bergaya manusia mengekspresikan dirinya yang ia bayangkan ingin terwujud. Imajinasi akan diri yang diharapkan, menimbulkan dorongan dalam diri kita untuk menampilkan diri sebagai yang diharapkan. Mari bermimpi menjadi diri dan pribadi yang anggun dengan bergaya secara anggun dan mulia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6206433892036128699?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6206433892036128699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=6206433892036128699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6206433892036128699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6206433892036128699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/08/bergaya.html' title='Bergaya'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Spks5ksFktI/AAAAAAAAADE/k4KQmJhpLDE/s72-c/DSC02378.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-7915201226307669678</id><published>2009-07-06T23:16:00.001-07:00</published><updated>2009-07-06T23:46:33.199-07:00</updated><title type='text'>Menerima Sebagaimana Adanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SlLuX8sTZhI/AAAAAAAAAC8/J7mEw10sQIA/s1600-h/DSC00951.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SlLuX8sTZhI/AAAAAAAAAC8/J7mEw10sQIA/s320/DSC00951.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355605002093291026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Markus 6: 1-6&lt;br /&gt;Melalui firman Tuhan ini kita dapat belajar beberapa hal: &lt;br /&gt;Pertama, menerima dan menghargai setiap orang sesuai dengan pertumbuhan dirinya. Allah mengingatkan kita bahwa setiap orang mengalami perubahan setiap saat, bahkan detik. Saya yang sekarang, lain dengan saya yang lima menit kemudian. Karena itu, kita diajak oleh Allah untuk menerima dan menghargai setiap orang seperti adanya dia sekarang. Bukan berdasarkan pengalaman kita di masa lampau. Atau berdasarkan kekenalan kita dengannya di masa silam. &lt;br /&gt;Kedua, Allah tidak pernah meninggalkan umat yang keras kepala, pemberontak, dan keras hati. Allah terus berkarya di tengah-tengah umat yang demikian melalui perantaraan para nabi. Allah bukanlah Allah yang dendam tetapi Allah yang penuh belas kasihan. Penuh pengampunan. Penuh rahmat. Meskipun demikian, rahmat dan mukjizat Allah hanya dapat kita dialami kalau kita percaya-memiliki iman. Tanpa iman, rahmat dan mukjizat Allah tidak akan pernah terjadi atau kita alami dalam hidup ini. Mengapa? Karena ”Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana...” Sikap irihati, keras kepala, pemberontak dsjnya menutup terjadinya mukjizat dan mengalirnya rahmat Allah dalam hidup kita. Pertanyaannya untuk kita: apakah kita tetap bersikap keras kepala seperti bangsa Israel? Apakah kita tidak mau menerima rahmat dan mukjizat? Kalau mau berarti kita harus mengubah diri kita, yaitu menjadikannya selaras dengan firman Tuhan: murah hati, sabar, melayani, mengasihi, penguasaan diri.&lt;br /&gt;Ketiga, kecurigaan akan kemahamampuan Yesus. Kita seringkali tidak ada bedanya dengan orang-orang yang ada di kampung halaman Yesus. Kita seringkali curiga dan bahkan menuduh Yesus tidak berbuat sesuatu untuk hidup kita. Kita mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?  Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Kita bukan hanya mencurigai Yesus, tetapi kita juga mencurigai dan menuduh sesama kita yang bukan-bukan. Sikap ini menjauhkan bahkan memisahkan kita dengan Yesus sebagai sumber keselamatan. Mengapa? Karena kita tidak percaya kepada-Nya. Kita tidak menghargai karya-Nya di tengah-tengah dunia melalui kehadiran sesama kita. Kita menolak kemahakuasaan Yesus. Kalau kita menolak kemahakuasaan Yesus, berarti kita mengakui kuasa iblis. Pertanyaannya bagi kita: apakah kita mau mengandalkan kuasa iblis dalam hidup kita? Kalau tidak, berarti kita harus menerima Yesus dalam seluruh hidup kita. Bukan hanya dengan mulut, perkataan. &lt;br /&gt;Keempat, kepercayaan-iman. Iman adalah dasar dari keterbukaan kita kepada Allah yang hadir melalui perantaraan para nabi dan terutama melalui Putra-Nya. Iman membukakan rahmat dan mukjizat Allah untuk terjadi dalam hidup kita. Beriman menjadikan kita terbuka pada kemahakuasaan dan kebaikan atau keberhasilan sesama. Iman menjadikan kita bersatu dengan Yesus selalu menjumpai kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita membuka hati-diri kita pada seluruh kebaikan-kemahakuasaan Allah yang hadir di tengah-tengah dunia. Biarlah Allah menjadi segala dalam segalanya. Yesus adalah firman yang menjadi manusia. &lt;br /&gt;Semoga kasih dan berkat Tuhan membimbing kita semua kepada keselamatan yang kekal....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-7915201226307669678?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/7915201226307669678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=7915201226307669678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7915201226307669678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7915201226307669678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/07/menerima-sebagaimana-adanya.html' title='Menerima Sebagaimana Adanya'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SlLuX8sTZhI/AAAAAAAAAC8/J7mEw10sQIA/s72-c/DSC00951.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8967798625349735867</id><published>2009-07-06T23:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T23:23:44.858-07:00</updated><title type='text'>HATI YANG BERSYUKUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SlLp4GUphDI/AAAAAAAAAC0/zpWGw-qsrXo/s1600-h/DSCN2092.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SlLp4GUphDI/AAAAAAAAAC0/zpWGw-qsrXo/s320/DSCN2092.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355600056876106802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni” (Ibr 10:22) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang bersyukur ibarat air yang menyejukan kehidupan. Air yang mengalirkan kesegaran dan kebaruan dalam proses kehidupan. Tanpa air yang segar, proses kehidupan tidak dapat berlangsung dengan baik. Air yang tercampur minyak atau yang sejenisnya sudah pasti akan menghambat atau bahkan menghancurkan kehidupan. &lt;br /&gt;Kita lihat saja contohnya di Jawa Timur. Ketika air sungai porong dialiri luapan lumpur lapindo yang mengandung gas metan – yang tentu saja racun bagi kehidupan – mengakibatkan ikan-ikan di sungai dan tambak yang dilalui atau yang mengambil air dari situ mengalami kematian. Atau contoh lain, ketika kita mandi dengan air kotor kulit kita akan gatal-gatal. Masih banyak lagi contoh yang lain.&lt;br /&gt;Demikianlah hati yang penuh dengan keluh kesah, dendam, dan rasa curiga akan membuat kehidupan kita menjadi tidak tentram. Hidup kita kacau dan bahkan stres. Hati yang diliputi iri hati, penuh tuntutan yang tidak realistis akan mengurangi proses pertumbuhan. Pertumbuhan kita akan pincang: fisik tumbuh, tapi jiwa kerdil. Keinginan dunia setinggi bintang, tapi keeratan dengan Sang sumber segalanya nihil. Tidak ada keseimbangan (equilibrium). Hidup seperti ini oleh Paulus dikategorikan hidup menurut daging. Sebab ”perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya” (Gal 5: 19-21).&lt;br /&gt;Sementara kehidupan yang dilandasi hati yang penuh syukur akan mengalam proses pertumbuhan yang simbang. Hidup akan berlangsung dengan tenang dan damai. Sejuk. Tenang. Karena hati yang bersyukur adalah hati yang berkobar-kobar memuliakan dan memuji nama Tuhan Allah. Hati yang tulus, yang menerima setiap peristiwa sebagai sebuah pemuliaan dari Allah, yang hendak menjadikan dirinya sebagai diri yang serupa dengan Diri-Nya. Hati yang mencari dan menemukan kehendak Allah terlebih dahulu untuk dimuliakan dalam realitas-aktivitas hidupnya setiap hari: di rumah, di kantor, di desa, atau di mana saja. Hati yang dipimpin dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Seperti yang yang ditegaskan oleh Paulus: ”... buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5: 22-23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang bersyukur senantiasa memuliakan Allah dengan memuliakan dirinya sendiri.&lt;br /&gt; Hati yang bersyukur  memuliakan sesamanya dengan membangun kejujuran, keadilan, mengasihi, menyanyangi dalam pergaulan-komunitas harianny.a&lt;br /&gt;Hati yang bersyukur memuliakan Allah dan dirinya dengan memuliakan pekerjaannya sebagai anugerah Allah yang harus diselesaikan sesuai dengan kehendak Allah.&lt;br /&gt;Hati yang bersyukur menerima rahmat dan mukjizat Allah sebagaimana yang dikehendaki-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8967798625349735867?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8967798625349735867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8967798625349735867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8967798625349735867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8967798625349735867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/07/hati-yang-bersyukur.html' title='HATI YANG BERSYUKUR'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SlLp4GUphDI/AAAAAAAAAC0/zpWGw-qsrXo/s72-c/DSCN2092.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8944537192381739779</id><published>2009-07-03T22:02:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T19:24:37.401-07:00</updated><title type='text'>Hati Yang Bersyukur</title><content type='html'>Bersyukur merupakan sisi penting kehidupan manusia yang diciptakan oleh Allah yang maha syukur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8944537192381739779?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8944537192381739779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8944537192381739779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8944537192381739779'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-412831055934433626</id><published>2009-06-08T23:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T23:43:49.033-07:00</updated><title type='text'>Hutan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Si4EXmBKDPI/AAAAAAAAACM/W-ugWUH8LQ8/s1600-h/DSC01429.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Si4EXmBKDPI/AAAAAAAAACM/W-ugWUH8LQ8/s320/DSC01429.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345214611124260082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berpikir bahwa hutan mesti ditebang agar kayunya dapat dijual dan lahannya dapat ditanami jagung, padi, kelapa sawit, atau ditambang. Realitasnya itulah yang terjadi. Lihat saja berapa puluh juta hektar hutan kita dirusak dan ditinggalkan begitu saja setelah kayu, hasil tambang atau hasil lainnya habis. &lt;br /&gt;Kita harus kuatir dengan kondisi seperti ini. Namun kuatir saja tidak cukup. Kita mesti bergerak melakukan penyelamatan dengan reboisasi atau melarang kelompok orang atau perusaan berlaku sewenang-wenang terhadap hukan. Ingat: hutan menampilan keindahan dan keanekaragaman ciptaan Allah yang berkontribusi utuk menyelamatkan dan menyesahatkan manusia.&lt;br /&gt;Mari kita pelihara dan lindungi hutan........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan adalah keberagaman Alllah&lt;br /&gt;Hutan adalah nafas segarnya udara&lt;br /&gt;Hutan adalah Allah yang peduli pada makhluk yang lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-412831055934433626?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/412831055934433626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=412831055934433626' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/412831055934433626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/412831055934433626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/06/hutan.html' title='Hutan'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Si4EXmBKDPI/AAAAAAAAACM/W-ugWUH8LQ8/s72-c/DSC01429.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-910422375385287739</id><published>2009-06-08T22:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T23:30:17.792-07:00</updated><title type='text'>Mimpi</title><content type='html'>Pada zaman dulu, terutama pada zaman perjanjian Lama, penafsir mimpi mendapat tempat yang layak di samping raja. Ingat misalnya Yusuf, mampu masuk istana kerajaan karena fasih menafsirkan mimpi.&lt;br /&gt;Ini mencerminkan bahwa mimpi memiliki arti penting dalam perjalanan hidup manusia. "Mimpi adalah awal untuk mencapai cita-cita besar dalam hidup ini." Dengan bermimpi, seseorang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dan dahsyat dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Karena itu, bermimpi untuk menjadi besar mendorong dan menguatkan kita untuk menuju pada kebesaran itu. Yang penting bahwa mimpi itu mengarahkan kita tujuan yang hendak kita capai.&lt;br /&gt;"Bermimpilah selama masih mungkin. Jadikan mimpi sebagai pengarah jiwa untuk mencapai hal-hal yang besar."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-910422375385287739?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/910422375385287739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=910422375385287739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/910422375385287739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/910422375385287739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/06/mimpi.html' title='Mimpi'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6310805861044652016</id><published>2009-05-15T22:38:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T19:24:37.402-07:00</updated><title type='text'>Roh Kudus, Perbuatan Baik, dan Kasih</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6310805861044652016?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6310805861044652016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6310805861044652016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6310805861044652016'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3833148883324592915</id><published>2009-05-15T22:03:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T22:34:50.141-07:00</updated><title type='text'>Belalang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Sg5QIzrZb-I/AAAAAAAAAB8/7sCsa1__OBY/s1600-h/DSC00314.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Sg5QIzrZb-I/AAAAAAAAAB8/7sCsa1__OBY/s320/DSC00314.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336290720722022370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitab Perjanjian lama dikisahkan bahwa "Yohanes makananya belalang." Di daerah gunung kidul juga, pada musim kemarau banyak penduduk yang berjualan belalang di sepanjang jalan. Belalang yang dijual adalah belalang yang jenisnya besar-besar. &lt;br /&gt;Suatu ketika saya bersama beberapa orang membeli tiga tusuk belalang dan kami bakar di tepi pantai di Wonosari. &lt;br /&gt;"Uih... enak bener lo.." kata teman saya ketika ia mencicipi belalang bakar. "Oh, ya.." tanya yang lain. "Ia. Sungguh.. Coba aja kalo gak percaya!", tegas sang teman. Saya dan teman yang lain akhirnya menyantap dengan lahap belalang bakar yang kami masak sendiri.&lt;br /&gt;"Tuhan, terimakasih.. Engkau telah menciptakan belalang bagi kami untuk kami jadikan makanan. Semoga dengan menyantapnya, kami memeroleh kekuatan untuk melanjutkan tugas dan karya kami. Jadikan kami sebagai penerus karya-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belalang adalah ciptaan Allah lainnya yang tampaknya kurang begitu berharga dibandingkan dengan keberadaan diri kita yang gagah perkasa dan sangat istimewa di mata Allah. Belalang hanyalah serangga, yang oleh pak tani kerap dijadikan musuh bebuyutan lantaran merusak tanaman padinya atau sayurannya. Belalang memang bermacam-macam, namun satu yang pasti bahwa belalang diciptakan untuk meramaikan kehidupan alam semesta yang terbentang luas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hiduplah di dunia ini dengan berdamai dan bersahabat dengan semua ciptaan. Sebab setiap ciptaan memainkan perannya masing-masing sesuai dengan maksud ia diciptakan. Jangan menuntut lebih. Sebab tuntutan yang berlebihan akan menghancurkan diri sendiri. Jadilah penikmat hidup. Rayakanlah hidup dalam keanekaragamannya. Belalang biarlah belalang. Jangan menuntutnya menjadi manusia...... 'Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu'(Mazmur 119:66). Menghormati kepribadian dan keberadaan yang lain berarti kita menghormati dan memuja Sang Mahabijaksana."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3833148883324592915?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3833148883324592915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3833148883324592915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3833148883324592915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3833148883324592915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/05/belalang.html' title='Belalang'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Sg5QIzrZb-I/AAAAAAAAAB8/7sCsa1__OBY/s72-c/DSC00314.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-2830564606463152788</id><published>2009-05-15T21:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T22:01:05.439-07:00</updated><title type='text'>Kelahiran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Sg5IXjzUs_I/AAAAAAAAAB0/ddtNK8pFeJs/s1600-h/DSC02131.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Sg5IXjzUs_I/AAAAAAAAAB0/ddtNK8pFeJs/s320/DSC02131.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336282178065314802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran anak ke dunia merupakan suatu kebahagiaan yang tidak ternilai harganya. Lebih dari itu, kelahiran menjadi medium kesadaran pada pribadi lain yang dikehendaki oleh Allah harus ada di dunia. Kesadaran akan adanya pribadi lain mengajak kita untuk mencintainya sampai sahabis-habisnya. "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya." Karena itu, kelahiran dinantikan dan disambut dengan penuh kebahagiaan - terutama bagi keluarga yang mengalaminya. &lt;br /&gt;Peristiwa kelahiran, bukan hanya sekedar munculnya sosok atau pribadi baru di tengah dan bersama kita, tetapi lebih dari itu, yaitu terealisasinya cinta Allah yang mahaagung di tengah dan melalui manusia. "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran"(Yoh 1: 14). Allah memanggil manusia untuk ikut serta ambil bagian dalam karya penyelamatan-Nya. Oleh Allah, manusia dijadikan sebagai partner atau rekan kerja-Nya. Manusia menjadi co-creator bagi dunianya. &lt;br /&gt;"Jadikanlah terang kelahiran sebagai sayap-sayap cinta bagi kehidupan di sekitar kita."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-2830564606463152788?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/2830564606463152788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=2830564606463152788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2830564606463152788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2830564606463152788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/05/kelahiran.html' title='Kelahiran'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/Sg5IXjzUs_I/AAAAAAAAAB0/ddtNK8pFeJs/s72-c/DSC02131.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8749678416140354148</id><published>2009-04-27T18:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T18:57:45.554-07:00</updated><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>Tanggal 27 April 2009, kurang lebih jam 11.30 Wita, seorang kawan menuturkan kisah cintanya di dunia maya yang gila. Awal perkenalannya dengan seseorang melaui chatting, ia merasa begitu antusias dan memiliki keyakinan bahwa si dia dapat menjadi pendamping hidupnya kelaknya. Hari kedua mereka mulai telpon-telponan, juga kirim foto. "Asyik banget. Aku senang banget" ujarnya. &lt;br /&gt;Akan tetapi, lama-kelamaan hubungan itu semakin semakin menyiksa karena mereka tidak dapat berjumpa satu sama lain lantaran tempat tinggal yang nun jauh di sana. Ketersiksaan itu menstimulusnya untuk cepat marah, emosi bila telpon atau sms tidak segera mendapat jawaban. "Hi, mengerikan. Apa yang dia lakukan harus segera dijawab. Lambat sedikit, sudah.... amarah yang terjadih."&lt;br /&gt;Pengalaman itu menjadikannya kapok menjalin persahabatan kembali di dunia maya. Ia trauma dengan semua yang terjadi sebelumnya. "Aku dah gak bakalan mau kenalan ama orang-orang di dunia maya.Cinta di dunia maya gak bakalan kesampaian. Ia hanya menyiksa diriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaknaan Cinta&lt;br /&gt;Kita sering berpikir bahwa cinta di satu sisi adalah energi positif bagi diri yang dapat menstimulus diri untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif untuk hidup kita, sesama, dan untuk memuliakan Tuhan. Namun di sisi lain, cinta dapat menjadi racun yang membunuh dan menghacurkan diri. Benarkah demikian? &lt;br /&gt;Bagi saya, cinta adalah hal yang agung, luhur, dan mulia, seperti Sang Asal CINTA. Cinta tidak pernah menyiksa. Ia selalu membahagiakan. Menjadikan diri sebagai diri yang sangat berarti, luhur, dan agung. &lt;br /&gt;Ingat kita diciptakan oleh Cinta yang Agung. Maka kita pun harus menjadikan cinta sebagai sesuatu yang agung. Kita harus menjadi pelaksana cinta, bukan pembicara cinta. Sebab cinta bukan masalah kata, ucapan, atau imajinasi impulsif. Cinta adalah masalah hati yang mau menerima dan menghargai setiap cinta yang berada di luar diri. Cinta adalah masalah keterbukaan diri untuk berbagi rasa dengan setiap orang, terutama kepada orang yang menjadi pasangan kita. "Jadilah pelaku cinta dalam hidup anda, maka anda akan bahagia dengan cinta. Cinta adalah anugerah pembebasan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8749678416140354148?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8749678416140354148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8749678416140354148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8749678416140354148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8749678416140354148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/04/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-9062409721185879416</id><published>2009-04-27T17:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T18:23:53.234-07:00</updated><title type='text'>Kesedihan</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu saya ngobrol lewat telepon dengan seorang teman yang sedang ditinggal pergi oleh sahabat karibnya, yang selama ini telah berbagi rasa bersamanya: suka-duka, senang-sedih, dst. Ia bercerita bahwa sahabatnya itu pergi tanpa meninggalkan pesan atau tanpa pamit entah kemana. Parahnya lagi sang sahabat tidak dapat dihubungi. Semua yang pernah terjadi hancur. Hilang. Sirna.&lt;br /&gt;Keadaan ditinggalkan itu membuatnya menjadi sedih dan bahkan sulit untuk makan atau bergaul dengan orang lain. Mengapa? Karena setiap ketemu dengan orang, ia selalu berprasangka bahwa orang ini tidak jauh beda dengan sahabatnya itu. "Aku jadi malas. Hidupku tampaknya sudah tidak berarti lagi. Sia-sia aku hidup" ujarnya. &lt;br /&gt;Mendengar ucapannya yang tidak rasional lagi itu, saya bertanya: "Kog bisa begitu? Kenapa? Apakah ada masalah diantara kalian?"  Ia menjawab tegas: "Tidak! Aku bingung dan sedih sekali. Hatiku hancur. Rasanya aku ingin mati saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan dalam menjalin relasi yang intim dengan orang lain memang menimbulkan goncangan hidup yang hebat. Apalagi kalau kegagalan itu terjadi begitu saja tanpa ada sebab yang melatarbelakangi. Anda bisa membayangkan ketika saat ini anda bersama sahabat anda: duduk, berbagi cerita, saling menguatkan, saling mengisi satu sama lain, dst; esok hari pergi entah kemana? Apa yang anda rasakan? Jawabannya satu: SEDIH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: haruskah anda larut dalam kesedihan yang tidak berujung? Atau haruskah anda diam dan menutup diri dengan lingkungan sosial yang lain, yang selama ini ikut membentuk diri anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bijak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi hidup yang terhempas oleh perasaan kehilangan dan kesendirian, kesedihan bukanlah obatnya. Ingat Kesedihan tidak dapat menghalau kesedihan. Tetapi kesedihan hanya akan menambah berat dan mendalam kesedihan yang menimpa diri anda. Kesedihan adalah salah satu unsur emosional yang menstimulus diri untuk larut dalam masalah-masalah yang menimpa diri kita agar diri kita pelan-pelan keropos. Atau bahkan celakanya agar diri kita menghentikan aktivitasnya, yaitu bunuh diri. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, menghadapi masalah seperti ini, kita mesti bijak bahwa kesedihan bukanlah obat untuk hati yang sedih. Kesedihan harus ditinggalkan dan digantikan dengan kebahagiaan. Artinya kita berani dan kuat menerima pengalaman-pengalaman hidup - yang kita yakini - turut serta membentuk diri kita menjadi pribadi yang kuat. &lt;br /&gt;Setiap pengalaman, indah atau buruk, besar atau kecil, memberi nilai plus pada proses pendewasaan diri. Pendewasaan diri diraih melalui pengalaman dan peristiwa hidup yang menyertainya. "Jadilah bijak menjalani hidup. Hargailah setiap pengalaman yang terjadi pada diri. Jauhkan kesedihan dari hati yang sedih karena kesedihan bukanlah obat untuk hati yang sedih. Kesedihan hanya dapat diminimalisir (dihilangkan) dengan kesediaan untuk menerima dan menghargai fakta/pengalaman hidup. Kebahagiaan adalah obat hati yang sedih. Jadi berbahagialah senantiasa menjalani hidup anda."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-9062409721185879416?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/9062409721185879416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=9062409721185879416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/9062409721185879416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/9062409721185879416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/04/kesedihan.html' title='Kesedihan'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-1447299516534847394</id><published>2009-04-20T20:20:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T19:24:37.417-07:00</updated><title type='text'>Satu Hati</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-1447299516534847394?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/1447299516534847394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1447299516534847394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1447299516534847394'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-1569105163563013893</id><published>2009-03-19T22:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T20:19:27.903-07:00</updated><title type='text'>Kehendak Bebas</title><content type='html'>Salah satu keunggulan manusia dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya adalah kehendak Bebas. Dengan kehendak bebas, manusia mampu merencanakan dan melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sejauh tidak melanggar atau merugikan (hak) orang lain.&lt;br /&gt;Adanya kehendak bebas itu, di satu pihak memberikan peluang atau kemungkinan kepada manusia untuk merencanakan dan melakukan apa yang menjadi cita-cita hidupnya. Peluang-peluang itu tentu saja harus dimanfaatkan sedemian rupa untuk kebaikan dirinya sendiri, kebaikan orang lain, dan  menuntut manusia untuk senantiasa memanage dirinya, terutama ego atau nafsunya untuk menguasai orang lain. Karena tidak dapat dimungkiri bahwa dalam diri manusia ada kehendak/keinginan untuk menjadi lebih dari "yang lain" tanpa mengindahkan norma-norma keindahan. &lt;br /&gt;Untuk itu, kehendak bebas - ketika tidak dikendalikan dengan norma-norma keindahan, kesusilaan, keagamaan, atau norma-norma sosial lainnya, ia akan menjadi bencana bagi manusia itu sendiri. Dalam arti ini, kehendak bebas lebih pada memberikan kesempatan kepada manusia untuk memilih cara hidup yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Kehendak bebas mesti diarahkan kepada kegiatan "untuk" kebaikan diri sendiri, sesama, alam semesta, dan kemuliaan nama Tuhan. Mari gunakan kehendak bebas dengan penuh tanggung jawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-1569105163563013893?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/1569105163563013893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=1569105163563013893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1569105163563013893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1569105163563013893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/03/kehendak-bebas.html' title='Kehendak Bebas'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-1348126255374831704</id><published>2009-03-18T20:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T22:08:25.404-07:00</updated><title type='text'>Hari Indah</title><content type='html'>Hari kemarin adalah datum, yang memberi pengalaman untuk hidup hari ini. Hari ini adalah anugerah Allah yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya. Hari esok adalah harapan, cita-cita  yang mudah-mudahan dianugerahkan kembali oleh Allah untuk kita. &lt;br /&gt;Hari yang indah adalah hari yang menyenangkan, membahagiakan, dan menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;Cukupkah kita hanya mengagumi keindahan hari yang Tuhan anugerahkan untuk kita? Jawabannya adalah tidak. Kekaguman kita tidak boleh hanya berhenti pada indahnya hari, tetapi harus sampai pada kekaguman akan kemahabesaran dan kemahaindahan Sang Penciptanya. Karena dibalik semua yang ada, ada yang mengadakan, yakni Allah yang mahabaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita memberikan diri dan memuliakan Allah dalam hari-hari indah yang Tuhan berikan untuk kita? Kalau kita mau jujur, tampaknya kita kurang memberikan diri dan memuliakan Allah. Kita lebih sering memuliakan diri kita, pekerjaan kita, prestasi kita atau teman-teman kita yang telah bebrbuat baik kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semua itu tidak ada salahnya. Namun kita lupa bahwa dibalik semua yang terjadi atas hidup kita, ada Dia yang menggerakan dan mengizinkan semua itu terjadi. Kita lupa bahwa Allah jauh lebih baik dari apa yang terjadi di dunia ini. Kita sering menutup rapat peran Allah atas hidup kita. Sebaliknya kita mengedepankan kemampuan diri kita sendiri. Inilah sifat angkuh kita. Inilah keegoisan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahkah perbuatan yang demikian? Perlu kita renungkan lebih jauh. Kita perlu mencontoh "...orang-orang Lewi dan para imam setiap hari menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN dengan sekuat tenaga" (2 Tawarikh 30:21). Kita perlu meneladani para pemazmur: "Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya" (Mazmur 145:2). Kita juga perlu : "...setiap hari... melanjutkan pengajaran mereka (para rasul) di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias"(Kisah 5:42).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan demikian hari indah yang Allah anugerahkan untuk kita dapat kita indahkan dengan memuji dan memuliakan nama-Nya di seluruh ujung bumi. Sebab Allah akan menyertai kita sampai akhir zaman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-1348126255374831704?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/1348126255374831704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=1348126255374831704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1348126255374831704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/1348126255374831704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/03/hari-indah.html' title='Hari Indah'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-2349587848114779089</id><published>2009-03-18T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T20:21:51.270-07:00</updated><title type='text'>Bersih</title><content type='html'>"...orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat" (Ayub 17:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebersihan pangkal kesehatan." Itu kira-kira tulisan tebal yang terpasang kuat di depan kelas saya sewaktu saya masih duduk di sekolah dasar. Tulisan itu memiliki pengaruh yang begitu kuat bagi aktivitas kami di dalam kelas. Semua penghuni kelas sangat menaati makna tulisan itu. Karena itu setiap pagi, sebelum pelajaran dimulai, kami beramai-ramai membersihkan kelas. Ada yang menyapu, ngelap kaca, nyiram bunga, dan membuang sampah. Pokoknya kelas harus bersih. &lt;br /&gt;Demikian juga sesudah jam pelajaran berakhir, masing-masing dari kami harus menjaga kelas tetap bersih. Maka kalau ada yang menjatuhkan sampah, ia harus bertanggung jawab membersihkannya. Kalau tidak, kami didenda Rp 5000. Luar biasa. &lt;br /&gt;Kebersihan memang sangat penting bagi tubuh kita. Makanan yang kurang bersih akan menyebabkan kita sakit perut. Air minum yang kotor atau air mandi yang kotor akan menyebabkan tubuh kita sakit. Atau udara yang kurang bersih akan mengganggu pernafasan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersihan memang harus terus menerus diperjuangkan, kalau kita ingin hidup lebih tenang dan nyaman. Allah telah mengingatkan kita bahwa Ia "...baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya" (Mazmur 73:1).Karena "... siapa bersih kelakuannya, aman jalannya..." (Amsal 10:9). &lt;br /&gt;Membersihkan diri dari berbagai macam "noda" perlu terus diupayakan. Karena diri yang "kotor" mengakibatkan perbuatan, sikap, atau tutur kata kita menjadi kotor. Lihat betapa banyak pembunuhan, penganiayaan, korupsi, penipuan, pemerkosaan, atau pemfitnahan terhadap orang yang tidak bersalah. Ini semua dipicu dan "dilahirkan" dari diri kita yang "kotor." &lt;br /&gt;Diri yang "kotor" menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan yang dikehendaki Allah. Menjauhkan kita dari kebenaran-kebenaran yang ditunjukan dan diajarkan oleh Allah. Menjauhkan kita dari ketulusan-ketulusan untuk melayani, terutama bagi mereka yang miskin dan tersingkir. &lt;br /&gt;Diri yang "kotor" mendorong kita untuk mengedepankan kepentingan diri sendiri dan mencampakkan orang lain. Kita didorong untuk mengalahkan orang lain dengan berbagai macam cara asal keinginan kita tercapai. Kita didorong untuk memerkaya diri sendiri dengan cara-cara yang tidak dikehendaki Allah. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita perlu membersihkan diri kita agar kita melakukan dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dikehendaki Allah. Kita menanggalkan "kekotoran" diri kita dengan melibatkan dan memersekutukan diri dengan Allah. Membaca dan merenungkan sabda-Nya. Menjadikan Dia sebagai tujuan hidup kita. Ingat bahwa peziarahan kita di dunia ini berangsur-angsur menuju kepada Rumah Bapa. Karena itu, kita harus bersekutu dengan Dia, supaya bila saat tiba, Ia mengenal dan menyambut kita, seperti "gembala yang mengenal kawanannya." &lt;br /&gt;Tetapi bila kita tidak membangun persekutuan dengan Dia, mungkin bila saat kita tiba, Ia tidak mengenal dan menyambut kita. Kita mungkin akan disambut oleh Setan. Mengerikan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu renungkanlah firman Allah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bertobatlah masing-masing kamu dari tingkah langkahmu yang jahat dan dari perbuatan-perbuatanmu yang jahat; maka kamu akan tetap diam di tanah yang diberikan TUHAN kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya" (Yeremia 25:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan" (Yehezkiel 18:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus" (Kisah 2:38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, ... supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancang kedurjanaanmu? (Yeremia 4:14)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-2349587848114779089?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/2349587848114779089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=2349587848114779089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2349587848114779089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2349587848114779089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/03/bersih.html' title='Bersih'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-4271564434253082848</id><published>2009-02-25T21:49:00.000-08:00</published><updated>2009-03-18T18:52:39.967-07:00</updated><title type='text'>Memaknai Pengalaman</title><content type='html'>Setiap orang mengalami dan memiliki pengalaman yang berbeda-beda, tergantung dimana, dengan siapa, kapan, bagaimana kita menjalani hidup ini. Dari hari ke hari kita bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Pergerakan kita itu memberikan pengalaman bagi keberlangsungan hidup kita. Kita menjadi semakin mengetahui betapa hebat dan kuatnya hidup kita ini. &lt;br /&gt;Seperti Sang Pencipta yang begitu kuat dan penuh kekuasaan, kita kerapkali menjadikan hidup kita begitu kuat dan berkuasa. Kita menghendaki setiap orang tunduk kepada kita. Maka ketika kita mengalami kegagalan, kita merasa hancur dan rasanya hendak mengakhiri hidup ini. "Hidupku sudah tidak berharga", begitu kita sering mengeluh. Bahkan lebih parahnya lagi, kita menyalahkan setiap orang yang ada di sekitar kita. Kita jarang melihat diri kita, betapa cerobohnya kita dalam mengambil atau membuat sebuah keputusan. Atau betapa kurang beraninya kita mengambil langkah yang menantang kita untuk menjadi kuat.&lt;br /&gt;Padahal kalau saja kita mau bercermin dan belajar dari orang-orang bijak, kita dapat menemukan kebijaksanaan hidup yang menuntun kita pada pengalaman akan kehadiran yang Mahatinggi. Artinya, melalui pengalaman-pengalaman hidup, baik yang menyenangkan maupun yang menyusahkan, kita diajak untuk mengenal dan mengalami diri kita sedang dibentuk dan dipersiapkan Allah untuk menjadi kuat. &lt;br /&gt;Kita bisa mengalami atau melihat seseorang yang hidupnya hancur, entah karena keluarganya broken home atau karena ditinggal oleh pasangan hidupnya, akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bahkan menjadi inspirer bagi setiap orang yang mengalami masalah yang sama, ketika dia menyadari bahwa melalui pengalamannya itu ia sedang dibentuk dan ditempa oleh Allah untuk membantu orang lain yang belum kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mengalami dan merasakan bahwa Allah sedang membentuk kita melalui pengalaman hidup kita seharian, kita perlu menyadari bahwa Allah hadir dalam seluruh peristiwa hidup kita. Allah tidak pernah meninggalkan kita, meskipun kita melupakan-Nya. Allah tidak membiarkan kita menderita sendirian, sebab Ia telah memberikan Putra-Nya, Jesus Kristus, untuk ada bersama kita, baik saat senang maupun saat susah. &lt;br /&gt;Tuhan Yesus berpesan kepada kita: "Marilah semua yang berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepada-Mu. Setiap orang yang minum dari air hidup ini, ia tidak akan haus lagi."&lt;br /&gt;Mulai saat ini, marilah kita menyadari bahwa Allah tidak henti-hentinya membentuk dan menempa kita agar kita menjadi pribadi-pribadi yang kuat. Pribadi-pribadi yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Pribadi-pribadi yang berjuang tanpa mengenal lelah. Seperti Yesus yang berjuang menyelesaikan jalan salib-Nya, meskipun Ia kehabisan tenaga. &lt;br /&gt;Jadikan salib sebagai lambang kekuatan dan kemenangan.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-4271564434253082848?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/4271564434253082848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=4271564434253082848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4271564434253082848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4271564434253082848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/02/memaknai-pengalaman.html' title='Memaknai Pengalaman'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6510596175079860700</id><published>2009-02-25T20:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T21:47:37.404-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Garam dunia</title><content type='html'>Garam adalah salah satu bumbu masakan yang sangat penting. Tanpa atau kurang garam, masakan menjadi tawar. Kurang enak.Dan bahkan orang bijak melukiskan seseorang yang kurang pengalaman dengan ungkapan "Belum cukup makan garam." Sedangkan bagi yang sudah memiliki banyak pengalaman disebut "Sudah banyak makan garam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus mengajak kita untuk menjadi "garam dunia." Menjadi garam berarti menjadi "penyedap rasa" bagi kehidupan dunia. Dunia yang kurang baik, kita garami supaya menjadi baik. Kehidupan yang tawar kita garami supaya menjadi bermanfaat. &lt;br /&gt;Menjadi garam  tidak berarti kita harus meracuni dunia dengan kepentingan dan keinginan diri sendiri, tetapi "memberi rasa" Kristus kepada dunia, supaya dunia tahu bahwa Yesus Kristus adalah Penyelamat dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6510596175079860700?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6510596175079860700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=6510596175079860700' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6510596175079860700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6510596175079860700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/02/menjadi-garam-dunia.html' title='Menjadi Garam dunia'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-2477834163459385745</id><published>2009-02-02T22:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T22:46:06.963-08:00</updated><title type='text'>Waktu dan Keheningan</title><content type='html'>Keriuhan dunia dengan berbagai macam asesorisnya, sedikit banyak memengaruhi pola pikir dan pola hidup manusia yang mengalaminya. Dalam banyak hal, manusia mulai kurang sabar dan selalu terburu-buru mengejar waktu yang selalu mendeadlinenya. Seakan-akan hidup manusia dikendalikan dan diatur oleh waktu, yang ada di luar dirinya. Time is my life. Waktu adalah hidupku. Bukan aku hidup mengatur waktu. Waktu menguasai hidup manusia. Manusia terperosok ke dalam perangkap waktu.&lt;br /&gt; Pola kehidupan yang demikian menyebabkan terjadinya berbagai macam kerenggangan dalam ruang komunikasi antarmanusia, baik secara personal maupun secara komunal. Waktu perjumpaan menjadi semakin terbatas dan bahkan hampir tidak ada ruang untuk berguruau. Setiap kita mau bertemu seseorang, sebelumnya harus membuat janji. Kalau tidak, kedatangan kita ditolak. Dianggap tidak etis. Dianggap seenaknya. Inilah kenyataan yang menggeser bentuk relasi yang intim, yaitu face to face.  Inilah kenyataan yang memasung kejujuran dan kepolosan perjumpaan, seperti yang dipraktikkan nenek moyang kita secara turun temurun. &lt;br /&gt; Manusia terkungkung dalam perangkap waktu. Waktu menguasai hidup manusia. Hal ini menyebabkan terjadinya gap antarkelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Kelompok berkuasa selalu ingin mengontrol atau kalau perlu menguasai kelompok yang tidak berkuasa. Kelompok mayoritas selalu ingin menang sendiri, dan seterusnya. &lt;br /&gt;Riuhnya persaingan itu membuat manusia melalaikan pencarian dirinya yang ke dalam (siapa aku) dan lebih menekankan pada pencarian yang keluar, seperti harta, ketenaran, atau kekuasaan. Kita cenderung melekatkan diri pada angan-angan yang ada di luar diri. Kita jarang atau bahkan tidak pernah berusaha mencari ketenangan ke dalam diri, sebagai pusat kekayaan hidup kita. Kita senantiasa menggantungkan hidup pada peredaran waktu yang semakin gila. &lt;br /&gt; Apa yang dapat kita lakukan? Satu jawaban pasti yang dapat kita lakukan dengan mudah dan gratis adalah hening sejenak. Kita meluangkan waktu untuk mengosongkan diri dari rutinitas yang mendesak dan menghimpit. Kita meruangkan kejernihan hati untuk mendengar bisikan-bisikan Alam Semesta yang begitu Indah dan menarik.  &lt;br /&gt; Dalam keheningan manusia mencoba masuk ke  dalam diri untuk menemukan khasanah-khasanah rohaniah yang menstimulasinya untuk terus berjuang menjalani berbagai macam pola-pola kehidupan yang semakin gila dan terpaku oleh sempitnya ruang dan waktu. Berjalan ke dalam diri mengandaikan bahwa kita memiliki keberanian untuk meneropong secara lebih dalam dan pribadi kekayaan diri kita yang selama ini dirampas oleh beban-beban pekerjaan atau harapan-harapan yang melampaui daya kemampuan kita. Berjalan ke dalam diri menuntun manusia pada kesadaran akan “siapa dirinya?”  Manusia mampu mengalami dirinya secara total. Manusia menjadi semakin memahami dirinya sendiri dan dengan itu ia juga semakin memahami orang lain. Keheningan menjadikan manusia penuh dengan dirinya dan dengan alamnya. Manusia menyatu dengan diri dan lingkungannya.&lt;br /&gt; Perjalanan ke dalam diri, - oleh para sufi – biasa disebut pencarian spiritualitas kehidupan dalam kebersamaan dengan “yang lain.” Aku ada karena kau ada. Aku adalah engkau, engkau adalah aku. Kosong adalah berisi, berisi adalah kosong. Aku adalah sama baiknya dengan “yang lain.” Aku dan “yang lain” adalah satu. &lt;br /&gt;  Oleh karena itu,  pencarian spiritualitas yang sejati membutuhkan keheningan jiwa, keheningan pikiran, dan keheningan hati. Dengan keheningan itu, obor-obor kehidupan di dalam diri dapat ditemukan secara kasat mata. Keheningan adalah pintu masuk pada spiritualitas diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-2477834163459385745?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/2477834163459385745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=2477834163459385745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2477834163459385745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2477834163459385745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/02/waktu-dan-keheningan.html' title='Waktu dan Keheningan'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6526271984235778161</id><published>2009-02-02T22:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T22:37:23.244-08:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH</title><content type='html'>Usaha pengembangan dan pemberdayaan kelokalitasan (potensi daerah setempat) di masing-masing daerah, terutama di daerah-daerah yang sedang berkembang atau bahkan daerah terpencil, membutuhkan man power yang handal dalam proses perencanaan, pelaksanaan, atau evaluasi. Proses ke arah ini menempatkan sektor pendidikan (sekolah) sebagai transformation medium masyarakat secara efektif dan berkesinambungan. Sekolah menjadi agent of change bagi setiap daerah yang hendak memajukan dan meningkatkan kualitas daerahnya.  Signifikansi itu berkaitan dengan pengelolaan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sebagai pelaku-pelaku (actors) perubahan. Dengan SDM yang kompetitif diharapkan tumbuh partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan daerahnya masing-masing, sehingga daerahnya memiliki nilai “jual” atau nilai “plus” dalam dunia yang hyperkompetitif ini. SDM yang kuat (pengetahuan, keterampilan, kemampuan) akan mampu memainkan peran yang efektif sebagai agent of change dan agent  of transformation bagi daerahnya.&lt;br /&gt;Itu berarti pendidikan (sekolah) memainkan peran sentral didalamnya. Karenanya pendidikan perlu dikelola dan dikembangkan secara partisipatif-sinergis-kompetitif sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan daerah dan tantangan-tantangan global. Pendidikan (sekolah) diarahkan pada upaya memersiapkan SDM yang kompeten sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan daerah dan memiliki daya saing di tingkat global. Ini penting untuk menjamin keseimbangan dan kesinambungan mutu SDM dan pembangunan antara kebutuhan daerah dan kebutuhan nasional atau internasional. Pendidikan diharapkan dapat membentuk atau “menghasilkan” out put dan outcome yang 100% daerah dan 100% nasional atau internasional. &lt;br /&gt;Untuk menuju kearah itu, ada beberapa cara yang dapat ditempuh, antara lain:&lt;br /&gt;a. Membentuk payung hukum yang pro pendidikan&lt;br /&gt; Pendidikan (sekolah) perlu dimanifestasikan sebagai “jantung” daerah yang menggerakan roda-roda pemerintahan secara lebih baik. Sekolah adalah media yang paling efektif dalam memersiapkan SDM untuk dapat memasuki dunia kompetensi dan kompetisi secara berhasil guna. Perlu disadari sungguh-sungguh bahwa dengan sekolah yang baik, SDM akan dapat berpartisipasi secara lebih baik dalam membangun daerahnya. Karena itu, produk-produk hukum perlu mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan atau kepentingan-kepentingan sekolah agar sekolah memiliki kekuatan dalam mengelaborasi kekayaan khasanah daerahnya dan perkembangan dunia yang amat pesat guna mengembangkan dan meningkatkan mutunya secara lokal maupun global. Sekolah memiliki kewenangan dalam merencanakan dan mendesain proses pembelajaran guna meningkatkan mutunya secara berkesinambungan sesuai dengan tuntutan lokal dan tuntutan global.&lt;br /&gt;b. Meningkatkan Kualifikasi Tenaga Pendidikan &lt;br /&gt;Meningkatkan kualifikasi tenaga pendidikan (guru) perlu dilakukan secara periodik dan professional dengan cara menyekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi atau memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran secara berkala, sehingga para guru dapat menyegarkan kembali keilmuannya. Almarhum guru saya – Pater Drost SJ – menegaskan guru-guru yang professional itu minimal harus master dalam bidangnya masing-masing. Guru perlu memiliki kualifikasi yang minimal untuk dapat melakukan proses pembelajaran secara bermakna dan bermanfaat. &lt;br /&gt;Guru yang professional adalah guru yang mampu melaksanakan proses pembelajaran secara bermakna (meaningful) dan berhasilguna (useful). Guru yang mampu mengaitkan antara apa yang dipelajari dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan diri siswa dan masyarakatnya. Guru yang mampu mengembangkan kemampuan-kemampuan siswanya secara optimal-kontekstual. Guru yang memiliki visi futuristik. Guru yang mampu membimbing siswanya menjadi seorang problem solver. &lt;br /&gt;Dalam hal ini, meningkatkan kualifikasi tenaga kependidikan perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan professional sesuai dengan jenjang pendidikan (dari TK-SMA). Artinya standar kualifikasi guru TK tentu berbeda dengan standar kualifikasi guru SMA misalnya. Masing-masing jenjang pendidikan memiliki kekhasan masing-masing. Maka menurut saya, standar kualifikasi yang paling dapat dipertanggungjawabkan adalah kemampuan guru dalam (mendesign dan) melaksanakan proses pembelajaran secara lebih kreatif, inovatif, dan konstruktif ke arah pencapaian tujuan sekolah. Selain itu, ia mampu “mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan dunia hidup peserta didiknya.” &lt;br /&gt;c. Memperluas wawasan peserta didik&lt;br /&gt; Guru yang memiliki kualifikasi membiasakan diri menanamkan nilai-nilai universal (universal values) kepada peserta didiknya dan mencari strategi-strategi bagaimana peserta didiknya dapat mengimplementasikan nilai-nilai itu dalam dunia konkretnya sehari-hari. Peserta didik diajak memahami kompleksitas atau keberagaman dunia dengan segala plus minusnya, sehingga mereka dapat mengontruksi sendiri pemikiran atau pengetahuannya tentang apa yang perlu dilakukan ketika mereka berada dalam situasi dan kondisi yang sama (strategi pemecahan masalah). Dengan cara seperti ini, guru membiasakan peserta didik untuk berpikir global dan bertindak local (think globally, act locally). Peserta didik memiliki wawasan yang luas, sehingga dapat bertindak bijak dan bajik di tengah-tengah lingkungan sosialnya.  Peserta didik dilayani dalam keberagaman dan kekompleksannya, sehingga peserta didik menjadi bagian dari seluruh proses pembelajaran dan dapat mencapai tujuannya, yakni menjadi praktisi-praktisi atau pelaku-pelaku perubahan dan menghargai keberagaman. &lt;br /&gt;d. Membangun Sinergi dengan Perusahaan&lt;br /&gt; Menjalin sinergi dengan perusahaan-perusahaan setempat sangat penting artinya bagi peningkatan mutu lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja (lapangan kerja). Bukan hanya pada tataran itu, tetapi juga perusahaan dapat menjadi tempat dan sumber belajar yang baik dalam upaya memperkenalkan peserta didik pada dunia kerja yang sesungguhnya. Sinergi juga dapat terjadi sebagai penyandang dana bagi sekolah (bisa dalam bentuk beasiswa atau dana operasional sekolah). Di samping itu, perusahaan juga dapat memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan yang dituntut oleh dunia kerja (perusahaan) yang semakin kompetitif. Dengan sinergi ini, sekolah tidak berjalan sendirian, tetapi beriringan dengan dunia yang akan dituju kelak oleh peserta didiknya, yaitu dunia kerja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6526271984235778161?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6526271984235778161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=6526271984235778161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6526271984235778161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6526271984235778161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/02/pendidikan-dan-pembangunan-daerah.html' title='PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6262277993868815266</id><published>2009-02-02T22:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T22:28:29.218-08:00</updated><title type='text'>KREATIVITAS</title><content type='html'>Kehidupan manusia selalu bergerak dan bergerak. Gerakannya selalu diikuti oleh perubahan-perubahan diri (nilai-nilai, prinsip atau pandangan hidup), lingkungan sosial (norma-norma atau nilai-nilai masyarakat), dan alam semesta (semakin sempitnya lahan, rusaknya hutan, dsj). Perubahan-perubahan itu menandakan bahwa manusia senantiasa mentransformasi diri, lingkungan sosial, dan alamnya. Artinya manusia memiliki kemampuan untuk menciptakan realitas baru demi kehidupan yang lebih baik. Itulah kreativitas.  &lt;br /&gt;Kreativitas berasal dari kata dasar kreatif yang memiliki akar kata to create yang artinya mencipta. Manusia memiliki potensi untuk menciptakan berbagai hal baru, termasuk keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Manusia menciptakan sarana-sarana penunjang kehidupannya ke arah tujuan yang dimimpikan. Inilah yang sesungguhnya membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya. &lt;br /&gt;Meskipun demikian, tidak berarti semua manusia menjadikan dirinya kreatif. Karena menjadi kreatif membutuhkan keberanian untuk memulai sesuatu yang baru, yang mungkin berlawanan dengan kelaziman masyarakat. Untuk itu, masing-masing manusia perlu mengembangkan dan menjadikan dirinya sebagai yang kreatif, yaitu menciptakan peluang-peluang, kemungkinan-kemungkinan atau realitas-realitas baru ke arah pencapaian suatu tujuan atau kebaikan bersama. &lt;br /&gt;Berikut saya ringkaskan 6 (enam) cara mengembangkan kreativitas menurut Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel (www.sinar harapan.co.id). &lt;br /&gt;a.  Menjadi penjelajah pikiran&lt;br /&gt;Seorang penjelajah pikiran meyakini bahwa ada banyak kemungkinan, peluang, produk, jasa, teman, metoda dan gagasan yang menunggu untuk ditemukan. Ia secara aktif mencari dan mengembangkan gagasan secara terus-menerus. Para penjelajah tidak takut dengan ketidaktahuan dan ketidakpastian. Karena mereka percaya bahwa ada banyak hal yang harus ditemukan&lt;br /&gt;b.  Mengembangkan pertanyaan&lt;br /&gt;Kehidupan yang kreatif merupakan upaya mencari terus-menerus (continuing quest). Selalu bertanya merupakan keharusan untuk kita dapat bertumbuh dan berkembang. Jangan menganggap segala sesuatu sudah semestinya (take it for granted), senantiasa pertanyakan dan bertanyalah tentang apa pun yang anda lihat dan anda lakukan dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;c.  Mengembangkan gagasan sebanyak-banyaknya&lt;br /&gt;Seorang pemenang hadiah Nobel di bidang Kimia, Linus Pauling pernah mengatakan: ”the best way to get good ideas is to get a lot of ideas.” Cara terbaik untuk mendapat gagasan yang bagus adalah dengan mengumpulkan banyak sekali gagasan. Dengan mengembangkan gagasan sebanyak-banyaknya, maka terbukalah alternatif-alternatif dan cara-cara baru dalam menghadapi (persoalan) hidup.&lt;br /&gt;e.  Menggunakan imajinasi &lt;br /&gt;Imajinasi kita tidak dibatasi oleh batasan dunia nyata kita. Imajinasi kita tidak mengenal batas dan apa pun yang ditangkap oleh pikiran kita dan kita yakini, akan dapat mewujud menjadi realitas. Imajinasi kreatif kita membantu kita untuk mengeksplorasi pilihan-pilihan atau opsi yang berbeda dan melihat banyak sekali skenario dan peluang hasilnya. &lt;br /&gt;f.   Isilah sumber inspirasi anda&lt;br /&gt;Mengisi sumber inspirasi berarti mengembangkan diri kita untuk lebih waspada, menyeimbangkan kehidupan kita. Menyeimbangkan antara kerja dan relaks, antara kantor dan keluarga, antara dunia dan akhirat. Kita perlu membiasakan diri untuk melakukan relaksasi dan meditasi, sehingga kita dapat mencapai kesadaran yang lebih tinggi dan memasuki alam kreativitas yang membawa kita pada jalan kesuksesan. &lt;br /&gt;Enam cara di atas menunjukan bahwa kreativitas dapat dirangsang, dilatih, dan dikembangkan secara terus menerus. Kreativitas bukanlah akhir dari suatu era. Kreativitas juga bukan produk zaman yang statis. Kreativitas adalah sebuah skill, sikap, gaya hidup, proses berpikir, dan karakter. Tujuan dari kreativitas adalah untuk meningkatkan kualitas hidup kita dan juga hidup banyak orang.&lt;br /&gt;Pertanyaannya untuk kita adalah bagaimana kita atau orang tua dapat membantu anak-anaknya mengembangkan kreativitasnya sejak dini? Beranikah kita menjadi fasilitator atau kreator atau inspirator bagi tumbuh dan berkembangnya kreativitas anak-anak? &lt;br /&gt;Menurut hemat saya, kita dapat melakukannya dengan hal-hal sederhana. Seperti mau mendengarkan cerita anak, menghargai pendapat anak, tidak memotong pembicaraan anak ketika ia ingin mengungkapkan pikirannya, merangsang anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian di sekelilingnya yang mereka dengar, lihat, rasakan, atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Di samping itu, orang tua juga perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan khayalan, merenung, berpikir, dan mewujudkan gagasannya dengan cara masing-masing. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk atau warna-warna dengan cara yang tidak lazim, tidak logis, tidak realistis atau belum pernah ada. Biarkan mereka menggambar sepeda dengan roda segi empat, langit berwarna merah, daun berwarna biru. Jangan banyak melarang, mendikte, mencela, mengecam, atau membatasi anak. Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan, penghargaan, atau pujian kepada anak agar mereka mencoba suatu gagasan, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.&lt;br /&gt;Menjadi kreatif berarti menjadikan diri sebagai pencipta untuk kebaikan diri sendiri dan kebaikan bersama. Jadilah kreatif dalam segala hal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6262277993868815266?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6262277993868815266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=6262277993868815266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6262277993868815266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6262277993868815266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/02/kreativitas.html' title='KREATIVITAS'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3929978495866596938</id><published>2009-01-26T18:39:00.003-08:00</published><updated>2009-01-26T18:39:55.699-08:00</updated><title type='text'>MENJADI PELAYAN</title><content type='html'>Dalam kehidupan sehari-hari, judul tulisan ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Mungkin hampir setiap hari kita menerima pelayanan. Misalnya dari suami, istri, anak, atau teman-teman kantor. Bahkan juga tidak jarang kita memberi pelayanan. Menjadi pelayan berarti memberikan pelayanan kepada setiap orang atau tamu yang datang ke tempat dimana kita menjadi pelayan. Misalnya pelayan toko akan memberikan pelayanan, seperti menyambut pembeli dengan ramah dan senyum, membantu mencarikan barang yang mau dibeli, membungkuskan barang yang dibeli, agar pembeli atau tamu yang datang merasa nyaman dan suatu saat kembali lagi ke toko tersebut. Pekerjaan seorang pelayan adalah melayani dengan seluruh dirinya. Integral. “Saya ada untuk melayani Anda.”  &lt;br /&gt; Menjadi pelayan berarti berani merendahkan dan memberikan diri bagi orang lain dengan penuh cinta kasih dan pengorbanan. Seperti Yesus yang rela membasuh kaki para rasul-Nya. Demikian juga Maria yang melayani Yesus ketika Yesus datang ke rumahnya. Seorang pelayan menyediakan diri untuk orang yang dilayani supaya yang dilayani memeroleh kebahagiaan (kepuasan). Begitu mulianya pekerjaan seorang pelayan. &lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana dengan kita sebagai murid-murid Kristus, sanggupkah kita menjadi pelayan bagi sesama kita, terutama yang berkekurangan? Adakah kita melayani dengan hati yang tertuju kepada kebesaran nama Tuhan, Allah di tengah-tengah dunia ini? Adakah kita melayani dengan hati yang tertuju pada pembebasan sesama yang menderita, tersingkir, dianiaya, dan dikucilkan? &lt;br /&gt; Pertanyaan-pertanyaan di atas mengingatkan kita bahwa menjadi murid-murid Yesus berarti juga harus menjadi pelayan-pelayan-Nya bagi setiap orang yang ada di sekitar kita. Alkitab menegaskan: ”Saudara-saudara, … layanilah seorang akan yang lain oleh kasih” (Gal 5:13). “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah” (1 Ptr 4:10). &lt;br /&gt; Menjadi pelayan Kristus berarti melayani dengan seluruh diri. Melayani dengan hati yang tertuju kepada kebesaran dan kemuliaan nama Allah, bukan kebesaran dan kekayaan diri. Kita menjadi Pelayan, seperti Yesus yang “memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mat 20:28).  Pelayan yang mengosongkan diri demi kepenuhan dan keselamatan yang dilayani.  &lt;br /&gt;Mengosongkan diri berarti membiarkan diri ditarik, digerakan dan dipenuhi oleh kekuatan Allah. Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus dengan indah melukiskan hidup yang digerakan dan dipenuhi oleh kekuatan Allah. “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (2 Kor 12:10). Dengan mengosongkan diri (Kenosis) berarti kita memersilahkan Allah menguasai dan mendayagunakan diri kita seutuhnya sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Dengan mengosongkan diri, seseorang berhasil mencapai puncak kepenuhan dirinya, yaitu mengalahkan keinginan-keinginan dirinya, seperti keangkuhan diri, kesombongan diri, egoisme, dan sifat ingin dihormati. Kita menjadi manusia yang digerakan oleh Roh. Rendah hati, suka menolong, jujur, tanggung jawab, empati, simpati, terbuka, tulus, dan mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan dirinya. &lt;br /&gt;Yesus menegaskan: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya" (Mrk 9:35). Ini berarti menjadi pelayan berarti memberikan diri untuk kebaikan dan kebahagiaan orang yang dilayani. Pelayanan harus dilakukan secara total dan tanpa pamrih. Tanpa memandang siapa yang dilayani. Tanpa memedulikan harta atau imbalan. Sebab semua yang dilakukan dan dikerjakan semata-mata demi kemuliaan nama Tuhan (ad maioram Dei gloriam). &lt;br /&gt; Seorang pelayan yang bersekutu (ditarik, digerakan, dan dipenuhi) dengan Allah, melayani dengan hati yang tertuju kepada Allah. Ia tidak memilih tempat pelayanan. Ia menerima dimana pun ia ditempatkan. Fokus pelayanannya adalah keselamatan orang yang dilayaninya. Bukan kehormatan, harga diri, harta, atau prestisenya. Dalam melayani, ia tidak bertanya: ”Apa yang saya peroleh atau dapat dari apa yang saya lakukan/kerjakan pada orang lain?” Tetapi ”Bagaimana Ia dapat membebaskan, menyelamatkan,  dan membahagiakan orang-orang yang dilayaninya?” Fokus pelayanannya adalah kebutuhan dan kepentingan orang yang dilayani. &lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang pelayan Allah dibutuhkan minimal tiga hal, yaitu (1) keberanian untuk mengosongkan diri dari keangkuhan diri, keinginan untuk menerima lebih (harta), kesombongan diri, egoisme, dan sifat ingin dihormati; (2) keberanian untuk menjadikan umat (orang yang kita layani) sebagai fokus dari seluruh pelayanan kita. Umat (orang yang kita layani) adalah ibarat harta surgawi yang tidak akan pernah pudar oleh panas teriknya matahari atau oleh derasnya hujan dan ganasnya badai. Seorang pelayan harus menempatkan orang yang dilayaninya sebagai partner dalam mencapai kesempurnaan diri. (3) memiliki hati yang tertuju kepada kebesaran nama Allah. Bukan kebesaran diri, kekayaan diri, atau keuntungan diri. ”Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil” (1 Kor 9:18). ”Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya” (Kol 3:24) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat melayani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3929978495866596938?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3929978495866596938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3929978495866596938' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3929978495866596938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3929978495866596938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/menjadi-pelayan.html' title='MENJADI PELAYAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8737168730850439256</id><published>2009-01-26T18:36:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T18:37:23.073-08:00</updated><title type='text'>NATAL: Kebersahajaan dan Ketulusan</title><content type='html'>Natal (natalis, natalitas) berarti kelahiran. Kelahiran terjadi karena adanya proses atau rencana yang disiapkan, diharapkan, dan didambakan. Kelahiran berarti hadirnya yang (makhluk) baru di tengah-tengah keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Kelahiran menyiratkan adanya kehidupan, kebahagiaan, kedamaian, dan sukacita yang besar.  Dalam suasana damai, bahagia, dan sukacita itu, kehidupan dirayakan dengan penuh makna dan nilai. &lt;br /&gt;Demikian juga kelahiran Yesus, yang diperingati setiap tanggal 25 Desember, . telah dipersiapkan oleh Allah, diwartakan oleh para nabi, dan dinanti-nantikan oleh bani Israel sebagai Mesias (Kristus). Mesias berarti ”yang diurapi oleh Allah.” Kelahiran-Nya dipersiapkan melalui: pertama, mengutus para nabi untuk mewartakan bahwa akan datang seorang Mesias dari keturunan Daud dan kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir. Ia akan menebus, menyelamatkan, dan membaptis dengan Roh Kudus. Kedua, Allah memilih seorang Perawan Nazareth, Maria, yang hidup sederhana, suci, tulus, bersahaja, dan percaya total kepada Allah untuk mengandung Yesus. Ketiga, Allah mengutus Malaikat Gabriel untuk menyampaikan kehendak-Nya kepada Maria bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Dan anak itu akan disebut kudus, Putra Allah yang mahatinggi (Luk 2: 26-38).  Keempat, Allah mengutus Malaikat kepada Yusuf untuk mengambil Maria sebagai istrinya. Malaikat menyakinkan Yusuf bahwa anak yang di dalam rahim Maria adalah dari Roh Kudus. Kelima, Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya. Mereka kemudian mengikuti sensus penduduk. Dalam perjalanan sensus itu, Maria melahirkan Yesus di sebuah kandang domba yang hina, ”kotor”, dan jauh dari kemewahan kota.&lt;br /&gt;Kelahiran-Nya di kandang yang hina di Betlehem memancarkan pesan kedamaian, kesederhanaan, kebersahajaan, ketulusan, dan kehidupan rohani yang tulus, yang jauh dari kemewahan, jauh dari hingar-bingar keduniawian. Ia tidak datang dari dan ke dunia yang penuh kemewahan. Ia datang untuk masuk, hidup, terlibat, dan tinggal bersama yang miskin, menderita, disingkirkan, dan yang diperlakukan tidak adil. Seperti ditegaskan-Nya: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang" (Luk 4:18-19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Natal &lt;br /&gt;Natal bukan sekadar nyanyian, pakaian baru, dan tarian. Juga bukan hanya pesta dan makan minum. Makna Natal jauh lebih dalam dari semua itu. Pertama, Allah berinisiatif membuka diri untuk menjalin dan memulihkan kembali hubungan manusia yang retak, bahkan terpisah dari diri-Nya akibat dosa. Allah berkenan menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada manusia agar manusia tidak binasa. &lt;br /&gt;Kedua, Allah berkenan merendahkan diri dan turun-masuk ke dalam dunia (manusia) yang penuh dosa, kejahatan, dan kemunafikan. Allah ingin terlibat dalam seluruh hidup manusia dan  merasakan suka duka hidup manusia: lapar, haus, menderita, sakit, “kotor”, dan gelap. Dengan keterlibatan dan kebersamaan-Nya itu, Ia membersihkan, menyucikan, dan membebaskan-menyelamatkan manusia dari kegelapan dosa. Seperti ”terang yang mengusir kegelapan malam.” Inilah solidaritas Allah kepada manusia. “Yesus lahir untuk semua dan di dalam semua.”&lt;br /&gt;Ketiga, Allah hendak mengangkat manusia menjadi putra-putri-Nya yang terkasih, yang bersama-Nya menerangi dunia dengan cinta kasih, kedamaian, sukacita, kesederhanaan, kesetiaan, kebersahajaan, pengosongan dan pengorbanan diri. Ia mau mengangkat harkat manusia yang diinjak-injak oleh orang-orang yang angkuh. Ia mau menjadikan manusia-yang paling hina, kotor-sebagai sahabat-Nya. “Apa saja yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, itu kaulakukan untuk Aku.”&lt;br /&gt;Keempat, Allah menghendaki kita untuk menjadi sederhana, tulus, bersahaja, dan memiliki kehidupan rohani yang tulus di tengah-tengah kehidupan dunia yang semakin materialistis-hedonistis dewasa ini. Artinya kita hidup bukan sekadar hura-hura, bukan perselisihan, bukan pertengkaran, bukan kebencian, dan bukan pula saling bunuh. Tetapi, hidup ini adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama.&lt;br /&gt;Kelima, kemuliaan hidup dapat diraih melalui hidup sederhana, tulus, dan bersahaja. Hidup sederhana dihadapan Allah tidak berarti tidak punya apa-apa, tetapi lebih pada keterbukaan kita pada kekuatan Allah. Kita memberikan diri ditarik dan dikuasai Allah. Dengan hidup seperti ini, kita bersama Maria berujar: ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut parkataanmu itu” (Luk 1: 38). Kita saling menghadirkan wajah Allah kepada yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan Bagi kita&lt;br /&gt; Bagaimana dengan kita? Beranikah kita hidup sederhana dan bersahaja? Mampukah kita menghadirkan wajah Allah yang ramah dan penuh cinta kasih kepada sesama kita? Beranikah kita merendahkan diri untuk membantu saudara-saudari kita yang terpinggirkan, terbuang, dan disingkirkan? Beranikah kita menyuarakan kebenaran dan keadilan untuk semua? &lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, keberadaan kita sebagai pribadi yang luhur, tampaknya menemui titik rendah. Demi kekuasaan, demi uang, demi prestise, demi keindahan kota, hak hidup seseorang dapat kita rampas dengan kejamnya. Kita menjadi serakah, egois, dan cenderung beorientasi pada “yang penting aku hidup, berkuasa, kaya, peduli amat orang lain.”  Hedonisme, materialisme, dan darwinisme menguasai hidup kita. Akibatnya, kematian prematur selalu menunggu di depan mata. Dan korbannya adalah yang lemah, yang terbuang, dan yang terpinggirkan. &lt;br /&gt; Kehadiran Allah tentu tidak dapat dibatasi atau dibentengi oleh sekat-sekat pemisah seperti status sosial, ekonomi, atau agama. Allah hadir dalam diri setiap orang, tanpa terkecuali – kaya-miskin, besar-kecil, kuat-lemah. Kehadiran-Nya memancarkan kesederhanaan, ketulusan, kejujuran, dan kasih bagi semua orang. ''Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, dan kasihilah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu dan sepenuh akal budimu.''  Mengasihi Tuhan, berarti juga harus mengasihi sesama kita. “Bagaimana kita dapat berkata bahwa kita mencintai Allah yang tidak kelihatan, sementara saudara yang kelihatan kita benci atau bahkan kita siksa!” Kalau ini yang terjadi berarti kita munafik. &lt;br /&gt;Allah tidak mencintai kekerasan. Allah tidak mencintai pembunuhan, penganiayaan. Allah tidak menuntut kita untuk menguasai orang lain dengan dalih uang, suku, agama, ras, atau golongan. Allah menuntut kita untuk mencintai Diri-Nya dan semua ciptaan-Nya, tanpa terkecuali. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, alangkah indah bila pada peringatan Natal kali ini, kita menghadirkan, menghidupkan, dan mengobarkan kembali kasih Allah kepada umat manusia. Kasih Allah yang memancarkan kesederhanaan, kesetiaan, ketulusan, kebersahajaan, dan keindahan. Kasih Allah yang menerima, menghargai, mencintai, dan menghormati setiap orang apa adanya. Seperti Yesus lahir di tempat apa adanya.&lt;br /&gt;Mari kita menjadikan diri kita penuh kasih, sederhana, tulus, setia, dan bersahaja bagi setiap orang, kapan dan dimana saja. Bukan manusia penuh kebencian, keangkaramurkaan, dan keserakahan. Mampukah kita?&lt;br /&gt;Selamat Natal dan Tahun Baru, semoga kelahiran Yesus menghadirkan cinta kasih tanpa syarat kepada semua ciptaan-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8737168730850439256?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8737168730850439256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8737168730850439256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8737168730850439256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8737168730850439256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/natal-kebersahajaan-dan-ketulusan.html' title='NATAL: Kebersahajaan dan Ketulusan'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3844811213544809926</id><published>2009-01-26T18:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T18:36:04.382-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan Pembebasan</title><content type='html'>Refleksi kritis atas kiprah sekolah (pendidikan) dalam membina manusia-manusia muda, melahirkan berbagai macam metode dan teori pembelajaran yang pada masanya menjadi sangat penting dan diyakini cukup efektif mengembangkan kemampuan dasar siswa. Masing-masing metoda dan teori memiliki kelemahan dan keuntungannya. Meskipun demikian, semuanya mengacu pada tujuan yang sama, yakni siswa berhasil mengembangkan potensi diri dan menyelesaikan pendidikannya pada setiap jenjang yang diikutinya. &lt;br /&gt;Improvisasi pada praktik di lapangan ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) sekolah dan faktor budaya (kultur) masyarakat yang dilayani. Soliditas dan keterbukaan untuk saling mengoreksi (corectio fraterna) antarsemua SDM sekolah  menjadi hal sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Kejujuran, perhatian, dan penghargaan terhadap guru menjadi kunci terbangunnya pendidikan pembebasan, yaitu pendidikan yang membebaskan manusia-manusia muda dari berbagai macam persoalan hidup yang melingkupinya. Pendidikan yang mengembalikan fungsi manusia menjadi manusia sehingga mereka terhindar dari berbagai bentuk penindasan, kebodohan, dan ketertinggalan (Freire, 2002). &lt;br /&gt;Pendidikan pembebasan dapat diimplementasikan bila SDM sekolah – terutama penentu kebijakan - memiliki pola pikir, pola asuh, pola laku, dan tentu saja pola kebijakan yang membebaskan terbangunnya ruang-ruang kreativitas, komunikasi yang fair dan dialog partisipatif antarsemua stakeholders. Ini berarti segala bentuk irasionalitas pendidikan, seperti pemalsuan data, pembedaan-pembedaan perlakuan, pelecehan hakekat kemanusiaan, indoktrinasi atas nama otoritas, penyempitan (pembatasan) akses-akses teknologi (internet) atas nama kedisiplinan, atau pem-black list-an pada teman sekerja harus segera dihapuskan. Karena bentuk-bentuk ini adalah wujud konkrit betapa primitif, konservatifnya, dan tidak logis-bijaknya pola pikir, pola tindak, dan pola sikap kita dalam menyingkapi kritisnya analisis-evaluasi atas suatu kebijakan yang tidak diekspos kepada seluruh stakeholders. &lt;br /&gt;Pendidikan pembebasan menfokuskan perhatiannya pada realitas sosial yang tidak adil, yang menindas, dan yang menyebabkan manusia mati sebelum waktunya (kematian prematur). Artinya pendidikan dalam segala bentuknya  harus membebaskan manusia (anak didik) dari realitas sosial yang tidak adil, dan dengan demikian mereka dapat mengambil peran dan tanggungjawab untuk membebaskan masyarakatnya dari ketidakadilan, penindasan, dan kekerasan (fisik, psikologis). &lt;br /&gt;Persoalannya adalah beranikah kita menumbuhkan dan mewadahi pemikiran-pemikiran pembebasan dalam praksis pembelajaran kita? Beranikah kita bersikap dan bertindak fair terhadap pertanyaan, respons, dan evaluasi-masukan dari team kerja kita? Beranikah kita menjadikan lembaga pendidikan ini sebagai tempat belajar mencintai orang lain, tempat belajar berbagi bersama orang lain, tempat belajar menghargai hak-hak orang lain, dan tempat mendewasakan diri kita? Sebab menurut Khrisnamurti (Butler-Bowdon, 2005: 181-183), ”pendidikan adalah tentang cara mencintai, cara hidup sederhana, cara membebaskan pikiran kita dari prasangka, takhyul, dan rasa takut.” Pendidikan harus mendewasakan manusia secara integral (holistik). Artinya manusia-manusia muda dibimbing, dibina, dibentuk, dikembangkan, dan diarahkan pada usaha penemuan diri yang sejati, diri yang otentik di tengah-tengah dunia yang kompleks. Manusia-manusia muda memiliki kepribadian yang seimbang. Ia menjadi manusia yang utuh. Seperti yang ditegaskan Zukav (Butler-Bowdon, 2005: 398) bahwa ”ketika kepribadian berada dalam kesimbangan total, Anda tidak bisa melihat di mana akhir kepribadian dan awal jiwa. Itulah manusia yang utuh.” &lt;br /&gt;Namun, sangat disayangkan proses pendidikan kita nihil eksplorasi dan semata-mata menekankan pada pencapaian nilai raport, lulus ujian. Akibatnya, anak-anak didik kita menutup diri dari tipe-tipe kebenaran yang lain. Seperti yang dikatakan Zukav (Butler-Bowdon, 2005: 399) ”jika kita menjalani kehidupan kita hanya sebagai makhluk berpancaindra, hanya menerima kebenaran dari hal-hal yang bisa kita lihat, dengar, rasa, cium, atau sentuh, berarti kita menutup diri kita dari tipe-tipe kebenaran yang lain.” &lt;br /&gt; Realitas ini menunjukkan bahwa pendidikan kita belum sepenuhnya menjadi media pembebasan bagi anak-anak didik untuk keluar dari keterpurukan penemuan diri dan kemiskinan aktualisasi diri. Mencuri, berkelahi, dan penyimpangan seksual adalah contoh real yang terjadi pada anak-anak kita. Ini sangat bertentangan dengan hakikat pendidikan, yaitu mengeksplorasi dan mengembangkan potensi anak didik secara integral-menyeluruh. Inilah pekerjaan rumah kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3844811213544809926?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3844811213544809926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3844811213544809926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3844811213544809926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3844811213544809926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/pendidikan-pembebasan.html' title='Pendidikan Pembebasan'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-77948733231370272</id><published>2009-01-26T18:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T18:30:29.191-08:00</updated><title type='text'>Sekolah dan Peranan Masyarakat</title><content type='html'>Sekolah diyakini sebagai salah satu institusi atau lembaga yang paling efektif dalam membentuk, mengajari, dan membina manusia-manusia muda ke arah penemuan diri yang otentik, yaitu diri seutuhnya. Diri aktual. Integral. Utuh. Tanpa topeng-topeng perlindungan diri. Proses penemuan diri yang otentik diraih melalui serangkaian interaksi yang sifatnya personal (interaksi ke dalam diri) dan sosial (interaksi keluar dengan lingkungan, sesama). &lt;br /&gt;Dalam interaksi personal, individu mengadakan ”perjalanan ke dalam diri” untuk menyelami dirinya secara integral. ”Who am i?”. Sehingga individu dapat memahami kelemahan (weakness) dan kekuatannya (strength). Dalam interaksi sosial, individu mengeksplorasi dirinya ke luar untuk saling belajar menerima dan sekaligus memberi satu sama lain bagi terbentuknya gambar diri yang ideal. Berhasil tidaknya interaksi ini (personal dan sosial) tentu tidak dapat dilepasbebaskan dari pengaruh-pengaruh lingkungan, kondisi keluarga, teman sebaya, dan kemampuan diri untuk mengeksplorasi segala potensinya. &lt;br /&gt;Dalam dinamik ini, keterlibatan masyarakat (orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya) dalam proses memanusiakan manusia-manusia muda perlu segera direalisasikan. Masyarakat, dengan segala kemampuan dan keterbatasannya, dituntut terlibat aktif dalam proses pembinaan manusia-manusia muda agar manusia-manusia muda menjadi pribadi-pribadi yang tumbuh dan berkembang secara integral. &lt;br /&gt;Keterlibatan masyarakat dalam pendidikan (sekolah) membuka dialog partisipatif-konstruktif bagi terbangunnya proses pendidikan egaliter. Pendidikan menjadi tanggung jawab seluruh stakeholders sekolah dan seluruh elemen masyarakat. Peran serta masyarakat dalam pendidikan ini melahirkan konsep pendidikan partisipatoris, yaitu pendidikan yang mengedepankan sinergi atau partisipasi aktif masyarakat yang ada disekitarnya. Artinya masyarakat terlibat aktif dalam merencanakan dan mengembangkan sekolah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan global. Bersama Guru, Siswa, Yayasan, (dan Pemerintah), masyarakat menjadi pilar menuju sekolah yang bermutu tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Pilar Sekolah&lt;br /&gt; Bermutu atau tidaknya kualitas sekolah dipengaruhi minimal oleh empat faktor: Pertama, Guru. Guru adalah ujung tombak maju mundurnya atau bermutu tidaknya sebuah sekolah. Ia menjadi key person yang menentukan bagaimana, kemana, dan untuk apa pembelajaran dilaksanakan. Ia mengetahui bagaimana manusia-manusia muda perlu dipersiapkan agar dapat bertahan hidup di tengah-tengah arus ”siapa cepat, dia dapat. Siapa kuat, dia selamat.” Untuk  itu, ia harus handal dan kompeten agar dapat mendesain dan menterjemahkan kegiatan pembelajaran secara bermakna (meaningful) dan bermanfaat (useful). Tanpa guru yang handal dan kompeten, mustahil suatu sekolah memiliki mutu tinggi. Karena itu, guru harus dihargai dan dipelihara secara optimal, baik segi fisik-material maupun segi psikologisnya. Penghargaan terhadap guru berarti penghargaan terhadap pendidikan. &lt;br /&gt; Kedua, Masyarakat. Masyarakat yang dimaksudkan adalah orang tua siswa dan warga masyarakat yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Sebagai pengguna jasa pendidikan, masyarakat memiliki peranan yang sangat penting dalam terciptanya pendidikan yang berkualitas. Salah satu sumbangan konkret yang dapat diberikan adalah dengan menyediakan atau menciptakan lingkungan keluarga dan lingkungan sosial yang kondusif, aman, dan tenang bagi proses pendidikan manusia-manusia muda. Bukan hanya itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi sebagai penyandang dana dan sumber belajar. Dalam hal ini masyarakat menjadi teman sekerja atau partner sekolah. ”Masyarakat membutuhkan sekolah, sekolah membutuhkan masyarakat.” Terbangun relasi-komunikasi timbal balik. Relasi yang saling membutuhkan dan membangun.&lt;br /&gt; Ketiga, Siswa. Sekolah ada dan tetap eksis karena ada siswa. Tanpa siswa, sekolah tidak ada. Yang ada hanya gedung. Bersama guru, siswa menentukan warna dan kualitas sekolah. Siswa dan guru yang kompeten, handal, cerdas dan berbakat akan menjadikan sekolah sebagai sekolah yang berkualitas. Siswa menjadi subjek yang belajar, sementara guru adalah subjek yang mengajar. Keempat, Yayasan. Yayasan berfungsi sebagai fasilitator sekolah. Seperti memenuhi kebutuhan guru, sarana prasarana pembelajaran, dan perencanaan keberlangsungan sekolah. Dalam banyak hal, yayasan menjadi pelayan sekolah. &lt;br /&gt; Keempat pilar tersebut terkait satu sama lain. Masing-masing menyumbangkan kontribusinya bagi keberlangsungan kehidupan sekolah. Keempatnya perlu menjalin kolaborasi-sinergis demi kemajuan sekolah. Yang satu harus dilengkapi oleh yang lain. Singkatnya, masing-masing pilar harus memberikan kontribusinya masing-masing sesuai dengan bidang, tanggung jawab, dan kompetensinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-77948733231370272?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/77948733231370272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=77948733231370272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/77948733231370272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/77948733231370272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/sekolah-dan-peranan-masyarakat.html' title='Sekolah dan Peranan Masyarakat'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-4864275790612507477</id><published>2009-01-26T18:20:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T18:21:27.982-08:00</updated><title type='text'>MENCINTAI PASANGAN</title><content type='html'>TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orang tua saya mungkin adalah pasangan yang paling bahagia dan setia dalam menjalani hidup perkawinan mereka. Mereka saling mencintai pasangannya secara total dan tanpa syarat. Ayah mencintai ibu dengan setia sampai ayah meninggalkan dunia ini. Demikian juga ibu mencintai ayah dengan seluruh hidupnya. &lt;br /&gt;Selama hidup bersama, kurang lebih 50 tahun, ayah dan ibu begitu bahagia dan menjalani hidup bersama dengan penuh cinta. Setiap hari, saat mau berangkat dan sepulang kerja, ibu sudah menyiapkan secangkir kopi untuk ayah. Sementara ayah menikmati kopinya, ibu dengan penuh cinta menyiapkan makan di dapur untuk ayah dan kami anak-anaknya. &lt;br /&gt;Dalam suasana yang penuh kasih dan cinta, makanan yang sederhana menjadi begitu nikmat. Senikmat anugerah Allah yang tercurah dalam hidup kita. ”Tidak ada yang paling membahagiakan ketika kita hidup saling mencintai, rukun dan damai”, tutur ayah. ”Hidup yang penuh cinta dan saling percaya satu sama lain adalah kunci hidup bahagia. Bukan harta yang membahagiakan kita, tetapi cinta dan kasih sayang yang tanpa batas kepada siapa saja yang kita cintai”, lanjut ibu. ”Dalam hidup saling mencintai dan mengasihi satu sama lain, kita dapat memelihara komitmen dengan penuh tanggung jawab”, tegas ayah. &lt;br /&gt;Menurut saya, hidup perkawinan ayah dan ibu dapat berlangsung secara utuh dan bahagia sepanjang hayat karena didukung oleh empat faktor: (1) cinta yang total dan tanpa syarat pada pasangannya, (2) perhatian, penerimaan, dan pelayanan yang penuh cinta dan kasih sayang, (3) kesetiaan pada komitmen bersama (saat membangun keluarga). Komitmen perlu terus dikobarkan dalam setiap perjalanan hidup, dan (4) motion (gerakan) di dalam hati dan pikiran bahwa ”pasanganku adalah yang terbaik dan terhebat dalam seluruh hidupku.” &lt;br /&gt; Anda pun dapat melakukan hal yang sama dengan ayah dan ibu saya. Ketika anda memilih seseorang untuk anda cintai dan anda jadikan sebagai pendamping, maka anda perlu memiliki cinta, perhatian, komitmen, dan motion yang total dan tanpa syarat pada pasangan anda. Bahwa pasangan anda adalah yang terbaik dan terhebat dalam hidup anda. &lt;br /&gt;Ketika ini anda lakukan, anda tidak akan mudah terpengaruh oleh gesekan-gesekan dari luar, karena dari dalam diri anda, anda sudah memiliki cinta dan kasih sayang yang penuh dan total untuk pasangan anda. Anda mencintai pasangan anda sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Anda mengenal dan memahami pasangan secara mendalam. Anda memahami karakteristik dan kepribadiannya. Sehingga betapa pun ”hijaunya rumput tetangga”, anda tidak akan tergiur olehnya. Mungkin anda hanya akan tersenyum dan menghormatinya karena pasangan anda adalah yang terbaik, terindah, dan terhebat dalam seluruh hidup anda. &lt;br /&gt;Cintailah, cintailah, dan cintailah pasangan anda seperti Tuhan mencintai anda tanpa henti. Setialah pada pasangan anda seperti Tuhan yang setia tanpa syarat pada anda. &lt;br /&gt;Tuhan berfirman:&lt;br /&gt;Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN. (Hosea 2:19-20)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-4864275790612507477?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/4864275790612507477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=4864275790612507477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4864275790612507477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4864275790612507477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/mencintai-pasangan.html' title='MENCINTAI PASANGAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8951852816301406527</id><published>2009-01-26T18:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T18:20:00.984-08:00</updated><title type='text'>MEMAHAMI PERKAWINAN</title><content type='html'>Beberapa bulan yang lalu, saya diundang oleh kelompok Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) untuk membahas masalah kehidupan perkawinan berdasarkan ajaran Gereja Katolik. Latar belakang dari gagasan ini konon lahir dari keprihatinan mereka terhadap kehidupan berkeluarga kristiani, yang mulai kurang harmonis, seperti pisah ranjang, menikah lagi padahal pasangan pertamanya masih hidup. &lt;br /&gt; Realitas ini menguak kesadaran mereka akan pentingnya hidup berkeluarga yang harmonis, yang dihiasi oleh sikap hidup yang saling memberi, memerkaya, menerima, dan membahagiakan satu sama lain. Bukan hanya berhenti di situ. Mereka bahkan melangkah lebih dalam, yaitu “mengekalkan ikatan perkawinan.”&lt;br /&gt; Kesadaran ini, bagi saya, sangat baik dan penting sekali bagi kelangsungan kehidupan perkawinan yang damai, egaliter, penuh cinta, dan dihargainya kesederajatan. Terutama lestarinya ikatan perkawinan yang monogam dan tak terceraikan. &lt;br /&gt;Perkawinan yang monogam dan tak terceraikan menegaskan bahwa seorang pria hanya boleh melangsungkan perkawinan dengan seorang wanita. Demikian sebaliknya. Seorang pria atau seorang wanita tidak boleh melangsungkan perkawinan secara Gerejani dengan ½ pria atau ½ wanita. Mereka hanya boleh melangsungkan perkawinan secara Gerejani dengan satu orang pria atau satu orang wanita sampai akhir hayat. Perkawinan bersifat kekal dan sakramen. Tidak dapat dipisahkan oleh apa pun juga, kecuali oleh kematian (yang wajar: tidak disengaja). Karena perkawinan itu dikehendaki dan diberkati oleh Allah sendiri. &lt;br /&gt;Sifat perkawinan ini menegaskan bahwa hidup berkeluarga menjadi medium persatuan mesra antara Allah dengan manusia melalui persatuan mesra antarpasangan. Karena melalui perkawinan, suami istri menjadi tanda kasih Allah dan menghadirkan kasih Allah bagi dunia. Suami istri mewujudkan cinta Kristus kepada Gereja-Nya.&lt;br /&gt;Untuk itu, perkawinan bukanlah lembaga untuk memerlakukan pasangan dengan semena-mena. Perkawinan adalah lembaga atau institusi suci yang dikehendaki dan diberkati oleh Allah. Melalui perkawinan, suami isteri dipanggil untuk saling mencintai secara timbal balik, total dan menyeluruh, saling memberi dan menerima yang diungkapkan dalam persetubuhan yang dilakukan secara manusiawi dengan memerhatikan kondisi dan situasi pasangannya penuh pengertian, dilakukan secara suka rela, tanpa ada paksaan. Hubungan suami isteri bukan hanya menunjukkan kesatuan fisik biologis, tetapi juga kesatuan hati, kehendak, perasaan dan visi, yakni mengusahakan kebahagaiaan dan kesejahteraan bersama. Persetubuhan ini merupakan peneguhan dan pembaharuan janji perkawinan. &lt;br /&gt;Perkawinan  melambangkan Perjanjian Kasih Allah dan UmatNya.  Perkawinan melambangkan dan bersumber pada Hubungan Kristus dengan Gereja. Melalui perkawinan, Allah menempatkan manusia sebagai co-creator bagi dirinya dan dunianya. Allah mengangkat dan merahmati suami-istri dengan cinta kasih dalam Kristus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8951852816301406527?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8951852816301406527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8951852816301406527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8951852816301406527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8951852816301406527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/memahami-perkawinan.html' title='MEMAHAMI PERKAWINAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-5239042696711338412</id><published>2009-01-26T18:15:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T18:15:49.820-08:00</updated><title type='text'>MEMAKNAI CINTA</title><content type='html'>“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina” (Kidung Agung 8:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah cinta. Cinta melahirkan kehidupan. Kehidupan melestarikan dan melaksanakan cinta. Makhluk hidup saling menyempurnakan cinta. Dalam cinta segala sesuatu menjadi indah dan membahagiakan. Cinta adalah roh jiwa yang menyejukan, menyegarkan, membahagiakan, dan mendamaikan. Cinta mengalahkan sifat dengki, iri hati, perselisihan, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, perseteruan, perselisihan, amarah, dan perpecahan. &lt;br /&gt;Untuk memahami arti cinta yang membebaskan, di bawah ini saya bagikan pengalaman cinta yang kami bangun dengan penuh sukacita dan kedamaian di tengah-tengah derasnya arus kehidupan. Di tengah-tengah dunia yang mendewakan harta benda. Semoga pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu, saya mulai menjalin cinta dengan seseorang gadis Toraja yang oleh banyak temannya dianggap sebagai seorang pribadi yang ramah, baik hati, dan penuh pengertian. Perkenalan kami diawali dengan sms-smsan. Lalu telpon-telponan. Kemudian kami sepakat bertemu untuk pertama kalinya pada Cafe semalam KPC di Town Hall. &lt;br /&gt;Pertemuan kami berlangsung amat singkat karena pasangan saya harus melayani para pengunjung Cafe. Maklum di setiap kegiatan seperti itu dia selalu menjadi orang penting. Meskipun singkat, pertemuan itu menjadi awal yang melahirkan cinta yang tulus di antara kami. &lt;br /&gt;Perlahan, namun pasti, hubungan kami menjadi semakin intensif. Semua yang kami lalui menjadi begitu menyenangkan dan membahagiakan. Hari-hari kami lalui dengan saling berbagi suka dan duka. Setiap saat, kami selalu memberikan diri untuk diperkaya oleh pasangan. Kami saling memahami, mengerti, dan mencintai secara total satu sama lain. Cinta yang kami miliki, kami berikan sepenuhnya kepada pasangan. Kami percaya bahwa pasangan kami adalah anugerah Tuhan yang sangat istimewa dalam hidup ini. &lt;br /&gt;Untuk itu, kami membangun komitmen bahwa ”diriku dengan segala kelemahan dan kekurangannya kuberikan hanya untukmu seorang, seperti Tuhan Yesus memberikan seluruh diri-Nya untuk keselamatan dan kebahagiaan kita.” Dengan komitmen ini, kami saling melengkapi, menjaga dan memelihara hubungan kami agar tetap berada pada rel yang kami kehendaki. &lt;br /&gt;Hal sederhana yang kami lakukan setiap hari untuk mengobarkan api cinta di dalam hati adalah dengan olah raga bersama, makan bersama, rekreasi bersama, dan ke gereja bersama. Kebersamaan ini menjadi bahan bakar cinta kami – seperti mesin hanya dapat hidup kalau ada bahan bakarnya - sehingga cinta kami senantiasa menyala dan berkobar. &lt;br /&gt;Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah mengomunikasikan dan mendiskusikan secara terbuka segala bentuk perbedaan yang ada diantara kami, seperti kebiasaan, adat, kesenangan, atau prinsip hidup. Hal ini kami lakukan untuk saling memahami satu sama lain secara mendalam. Makhlum kami adalah pasangan yang berbeda budaya. Saya dari Bali, sementara pasangan saya dari Toraja. Dengan saling memahami, hidup kami menjadi bahagia dan menyenangkan. Cinta adalah rahmat pembebasan dan pemenuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai cinta memang tidak dimulai dari hal-hal yang besar. Memaknai cinta diawali dengan sikap saling menerima dan memberi secara total pada pasangan kita. Artinya kita memberikan diri kita apa adanya demi orang yang kita cintai supaya kita dan orang yang kita cintai memperoleh kebahagiaan. &lt;br /&gt;Di samping itu, makna cinta yang sesungguhnya juga harus digali dengan membangun komitmen bersama dan menciptakan kebersamaan hidup setiap hari. Cinta yang sejati adalah cinta yang rela memberi dan membahagiakan orang yang dicintai. Cinta yang sejati adalah cinta yang rela berkorban demi kebahagiaan orang yang dicintai. Cinta yang sejati adalah cinta yang tulus, tanpa pamrih, dan penuh tanggung jawab. Inilah makna cinta. Dengan cinta lahirlah kehidupan, kebahagiaan, damai sejahtera, sukacita, pengampunan, kejujuran, dan kerendah-hatian. Siap sedia menjadi pelita di kala gelap, penyejuk di kala panas, penyegar di kala haus. CINTA MENGALAHKAN KEMATIAN. CINTA MELAHIRKAN KEHIDUPAN. Cinta adalah kekuatan yang maha dahsyat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai adalah meletaKkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan pasangan kita. Jalan  yang dilalui cinta sejati tidak pernah mulus, penuh luka dan sakit karena cinta akan membuka hati kita bahkan ketika hati kita sekeras batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat memaknai cinta anda....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-5239042696711338412?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/5239042696711338412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=5239042696711338412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/5239042696711338412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/5239042696711338412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/memaknai-cinta.html' title='MEMAKNAI CINTA'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-3585672449327389879</id><published>2009-01-26T18:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T18:15:04.832-08:00</updated><title type='text'>Manusia, Tanggung Jawab, dan Tubuhnya</title><content type='html'>Keberadaan manusia di dunia ini sejak semula dikehendaki oleh Allah. Dalam kisah penciptaan (Kej 1: 26-30), diceritakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah menurut rupa dan gambar-Nya sendiri. Itu berarti manusia serupa dan segambar dengan Allah. Manusia adalah imago Dei. &lt;br /&gt;Secara kronologis, manusia adalah ciptaan yang terakhir (hari ke-6, sebelum Allah beristirahat). Sebagai ciptaan yang terakhir, tidak berarti manusia menjadi yang terbelakang, terhina, atau terpinggirkan. Justru malah sebaliknya, manusia menjadi yang pertama dari semua ciptaan lainnya. Ia menjadi begitu istimewa di atas segala ciptaan lainnya. Seperti yang disabdakan Yesus: ”Yang terakhir akan menjadi yang terdahulu” (Mat 19:30; 20:16; Mrk 9:35; 10:31).&lt;br /&gt;Penciptaan manusia memang menjadi begitu istimewa dan eksklusif dihadapan Allah bila dibandingkan dengan ciptaan-ciptaan lainnya. Eksklusif karena Allah menciptakannya serupa dan segambar dengan diri-Nya dan menempatkannya di taman Firdaus. Allah juga memberikan kuasa kepada manusia untuk menamai semua tumbuh-tumbuhan dan binatang. Manusia menjadi ”penguasa” atas semua ciptaan lainnya.&lt;br /&gt;Kehadiran manusia sebagai ”penguasa” atas ciptaan-ciptaan lain menegaskan bahwa manusia memiliki kemampuan seperti Pencipta-Nya. Karena itu, Allah menjadikan manusia sebagai partner-Nya dalam memelihara, mengembangkan, dan melestarikan ciptaan-ciptaan lainnya. Menjadi partner berarti manusia menjadi teman sekerja Allah di dunia ini. Manusia menjadi sahabat Allah yang memiliki hakekat keallahan. Dalam dirinya Allah hadir menjumpai ciptaan-ciptaan lainnya. Allah membimbing manusia melalui bisikan suara hati/hati nurani agar manusia tetap berada dalam rengkuhan atau pelukan kasih Allah. Dalam teologi moral dijelaskan “Suara hati adalah suara Tuhan.” Tuhan bekerja dalam diri manusia supaya manusia tetap menjadi ”anak-anak-Nya yang terkasih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab&lt;br /&gt;Sebagai sahabat-partner Allah, manusia diserahi tanggung jawab untuk ”berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi" (Kej 1:26). Manusia menjadi co-creator bagi dunia. &lt;br /&gt;Besarnya tanggung jawab yang harus diemban manusia, menggugah kesadaran Allah bahwa manusia tidak baik kalau seorang diri saja. Ia membutuhkan seorang penolong, yang setia menemani dan membantunya. Allah kemudian menjadikan seorang penolong yang sepadan dengan dirinya. ”TUHAN Allah berfirman: ’Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia’" (Kej 2:18).  &lt;br /&gt;Lahirnya seorang penolong menegaskan bahwa Allah menghendaki manusia hidup untuk saling menolong, melengkapi, dan menyempurnakan satu sama lain. Di samping itu, Allah juga menghendaki agar seorang pria dan seorang wanita hidup sebagai pribadi yang sejajar dan saling mengembangkan satu sama lain ke arah kesempurnaan hidup dan cinta kasih. &lt;br /&gt;Seorang pria dan seorang wanita adalah sepadan. Kesepadanan menunjukkan kesederajatan. Dalam kesederajatan mengalir kesatuan. ”Aku dan Engkau adalah satu.”  ”Aku adalah Engkau.” &lt;br /&gt;Kesatuan diri pria dan wanita, melahirkan kebersamaan hidup dengan sesamanya. Hidup bersama sebagai pasangan yang sepadan. Bukan sebagai musuh yang saling mengalahkan. Sehingga dengan demikian manusia menjadi tanda kasih Allah bagi ciptaan-ciptaan lainnya. Manusia  menghadirkan cinta kasih Allah kepada dunia. &lt;br /&gt; Kesatuan antarmanusia menjadi sempurna dalam ikatan perkawinan yang dibangun atas dasar cinta kasih yang suci dan tulus. Melalui perkawinan, manusia meneruskan keturunan seperti yang difirmankan oleh Allah: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; Penuhilah bumi dan taklukanlah itu" (Kejadian 1:28). Dalam perkawinan pula, manusia mengartikan tubuhnya secara khusus dan istimewa bahwa Allah memilihnya untuk berpartisipasi dalam melestarikan ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spiritualitas Tubuh&lt;br /&gt;Tubuh adalah wujud konkret kehadiran manusia yang satu diantara manusia yang lain. Tubuh menggambarkan keteraturan dan keharmonisan hubungan antara anggota yang satu dengan anggota yang lain. Tubuh mengungkapkan betapa sempurna dan indahnya keteraturan, kedamaian, kerjasama, dan perhatian (empati, simpati) antaranggota tubuh. Tubuh menghadirkan keagungan dan keluhuran Sang Pencipta. &lt;br /&gt;Santo Paulus melukiskan bahwa tubuh adalah bait kediaman Allah, bait kediaman Roh Kudus. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu” (1 Kor 3:16-17). “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (1 Kor 6:19).&lt;br /&gt;Tubuh adalah suci karena Allah berdiam di dalam tubuh. Tubuh memanifestasikan Allah dalam dunia konkret sehari-hari. Dengan tubuh kita memuliakan Allah. Dengan tubuh kita mewujudnyatakan Allah dalam hidup kita sehari-hari. Maka bersama santo Paulus kita menjadikan tubuh ”sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah” (Rom 12: 1). Tubuh menjadi tanda kehadiran Allah. Karena itu kita perlu terus memelihara, menjaga, dan memertanggungjawabkan tubuh kepada Allah melalui aktivitas keseharian kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-3585672449327389879?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/3585672449327389879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=3585672449327389879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3585672449327389879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/3585672449327389879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/manusia-tanggung-jawab-dan-tubuhnya.html' title='Manusia, Tanggung Jawab, dan Tubuhnya'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-2100391372601740854</id><published>2009-01-24T20:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T20:44:59.270-08:00</updated><title type='text'>HIDUP PENUH SYUKUR</title><content type='html'>Hidup adalah hidup. Hidup bukan kesia-siaan. Hidup bukan pula imajinasi yang kosong, liar dan tidak bermakna. Hidup juga bukan kekosongan yang menghampar luas di tengah padang pasir yang gersang dan tandus.  Hidup adalah anugerah Allah yang tidak ternilai. Hidup adalah kasih yang penuh nilai dan penuh makna. Hidup adalah keindahan karya Tuhan yang mahaagung. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hidup merupakan suatu anugerah yang sangat istimewa dalam seluruh peziarahan manusia di dunia ini. Dengan hidup, manusia mengartikan dan memaknai hidupnya dalam relasinya dengan dirinya sendiri, dengan sesama, alam semesta, dan teristimewa dengan Tuhannya. Melalui relasi-relasi itu, manusia mengembangkan dan membangun kemanusiaannya agar menjadi lebih hominis dan humanis.  &lt;br /&gt;Melalui peziarahan di dunia ini, manusia juga menyusun jaring-jaring kehidupannya dan mengukir jejak-jejak makna dan keteladanan bagi generasi berikutnya. Manusia melukiskan hidupnya di atas kanvas yang terbentang dari lahir hingga meninggal dengan berbagai warna warninya, ada yang merah, putih, hitam, hijau, atau biru, seperti indah dan masyurnya karya Tuhan. &lt;br /&gt;Peziarahan yang terlukiskan di atas kanvas itu perlu terus disempurnakan agar menjadi semakin indah. Seindah pelangi. Seindah alam semesta. Seindah maksud Tuhan menciptakannya.&lt;br /&gt;Indahnya peziarahan hidup itu, melukiskan betapa indah dan agungnya Tuhan yang menciptakan semua yang ada dengan kekhasan dan keindahannya masing-masing, sehingga masing-masing dapat saling memberi dan menerima satu sama lain. Masing-masing indah dan bermakna bagi dirinya sendiri dan bagi yang lain (the others). Itulah keindahan. Itulah anugerah. Itulah kedamaian.&lt;br /&gt;Anugerah (Gratia) adalah  pemberian yang cuma-cuma dan tanpa syarat dari Tuhan. Dengan menerima anugerah, manusia selayaknya mengucap syukur kepada Sang Pemberi, Allah. ”Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya” (Mzm 139:14).  &lt;br /&gt;Kesadaran manusia akan anugerah-anugerah Allah yang diterimanya setiap hari, seperti udara segar untuk bernafas,  kesehatan, kebahagiaan, makanan dan minuman, teman-teman yang baik, pekerjaan, pasangan hidup yang hebat, anak-anak yang manis, dan tetangga yang baik memampukannya untuk senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan. Bahwa hidup adalah milik Tuhan. Bahwa Tuhan begitu baik kepada kita. Tuhan begitu mengasihi dan mencintai kita tanpa syarat. Tuhan telah menjadikan kita seorang pribadi yang kuat sehingga kita dapat menjalani peziarahan hidup. Tuhan telah melimpahkan kasih setia-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap kita (Mzm 107: 8.15.21.31).&lt;br /&gt;Kita, manusia, hanyalah bejana tanah liat yang tidak berharga dihadapan Tuhan. Tuhan begitu besar dan tak terselami. Tuhan begitu agung dan megah. Karenanya kita perlu memersembahkan hidup kita kepada Tuhan sebagai kurban syukur. ”Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Ibrani 13:15).&lt;br /&gt;Mensyukuri hidup dengan segala kelebihan dan kekurangannya menjadikan kita tulus, rendah hati, setia pada Tuhan, tidak sombong, tidak munafik, jujur, penuh kasih, rela berkorban demi kebahagiaan sesama dan demi kemuliaan nama Tuhan. Jadikan hidup sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan melalui kasih terhadap sesama dan kasih terhadap Tuhan. &lt;br /&gt;Merayakan hidup penuh syukur berarti kita mensyukuri apa yang kita miliki. Kita menikmati apapun yang kita miliki. Kita merayakan dengan penuh damai, kasih, cinta, dan ceria seluruh totalitas hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur untuk masa-masa sulit...&lt;br /&gt;Karena di masa itu kita dibentuk dan bertumbuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur untuk keterbatasan...&lt;br /&gt;Karena itu memberi kita kesempatan untuk berkembang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur untuk setiap tantangan baru ...&lt;br /&gt;Karena itu akan membangun kekuatan dan karakter kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur untuk kesalahan yang kita buat...&lt;br /&gt;Karena itu mengajarkan kita untuk selalu memerbaiki kualitas hidup kita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur untuk kebahagiaan...&lt;br /&gt;Karena itu membuat kita menjadi berharga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur untuk segala sesuatu yang kita miliki...&lt;br /&gt;Karena untuk itu kita memahami kelebihan dan kekurangan.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup penuh syukur adalah hidup yang merayakan, menjaga, memelihara, menikmati, mengagumi, dan mensyukuri apa yang dimilikinya. Mensyukuri keberadaan dan ketotalitasan dirinya dengan segala suka-duka. &lt;br /&gt;Jadikan hidup anda sebagai perayaan penuh syukur, maka anda akan mengalami dan menemui bahwa hidup anda begitu kaya dan membahagiakan. Hidup anda tidak akan kekurangan sesuatu apapun, karena anda mensyukuri keberadaan diri anda dan segala sesuatu yang anda miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mensyukuri hidup  anda .........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-2100391372601740854?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/2100391372601740854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=2100391372601740854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2100391372601740854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2100391372601740854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/hidup-penuh-syukur.html' title='HIDUP PENUH SYUKUR'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-2091817228593943732</id><published>2009-01-24T20:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T20:35:53.485-08:00</updated><title type='text'>HIDUP ITU KASIH</title><content type='html'>”Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yohanes 4:16).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setiap makhluk hidup yang ada di dunia ini berasal dari kasih yang tidak berkesudahan. Kasih yang sempurna dari Allah. Manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan ada dan hidup di bumi karena Kasih Allah. Berkat kasih Allah itu, semua makhluk dapat berkembang biak sambil menyempurnakan dirinya. &lt;br /&gt; Kasih Allah yang tidak berkesudahan itu mengalir dalam setiap ciptaan-Nya. Manusia dianugerahi kasih untuk saling mencintai satu sama lain secara penuh dan bertanggung jawab. Dalam kasih itu, manusia membangun persekutuan hidup istimewa, yaitu keluarga. Melalui keluarga, manusia saling memberi dan menerima kasih demi kelangsungan dan keberlanjutan hidup (meneruskan keturunan). Dalam kasih mengalirlah rahmat kehidupan, ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kasih karunia. Sebab:  &lt;br /&gt;Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.  Kasih tidak berkesudahan... (1 Korintus 13:4-13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasih mengalirlah kehidupan, kedamaian, ketenangan, kebahagiaan, kesejukan, damai sejahtera, dan sukacita. Dalam kehidupan mengalirlah kekuatan cinta dan pengharapan. Hidup yang penuh kasih menyinari dunia dengan cahaya terang, hangat, mendamaikan, menentramkan, dan menyejukan setiap yang lain (the others) yang dikenai atau yang dijumpai. Hidup yang penuh kasih mampu menerima dan memberikan diri seutuhnya. Hidup yang penuh kasih mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri. &lt;br /&gt;Itulah yang disebut hidup adalah kasih. Kasih yang memberi, mengembangkan, menguatkan, mendamaikan, menyejukan, menentramkan, dan menghidupkan setiap orang. Kasih yang mengasihi sesama tanpa syarat. Kasih yang tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia (Roma 13:10). Kasih yang membebaskan dan membahagiakan diri sendiri, sesama, alam semesta, dan Tuhan. Di dalam kasih ada pengharapan, kekuatan, dan damai sejahtera. Sebab ”Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih (1 Yohanes 4:18).&lt;br /&gt;Hiduplah dalam kasih, maka anda akan menikmati betapa indah dan luar biasanya  hidup anda. Hidup anda akan bahagia, damai, dan sejahtera dengan apa yang anda miliki. Hidup anda akan bergairah dan memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi berbagai macam tantangan kehidupan yang mungkin menghampiri anda. Hidup anda akan berkelimpahan. &lt;br /&gt;Dalam kasih, kelemahan akan menjadi kekuatan. Permusuhan menjadi persahabatan. Kebencian menjadi kedamaian. Kemarahan menjadi kesabaran. Kasih menjadikan semuanya indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan  (1 Korintus 15:43).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat (2 Korintus 12:10)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-2091817228593943732?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/2091817228593943732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=2091817228593943732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2091817228593943732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/2091817228593943732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/hidup-itu-kasih.html' title='HIDUP ITU KASIH'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-4313601506772477559</id><published>2009-01-24T20:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T20:33:27.214-08:00</updated><title type='text'>Cinta yang Sejati dalam Perkawinan</title><content type='html'>Perkawinan merupakan salah satu bentuk sosialisasi manusia yang paling intim (closer socialization), yang dibangun oleh seorang pria dan seorang wanita dalam ikatan cinta kasih yang tulus. Ketulusan terpancar pada kesediaan untuk saling menerima satu sama lain secara terbuka dan bebas, tanpa paksaan atau ancaman dari siapa pun juga. Ketulusan juga terpancar pada kesediaan untuk saling memberi satu sama lain tanpa pamrih, bahwa pasangannya adalah “anugerah yang terindah dalam hidupnya”, anugerah yang tak tergantikan dan tak tertandingi oleh siapa pun dan apa pun juga. Pasangannya adalah unik dan khas. Pasangannya adalah seorang yang utuh, yakni seorang pribadi yang diciptakan dan dicintai oleh Allah tanpa syarat.&lt;br /&gt; Kesediaan untuk saling menerima dan memberi secara tulus, bebas, dan bertanggung jawab merupakan suatu keharusan dalam kehidupan perkawinan. Perkawinan perlu dibangun dan ditata untuk kesejahteraan suami-istri, anak-anak, dan keluarga lainnya. Perkawinan perlu menjadi media persatuan, pendewasaan, pengembangan, pembentukan, dan penghormatan terhadap karakteristik setiap pribadi yang ada di dalamnya. Setiap pribadi adalah “serupa dan segambar dengan Allah.” Setiap pribadi adalah refresentatif Allah bagi yang lain. Setiap pribadi tidak tergantikan. Setiap pribadi adalah sama dan sejajar-sepadan. &lt;br /&gt; Dalam kesederajatan itu, setiap pasangan perlu membangun kerjasama partisipatif, komunikasi yang terbuka, kejujuran, ketulusan, dan penghargaan satu sama lain sampai akhir hayat. Seperti Bunda Teresa yang setia sampai mati mencintai dan hidup bersama orang-orang yang menderita, terbuang, dan tersingkirkan di Kalkuta. Cinta yang sejati dibangun dan dihayati dengan memberikan diri seutuhnya pada kebahagiaan dan kesejahteraan orang yang dicintai.&lt;br /&gt; Kemampuan untuk membangun hidup perkawinan seperti itu tentu membutuhkan kematangan dari masing-masing pasangan. Setiap pasangan perlu matang secara emosional, biologis, psikis, pola pikir, cinta, dan tentu saja juga matang secara religius (iman). Kematangan dalam aspek-aspek ini akan menjadi pondasi yang kokoh dalam bangunan perkawinan. Setiap pasangan dapat merencanakan dan membangun keluarga dengan mendasarkan diri pada kemampuan diri yang real. Dalam kesadaran itu, cinta diri dan egoisme perlu dijauhkan. Cinta suci dan tanpa syarat perlu dikedepankan. Seperti Yesus, yang memberikan seluruh diri-Nya demi kebahagiaan dan keselamatan orang yang dicintai. &lt;br /&gt;Cinta Yesus yang tanpa syarat adalah cinta yang tanpa pamrih, yang mengorbankan diri-Nya di salib demi keselamatan dan kebahagiaan orang yang dicintai-Nya. Cinta Yesus adalah cinta yang memberikan kebebasan, kebahagiaan, ketentraman, dan keselamatan bagi orang yang dicintai. Yesus mencintai setiap orang seperti apa adanya dirinya. Kaya, miskin, jelek, cantik, ganteng, muda, tua semua dicintai tanpa syarat dan tanpa pamrih. Inilah cinta sejati, yaitu cinta yang memberikan dan mengorbankan diri seutuhnya demi kebahagiaan dan keselamatan orang yang dicintai sampai akhir hayat. Cinta tidak menuntut, tetapi memberi. Cinta tidak menguasai, tetapi membebaskan dan saling berbagi. Cinta tidak memiliki, tetapi menerima sebagai anugerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadilah pelaku dan pelaksana cinta yang sejati, tanpa syarat dalam hidup anda, seperti Yesus, yang anda imani sebagai Juru selamat anda.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-4313601506772477559?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/4313601506772477559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=4313601506772477559' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4313601506772477559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/4313601506772477559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/cinta-yang-sejati-dalam-perkawinan.html' title='Cinta yang Sejati dalam Perkawinan'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-937409874635500412</id><published>2009-01-24T19:58:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T20:30:14.044-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>AKU, PASANGANKU, DAN TUHAN</title><content type='html'>Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! (Kid 8: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kehidupan manusia memang merupakan suatu misteri yang sulit untuk ditembus secara penuh. Dalam ranah filsafat manusia, seorang  manusia tidak pernah dapat didekati secara penuh. Manusia selalu penuh dengan misteri dan perubahan. Misalnya, seorang A yang sekarang sudah tidak sama lagi dengan seorang A pada lima menit kemudian. Ia selalu berubah setiap detik tanpa henti. &lt;br /&gt; Perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup manusia secara perlahan-lahan semakin mendewasakan dan membentuk karakteristiknya yang menjadikannya unik dan khas. “Aku adalah aku. Aku bukan kamu.”&lt;br /&gt; Pengenalan pada jati diri memampukan setiap manusia untuk mentransformasi diri, ide, dan keyakinannya akan masa depan hidupnya yang lebih baik dan membahagiakan. “Aku harus sukses. Aku harus mandiri. Aku harus bahagia. Atau aku harus memiliki keluarga yang bahagia.”&lt;br /&gt;  Kemampuan manusia untuk mentransformasi dirinya tidak dapat dilepaskan dari kebersamaannya dengan yang lain. Ia selalu membutuhkan yang lain. Ia terlibat dalam kehidupan kebudayaan masyarakat dimana ia hidup dan bergerak. “Manusia menghasilkan kebudayaan. Melalui kebudayaannya, manusia membudayakan dirinya supaya menjadi lebih humanis dan hominis.” Sebab dalam dan melalui kebudayaannya, manusia mengungkapkan dan menemukan dirinya secara ultimate. “Manusia membudaya dan sekaligus mengonstruksi kebudayaannya.” Manusia tidak pernah dapat dilepasbebaskan dari kebudayaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Pasanganku&lt;br /&gt; Demikian juga aku dan pasanganku adalah produk suatu kebudayaan. Kami adalah subjek dan sekaligus superjek masyarakat. Dalam kebudayaan itu, kami dibentuk, diajari, dan diwarisi nilai-nilai dan norma-norma sosial yang dijunjung dan dihormati masyarakat setempat. Kebudayaan menjadikan kami ”berbeda” satu sama lain. &lt;br /&gt;Kami masing-masing memiliki karakteristik. Karakteristik kami sedikit bertolak belakang. Pasanganku relatif emosional, cepat marah ketika ada kata atau sikap yang mengganggunya. Ia bahkan tidak jarang memarahiku ketika aku lambat membalas smsnya atau ketika aku memboncengnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Ia sangat sensitif dalam banyak hal yang berkaitan dengan dirinya. Ia kerapkali merespons suatu kejadian atau peristiwa dengan penuh emosional. Meledak-ledak. Sangat manusiawi. &lt;br /&gt;Sementara aku adalah seorang yang lemah lembut, namun tegas. Aku senantiasa merespon suatu kejadian dengan kepala dingin dan penuh cinta. Aku selalu santai dan tenang ketika sesuatu terjadi dalam hubungan kami. Karena bagiku tidak ada gunanya marah ketika sesuatu sudah terjadi. Hanya menyebabkan  aku rugi dua kali. Pertama,  rugi karena energiku terbuang untuk sikap atau perbuatan yang tidak baik (marah). Kemarahan menyebabkan hati tidak tenang. Seperti yang dialami Yonatan: ”Sebab itu Yonatan bangkit dan meninggalkan perjamuan itu dengan kemarahan yang bernyala-nyala. Pada hari yang kedua bulan baru itu ia tidak makan apa-apa, sebab ia bersusah hati karena Daud, sebab ayahnya telah menghina Daud” (1 Samuel 20: 34).  Kedua, rugi karena apa yang telah terjadi tidak akan pernah terselesaikan dengan kemarahan. Kemarahan hanya akan menimbulkan masalah baru. Sebab menurut Yakobus: ”...amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran dihadapan Allah” (Yak 1: 20). Kemarahan hanya menafikan dan meminggirkan ketenangan hati, jiwa, kebenaran dan keutamaan.&lt;br /&gt;Karya Tuhan&lt;br /&gt;Meskipun kami memiliki karakteristik yang berbeda, kami senantiasa menyakini dan memercayai bahwa ”Tuhan memertemukan kami untuk saling melengkapi satu sama lain. Tuhan menganugerahkan kepada kami seorang pribadi (pasangan) yang memang khas dan unik dan kami harus menerimanya sebagaimana ia adanya.” Anugerah Allah tidak selalu sesuai dengan kehendak dan keinginan kami.&lt;br /&gt;Keterbukaan untuk menerima dan tentu saja juga untuk saling menyempurnakan dan mentransformasi diri ke arah yang dikehendaki Tuhan merupakan suatu rahmat (gratia) yang amat istimewa. Kami percaya bahwa dalam keberbedaan itu Tuhan mengajari dan mendidik kami untuk menjadi bijaksana dan bajik dalam kebersamaan hidup. Tuhan membentuk kami menjadi seorang pribadi yang tangguh dan tulus dalam hidup,  dengan menganugerahkan pasangan yang unik, yang tidak sesuai dengan apa yang kami ingini. Tetapi yang sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.  ”Bukan kehendakku yang jadi, tetapi kehendak Tuhan.”&lt;br /&gt;Tuhan berkarya dan membentuk kami melalui pengalaman dan peristiwa-peristiwa hidup yang sederhana dan amat manusiawi. ”Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”  (Rom 8:28). &lt;br /&gt;Kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aktivitas dan peristiwa hidup keseharian menjadikan kami semakin menghargai dan mengagumi karya Allah dalam diri pasangan. Bahwa Allah menjumpai kami melalui kehadiran pasangan. Bahwa Allah berkarya sungguh ajaib dalam hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Allah semuanya menjadi indah &lt;br /&gt;sebab Allah adalah Keindahan. &lt;br /&gt;Di dalam Allah semuanya menjadi damai &lt;br /&gt;sebab Allah adalah Kedamaian.&lt;br /&gt;Di dalam Allah semua perkara dapat diselesaikan&lt;br /&gt;sebab Allah adalah Mahatahu dan Mahamengerti&lt;br /&gt;Di dalam Allah semua manusia menjadi berarti&lt;br /&gt;sebab Allah adalah menjadikannya serupa dan segambar dengan diri-Nya&lt;br /&gt;Di dalam Allah tidak ada kebencian&lt;br /&gt;sebab Allah adalah maha pengampun&lt;br /&gt;Di dalam Allah tidak ada kemarahan&lt;br /&gt;sebab Allah adalah Sumber Cinta&lt;br /&gt;Di dalam Allah tidak ada iri hati &lt;br /&gt;sebab Allah adalah Sumber Ketulusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Allah ada CINTA, KASIH, KEDAMAIAN, PENGAMPUNAN, KETENANGAN, SUKACITA, KEINDAHAN, DAN SEMUA YANG KAMI BUTUHKAN.&lt;br /&gt;ALLAH  ADALAH SEGALANYA DALAM HIDUP KAMI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-937409874635500412?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/937409874635500412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=937409874635500412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/937409874635500412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/937409874635500412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/aku-pasanganku-dan-tuhan.html' title='AKU, PASANGANKU, DAN TUHAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8833141149868226868</id><published>2009-01-18T19:02:00.000-08:00</published><updated>2011-06-07T19:24:37.418-07:00</updated><title type='text'>Berbuah</title><content type='html'>Seorang petani bercerita kepada seorang nabi tentang masalah buah. Pak Tani dengan bangga dan penuh semangat menceritakan bahwa mangga yang ditanamnya berbuah lebat, besar dan sangat manis. Semua orang di kampungnya berbondong-bondong datang dan ingin membeli buah mangganya. "Tapi, tuanku nabi?", tegasnya, "setiap orang yang datang lupa bahwa mangga saya itu bisa berbuah seperti itu karena saya mencintainya. Setiap pagi saya siram, saya ajak bicara. Siang hari saya siram dan saya tanyakan dia butuh apa. Setiap petang hari, saya siram dan saya ajak berdoa supaya hari yang berlalu memberi modal kehidupan untuk membuat hari esok menjadi lebih baik." &lt;br /&gt;Sang nabi terkejut mendengar cerita pak tani tersebut. "Hai, bagaimana mungkin bapak bisa berbicara, berdialog, dan berdoa bersama pohon mangga?" tanya sang nabi. "Itu soal mudah, tuanku nabi" ujarnya. "Bagaimana caranya? Coba ceritakan!" pinta sang nabi. "Sebagai manusia, saya adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan. Demikian juga pohon mangga saya. Ia adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan, kami saling berbagi" paparnya. "Dalam hal ini, hati yang tulus dan terbuka menjadi syarat utama. Artinya, ketika hati kita tertuju pada Tuhan, sang Sumber segala yang ada, maka kita dapat berdialog dengan semua ciptaan-Nya" lanjutnya. &lt;br /&gt;"Oh... sungguh hebat. Saya kagum dengan iman Bapak akan kebaikan semua ciptaan Tuhan" puji sang nabi. "Tapi?" sang nabi berhenti sejenak sambil memegang keningnya. "Bolehkah saya diajari supaya saya bisa seperti anda" tanya sang nabi. "Ah... tuanku nabi.. hamba hanya orang biasa yang tidak mengerti apa artinya hidup bersama Tuhan" timpal pak Tani. "Saya yakin, tuanku nabi jauh lebih hebat." jelas pak Tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas menggambarkan betapa pentingnya kita belajar kebijaksanaan dan kearifan hidup pada orang-orang sederhana, yang sungguh hidup mengandalkan Tuhan, yang mahakuasa. Hidup bijak adalah keharusan kalau kita ingin berdamai dengan Tuhan dan sesama. Hidup bajik adalah keniscayaan kalau kita ingin "bersendagurau" dengan semua ciptaan Tuhan. Hidup religius adalah kenikmatan ketika kita bersama dan bersatu dengan Allah yang mahabaik, mahapengasih, dan mahapenyanyang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadilah bijak, bajik, dan religius, maka hidup kita akan damai dan sejahtera."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8833141149868226868?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8833141149868226868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8833141149868226868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8833141149868226868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8833141149868226868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2009/01/berbuah.html' title='Berbuah'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-7325067723570264617</id><published>2008-10-09T18:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T19:43:01.213-07:00</updated><title type='text'>SEMUT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penggalan syair lagu yang dinyanyikan Mulan Jameela, "akulah makhluk Tuhan yang paling seksi" sedikit banyak menggugah kesadaran saya akan betapa hebat dan dahsyatnya karya Allah yang terjadi dalam diri manusia. Namun, saya tidak tahu apakah sang penyanyi juga menyadari hal ini. Atau semata-mata, sang penyanyi hanya ingin mengatakan bahwa "tubuhku seksi. Lihat dan tontonlah. Perhatikan baik-baik bahwa tubuhmu tidak seseksi tubuhku. Maka, kamu sekalian buatlah tubuhmu seperti tubuhku." Kalau ini yang terjadi berarti sang penyanyi mengesampingkan karya Allah yang begitu dahsyat dan begitu agung dalam setiap diri manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Lain halnya dengan semut. Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. &lt;span style="color:#000000;"&gt;Koloni semut &lt;/span&gt;kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Semut adalah binatang yang kecil dan selalu hidup dalam kebersamaan. Ia tidak menampilkan diri sebagai yang superior dari yang lain, tetapi sebagai sahabat, teman sekerja yang harus terus berjuang memertahankan kelompoknya dari waktu ke waktu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Semut bekerja begitu terencana, terorganisir sebagai sebuah team. Semut adalah tipe pekerja, yang tiada kenal lelah bekerja mengumpulkan makanan sebagai bekal pada musim dingin. Tidak pernah sekalipun dia mangkir dari pekerjaan walaupun tidak ada satu semut yang mensupervisinya. Semua sadar, bahwa mereka harus bekerja dengan keras untuk kepentingan bersama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Semut adalah makhluk yang sangat solider, setia kawan dan bersedia berkorban untuk kaumnya. Mereka dengan sadar dan penuh keikhlasan mengorbankan diri mereka untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan umatnya. Semut-semut juga saling melindungi satu sama lain. Semut tidak ingin makhluk lain di luar memasuki sarang mereka, karena ia akanmengancam keselamatan mereka semua.&lt;br /&gt;Semut memiliki sistem organisasi yang bagus dan tangguh. Organisasinya lengkap, ada pimpinan, prajurit, pekerja. Setiap semut mempunyai tugas masing-masing yang harus dilaksanakan dengan baik dan dengan penuh tanggung jawab. Ratu mempunyai peran menetaskan telur dan pembantunya memperhatikan setelah rumahnya dan membawa pesannya untuk mengistirahatkan tentaranya. Semut penjaga bertugas untuk melindungi sarang dari musuh dan mencari sarang yang baru. Sedangkan Semut pekerja adalah semut yang mandul yang bertugas membersihkan sarang,melayani ratu dan mencari makanan.&lt;br /&gt;Semut tidak pernah bekerja untuk dirinya sendiri, mereka bekerja untuk tim. Kalau mendapatkan makanan yang ukurannya cocok bagi tubuhnya, biasanya semut membawanya sendirian. Kalau ukuran makanan terlalu besar atau kalau semut menemukan beberapa gundukan kecil makanan di suatu daerah, mereka mengeluarkan hormon beracun untuk mencegah semut lain agar tidak menghampiri daerahnya. Kemudian, mereka memanggil para pekerja lain, besar maupun kecil, untuk bersama-sama mengangkut makanan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Semut adalah makhluk Tuhan yang sangat hebat. Mungkin dalam banyak hal kita perlu belajar dari semut. Seperti semangat solidaritas, pengorbanan demi yang lain, persekutuan yang menghidupkan, semangat bekerja pantang menyerah, kebersamaan sebagai yang saling tergantung dan saling membutuhkan. Kita perlu membangun mindset kita sebagai "aku ada bersama dan dalam yang lain." Seperti Yesus contohkan kepada kita: "Aku dan Bapa adalah satu. Barangsiapa ingin sampai kepada Bapa, ia harus melalui aku."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Kita berada dalam kebersamaan dengan yang lain. Mari kita bangun hidup kita bersama yang lain demi kemuliaan Allah yang semakin besar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-7325067723570264617?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/7325067723570264617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=7325067723570264617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7325067723570264617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/7325067723570264617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2008/10/semut.html' title='SEMUT'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-8022599397655851684</id><published>2008-10-07T23:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-08T19:26:40.856-07:00</updated><title type='text'>KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kehidupan adalah anugerah yang paling istimewa dalam seluruh bingkai jagad raya ini. Adanya kehidupan menghiasi dan mewarnai dunia dengan berbagai aktivitas yang diperankan oleh setiap makhluk hidup, baik yang besar maupun yang kecil. Peran yang dimainkan oleh setiap makhluk menunjukkan bahwa masing-masing makhluk dirancang dan diciptakan untuk perannya masing-masing. Setiap makhluk tidak ada yang sia-sia bagi dirinya sendiri, kecuali dia menyia-nyiakan hidupnya. Kehidupan yang disia-siakan berarti kehidupan yang gagal dan sudah berakhir - menemukan tahap finalitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Hidup kita bukanlah milik kita, tetapi milik Allah. Kehidupan sebagai anugerah Allah harus dimanfaatkan sedemikian rupa dengan mengingat bahwa: (1) kehidupan begitu singkat. Hidup yang singkat dirancang oleh Allah supaya kita gunakan sebaik mungkin untuk mendesain dunia menjadi rumah-rumah kehadiran dan kediaman Allah. Kehidupan adalah penugasan sementara dari Allah. (2) Bumi hanyalah tempat kediaman sementara. Bumi yang ada bukanlah milik kita, tetapi tempat kita numpang hidup dan berkembang. Bumi hanyalah sekedar ada, sebagai medium kita untuk tumbuh dan berkembang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Kehidupan bersama bumi hanyalah sesaat-sementara, tetapi kehidupan bersama Allah adalah kekal. Karena itu gunakanlah bumi untuk memuliakan Allah, supaya "Allah menjadi segala dalam segala." Allah menjadi Raja di atas seluruh muka bumi. Allah menjadi Raja Semesta Alam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Masalahnya adalah bagaimana kita memuliakan Allah dalam kehidupan kita yang singkat ini? Menurut saya, kita dapat memuliakan Allah dengan cara:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;1.&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; mengasihi setiap orang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Mengasihi adalah tanggung jawab kita sebagai anak-anak Allah yang dikasihi-Nya. Yohanes mengingatkan kita bahwa "...kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut." (1 Yoh 3: 14). Demikian juga ditegaskan oleh santo Paulus: "... terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah." (Rm 15: 7).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;2. &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;menjadi seperti Kristus. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Hidup kita dengan segala suka dukanya perlu dikembangkan sejalan dan serupa dengan Kristus, yaitu rela berkorban demi kemuliaan, kebahagiaan, dan keselamatan orang lain. Hidup kita perlu dijiwai dan dikuasai oleh Roh Kristus. Kita perlu menghidupi karakter Kristus dalam seluruh hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;3. &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;melayani setiap orang dengan karunia-karunia yang kita miliki. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Allah mendesain kita dengan talenta yang khas dan unik, yang tidak dapat digantikan oleh apa pun dan siapa pun juga. Kita harus melayani setiap orang dengan kemampuan yang kita miliki. Allah tidak menuntut lebih. Pelayanan yang kita lakukan dimaksudkan untuk kebaikan orang lain, bukan untuk popularitas diri sendiri. Seperti Yesus melayani setiap orang demi keselamatan dan kebahagiaan mereka yang dilayani. Jadi fokus pelayanan kita adalah kebahagiaan dan keselamatan orang yang kita layani, supaya dengan demikian Allah semakin dimuliakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;4. &lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;mewartakan Dia kepada dunia. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Allah menghendaki kita menjadi pionir-pionir dalam menyebarluaskan nama-Nya ke seluruh dunia. Seperti yang diperintahkan kepada kita: "pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil." Mewartakan Allah berarti menjadikan Dia sebagai yang utama dalam tujuan hidup kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan yang diserahkan, digerakkan, dan dijiwai oleh Roh Kristus Yesus. Dialah jalan, kebenaran, dan kehidupan. Ad maiorem Dei gloriam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-8022599397655851684?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/8022599397655851684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=8022599397655851684' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8022599397655851684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/8022599397655851684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2008/10/kehidupan.html' title='KEHIDUPAN'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2990677896142322755.post-6931523815351125550</id><published>2008-10-07T19:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T23:20:27.128-07:00</updated><title type='text'>MENARI</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FKcrpGssQEA/SOwiZ1OIDkI/AAAAAAAAAAM/iGjwaWoHhnQ/s1600-h/Blue+hills.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menari adalah salah satu aktivitas seni yang sangat digemari di Bali dan juga di beberapa Propinsi atau bahkan negara lain. Menari berarti menggerak-gerakan anggota tubuh kita, seperti tangan, kaki, pinggul, atau mata sesuai dengan irama musik yang mengiringinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Menari membutuhkan keterampilan mengolah raga, mengolah rasa, dan juga mengolah emosi. Karena dalam menari, seluruh anggota tubuh kita terlibat secara total (totalitas) dalam alunan gerak yang dimainkan. Menari juga berarti bermain dengan tubuh yang disertai alunan atau irama musik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Berkaitan dengan itu, Driyarkara pernah berujar: "bermainlah dalam permainan, tetapi permainan jangan dimain-mainkan." Menari membutuhkan ketotalitasan diri-keseluruhan diri-diri yang utuh (jiwa-raga). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Menari menggambarkan betapa integralnya diri kita dengan gerak dan irama musik pengiringnya. Ibaratnya tubuh kita "lebur" dalam keseluruhan gerak yang ditarikan. Sehingga sang penari menjadi "pribadi lain", yaitu "pribadi tarian yang diperankan." Artinya sang penari tidak menampilkan dirinya yang otentik, tetapi menampilkan peran yang dimainkan. Sang penari meninggalkan karakter dirinya dan memainkan karakter yang ditarikan. Terjadi "transformasi diri", yaitu dari diri yang otentik ke diri yang diperankan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Hal ini hanya bisa terjadi, ketika sang penari tidak main-main dalam memerankan gerak tari yang ia mainkan. Namun ia tetap bermain dengan tubuhnya: gerak ke sana kemari sesuai dengan alunan irama musik yang mengiringnya. Menari adalah gerak aktif-transformatif yang mengarahkan sang penari pada tujuan yang tertinggi, yaitu membahagiakan para penonton yang menontonnya. Inilah nilai kehidupan yang sering dilupakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Bagaimana dengan kita? Setiap hari kita menari dengan aktivitas harian kita: bekerja, baik di rumah maupun di kantor. Sudahkah kita mencurahkan seluruh kemampuan diri kita dalam 'menari' di kantor atau di rumah, sehingga setiap orang yang mengalaminya (melihatnya) memeroleh kebahagiaan, seperti Yesus yang menyerahkan seluruh diri-Nya untuk kebahagiaan dan keselamatan kita? Yesus "menari" untuk kita. Tarian-Nya menebus dan menyelamatkan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Mari kita "menampilkan" karakter Kristus dalam hidup kita, seperti seorang penari yang menampilkan karakter tarian yang ditarikan. Kita mentransformasi diri kita yang lemah menjadi pribadi yang kuat, yang masuk dan tinggal bersama pribadi Yesus - yang mengundang setiap "orang yang letih, lesu dan berbeban berat untuk menerima kelegaan." Kita "menarikan" karakter Kristus dalam ketotalitasan hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Mari kita "menarikan" iman kita akan Yesus ditengah-tengah dunia agar dunia bahagia dan selamat. Dengan berujar bersama rasul Paulus : "... aku telah melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Fil 3:14). &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2990677896142322755-6931523815351125550?l=garam-dunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://garam-dunia.blogspot.com/feeds/6931523815351125550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2990677896142322755&amp;postID=6931523815351125550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6931523815351125550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2990677896142322755/posts/default/6931523815351125550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://garam-dunia.blogspot.com/2008/10/menari.html' title='MENARI'/><author><name>I Ketut Suyatre</name><uri>https://profiles.google.com/111151460767402910276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-M39loT02bnQ/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAKU/SQR4dYpx5JU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
